Majalengka/ secondnewsupdate.co.id – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka mengungkap fakta penting mengenai kondisi kesehatan masyarakat.
Dari puluhan ribu hasil pemeriksaan yang telah dilakukan sejak 2025 hingga pertengahan 2026, dua penyakit mendominasi temuan petugas, yakni Acute Nasopharingitis (radang saluran pernapasan bagian atas) dan hipertensi atau tekanan darah tinggi.
Temuan tersebut menjadi alarm bagi pemerintah daerah karena menunjukkan masih tingginya angka penyakit infeksi maupun penyakit tidak menular di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka, Agus Suratman, mengatakan dari 10 kategori penyakit yang terdeteksi melalui Program CKG, dua penyakit tersebut menjadi kasus paling dominan.
“Dari data CKG yang kami lakukan sejak tahun 2025 hingga saat ini tercatat sebanyak 63.509 kasus gangguan saluran pernapasan bagian atas dan 62.139 kasus hipertensi ditemukan di masyarakat Kabupaten Majalengka. Dua penyakit ini menjadi kasus terbanyak, sedangkan delapan penyakit lainnya seperti gangguan pencernaan dan diabetes jumlahnya masih berada di bawah dua penyakit tersebut,” ujar Agus melalui sambungan telepon, Kamis (9/7/2026).
Berdasarkan data tersebut, jumlah kasus kedua penyakit itu telah mencapai lebih dari 125 ribu temuan, menjadikannya perhatian utama dalam penyusunan kebijakan kesehatan daerah.
Acute Nasopharingitis merupakan peradangan akut pada hidung dan tenggorokan yang umumnya ditandai dengan gejala demam, sakit kepala, nyeri saat menelan, hidung tersumbat, batuk, hingga tubuh terasa lemas.
Menurut Dinas Kesehatan, tingginya kasus penyakit ini diduga dipengaruhi oleh perubahan cuaca yang tidak menentu, kondisi udara yang berubah drastis, serta tingginya risiko penularan di lingkungan padat penduduk.
Di sisi lain, hipertensi masih menjadi ancaman serius karena sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal sehingga dijuluki “silent killer” atau pembunuh diam-diam.
Banyak warga baru mengetahui tekanan darahnya berada pada level berbahaya setelah mengikuti pemeriksaan melalui Program CKG.
Pola makan tinggi garam, konsumsi makanan berlemak, kurang aktivitas fisik, hingga tingkat stres yang tinggi disebut menjadi faktor utama penyebab meningkatnya kasus hipertensi di Kabupaten Majalengka.
Agus menegaskan, hasil Program CKG menjadi dasar penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun strategi pencegahan dan pelayanan kesehatan yang lebih efektif.
“Kami bersyukur melalui CKG kondisi kesehatan masyarakat dapat diketahui lebih dini. Warga yang mengalami infeksi saluran pernapasan akan segera mendapatkan penanganan medis, sedangkan penderita hipertensi akan kami dorong untuk rutin berobat serta menjalani pola hidup sehat agar komplikasi bisa dicegah,” jelasnya.
Seluruh warga yang terdeteksi mengalami gangguan kesehatan melalui Program CKG akan diarahkan menjalani pemeriksaan lanjutan dan pengobatan di puskesmas maupun fasilitas kesehatan terdekat.
“Sesuai arahan Bupati Majalengka, kami terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Melalui Program CKG ini, kami ingin memberikan pelayanan yang cepat, responsif, dan mampu mendeteksi penyakit sejak dini sehingga penanganannya bisa lebih optimal,” pungkas Agus. (Ast).
