BudayaEntertainmentGaya hidupRagam Daerah

Helaran GPBG 2026 Meriah, Dongkrak Ekonomi Warga hingga Angkat Budaya Garut ke Level Nasional

111
Perhelatan Gebyar Pesona Budaya Garut di Jalan Ahmad Yani, Garut Kota, Sabtu (25/4/2026).

Garut//secondnewsupdate.co.id – Gelaran Gebyar Pesona Budaya Garut (GPBG) 2026 sukses mencuri perhatian publik.

Ribuan warga tumpah ruah memadati kawasan Jalan Ahmad Yani, Garut Kota, untuk menyaksikan Helaran Karnaval yang menjadi pembuka rangkaian acara budaya tahunan tersebut.

Acara dibuka langsung oleh Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, yang menyampaikan optimisme besar terhadap dampak ekonomi dan budaya dari event ini.

Helaran karnaval tahun ini tampil lebih atraktif dengan mengangkat fragmen sejarah perpindahan pusat pemerintahan dari Limbangan ke Garut Kota, sebuah narasi historis yang dikemas dalam parade seni penuh warna.

Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, dalam acara membuka perhelatan Helaran GPBG 2026 Meriah, yang menyampaikan optimisme besar terhadap dampak ekonomi dan budaya dari event ini.

Tak hanya itu, iring-iringan peserta dari berbagai elemen turut memeriahkan suasana. Mulai dari komunitas seni dan budaya, perangkat daerah, perwakilan kecamatan, hingga delegasi dari sejumlah kabupaten/kota dan provinsi di Indonesia.

Masuk KEN 2026, Bukti Garut Dilirik Nasional
Putri mengungkapkan kebanggaannya karena GPBG kini resmi masuk dalam program Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026.

Menurutnya, pencapaian ini menjadi bukti bahwa Garut memiliki daya tarik budaya yang kuat di tingkat nasional.

“Selama hampir 24 tahun GPBG berkiprah, ini adalah hasil perjuangan luar biasa. Kami berharap tahun depan bisa lebih besar dan lebih baik lagi,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa event ini bukan sekadar hiburan, tetapi memiliki efek nyata terhadap perputaran ekonomi masyarakat.

Dengan asumsi ribuan pengunjung berbelanja, dampaknya langsung dirasakan oleh pelaku UMKM, pedagang kaki lima, hingga pelaku ekonomi kreatif lokal.

Jadi Panggung Apresiasi Pelaku Seni
Menurut Putri, GPBG harus menjadi ruang apresiasi sekaligus batu loncatan bagi para pelaku seni di Garut untuk berkembang ke level lebih tinggi.

“Ini momentum penting bagi seniman lokal untuk menunjukkan kualitasnya dan membuka peluang karier yang lebih luas,” tambahnya.

Senada, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyebut kesuksesan GPBG 2026 merupakan hasil kerja kolektif berbagai pihak, termasuk dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Ia menjelaskan, GPBG menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Garut yang semula jatuh pada Februari, namun diundur karena bertepatan dengan bulan Ramadan.

Garut Gumiwang Tanjeur Dangiang
Mengusung tema “Garut Gumiwang Tanjeur Dangiang”, event ini merepresentasikan Garut yang bersinar, tumbuh kokoh, dan menjunjung tinggi nilai budaya luhur.

Hal tersebut tercermin dari berbagai pertunjukan khas seperti Raja Dogar dan Surak Ibra yang memukau penonton.

Dua Event Garut Masuk KEN
Sementara itu, perwakilan Kemenparekraf, Nova Arisne, mengungkapkan bahwa pada tahun ini Garut berhasil meloloskan dua event ke dalam KEN 2026—sebuah pencapaian yang membanggakan.

“Ini membuktikan bahwa Garut memiliki potensi luar biasa, baik dari sisi budaya, kreativitas, maupun kearifan lokal,” jelasnya.

Ia menambahkan, KEN merupakan program strategis untuk meningkatkan daya tarik wisata daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin juga ikut menghadiri acara Helaran GPBG 2026 Meriah, dongkrak ekonomi warga hingga angkat budaya Garut ke Level Nasional

Hiburan Malam Penuh Kreativitas
Setelah helaran siang hari, kemeriahan berlanjut pada malam hari dengan berbagai pertunjukan seni dan hiburan.

Mulai dari Surak Ibra, Tari Dangiang Garut, hingga tarian kolosal. Penonton juga disuguhkan fashion show produk kulit khas Garut, penampilan musik modern-etnik, hingga pertunjukan Wayang Golek Bobodoran yang menutup acara dengan penuh gelak tawa.

Harapan ke Depan Kemenparekraf berharap GPBG terus berkembang melalui peningkatan kualitas kurasi program, tata kelola event, serta pengukuran dampak ekonomi yang lebih terstruktur.

Dengan begitu, GPBG berpotensi menjadi festival budaya berkelas dunia. (Asan/Agung)

Penulis: Asep Santika/Agung Editor: Bama
Exit mobile version