BeritaEntertainmentGaya hidupPendidikanRagam DaerahSejarah

HUT ke-25 Kota Cimahi, Indri Golkar: Jangan Lupakan Jejak Perjuangan Sekber yang Melahirkan Kota Otonom

3507
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Cimahi dari Fraksi Golkar, Indriasari Sih Dewanti, saat menghadiri rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Cimahi ke-25, Minggu (21/6/2026).

Cimahi/secondnewsupdate.co.id – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Kota Cimahi bukan sekadar seremoni tahunan.

Momentum ini menjadi pengingat perjalanan panjang lahirnya Kota Cimahi sebagai daerah otonom yang berdiri sendiri, hasil perjuangan para tokoh masyarakat yang menginginkan kemajuan dan kemandirian bagi wilayah yang dahulu masih berstatus Kota Administratif (Kotif) di bawah Kabupaten Bandung.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Cimahi dari Fraksi Golkar, Indriasari Sih Dewanti, saat menghadiri rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Cimahi ke-25, Minggu (21/6/2026).

Menurut Indri, usia 25 tahun bagi sebuah kota merupakan tonggak sejarah yang sangat penting. Ia mengibaratkan perjalanan Kota Cimahi layaknya perayaan perak dalam sebuah pernikahan, yang menunjukkan kematangan, ketahanan, dan keberhasilan melewati berbagai tantangan pembangunan.

“Usia 25 tahun adalah usia yang istimewa. Jika dalam kehidupan rumah tangga disebut pernikahan perak, maka bagi Kota Cimahi ini adalah bukti perjalanan panjang yang harus disyukuri bersama,” ujar Indri.

Jangan Lupakan Tokoh dan Perjuangan Pemekaran Cimahi

Di tengah euforia perayaan HUT Kota Cimahi, Indri mengingatkan masyarakat agar tidak melupakan sejarah lahirnya Kota Cimahi sebagai daerah otonom.

Menurutnya, kemajuan yang dirasakan saat ini merupakan hasil perjuangan panjang para tokoh yang tergabung dalam Sekretariat Bersama (Sekber) Kota Cimahi.

Perjuangan tersebut, kata dia, dipimpin oleh almarhum Daan Suganda (Almarhum) bersama sejumlah tokoh masyarakat lainnya yang berjuang keras agar Cimahi dapat berdiri sebagai kota mandiri dan memiliki kewenangan mengatur pembangunan daerahnya sendiri.

“Generasi sekarang harus mengetahui bahwa Kota Cimahi yang kita nikmati hari ini lahir dari perjuangan para tokoh pendahulu. Mereka berjuang tanpa pamrih agar Cimahi memiliki masa depan yang lebih baik,” katanya.

Ia menegaskan, sejarah merupakan fondasi penting dalam membangun identitas daerah. Tanpa memahami sejarah, masyarakat akan kehilangan arah dan nilai perjuangan yang telah diwariskan oleh para pendiri kota.

Dari Kota Administratif yang Kumuh Menjadi Kota Modern

Indri juga mengenang kondisi Cimahi pada masa masih berstatus Kota Administratif. 

Saat itu, berbagai kawasan perdagangan dan fasilitas publik belum tertata dengan baik.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah kawasan Jalan Gandawijaya yang dahulu dikenal semrawut karena aktivitas perdagangan yang menggunakan badan jalan.

“Kalau kita melihat Cimahi dulu dan sekarang tentu sangat berbeda. Dulu banyak kawasan yang terlihat kumuh, termasuk Jalan Gandawijaya yang dipenuhi pedagang hingga menggunakan badan jalan. Sekarang wajah kota jauh lebih tertata, bersih, dan nyaman,” ungkapnya.

Transformasi tersebut, menurut Indri, menjadi bukti bahwa perjuangan pemekaran daerah membawa dampak positif terhadap percepatan pembangunan, penataan kota, pelayanan publik, hingga peningkatan kualitas hidup masyarakat.

SDM, Pendidikan dan Infrastruktur Harus Jadi Prioritas

Meski berbagai kemajuan telah dicapai selama seperempat abad terakhir, Indri menilai masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Pemerintah Kota Cimahi.

Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), sektor pendidikan, kesehatan, serta pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan agar Cimahi mampu bersaing dengan kota-kota maju lainnya di Jawa Barat.

Menurutnya, pembangunan fisik harus berjalan beriringan dengan pembangunan karakter dan kualitas masyarakat agar bonus demografi yang dimiliki Kota Cimahi dapat dimanfaatkan secara maksimal.

“Kita ingin Cimahi tidak hanya maju dari sisi pembangunan fisik, tetapi juga memiliki SDM yang unggul, pendidikan yang berkualitas, dan masyarakat yang semakin sejahtera,” katanya.

Soroti Kebutuhan Hotel Berbintang untuk Dongkrak PAD

Dalam kesempatan tersebut, Indri juga menyoroti belum tersedianya hotel berbintang representatif di Kota Cimahi yang dapat menunjang kegiatan pemerintahan, bisnis, maupun investasi.

Menurutnya, keberadaan hotel berbintang akan memberikan efek ekonomi yang besar bagi daerah, mulai dari peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), penciptaan lapangan kerja, hingga mendorong pertumbuhan sektor jasa dan pariwisata.

Selama ini, berbagai kegiatan rapat, seminar, dan pertemuan skala besar masih banyak dilaksanakan di luar Kota Cimahi sehingga potensi ekonomi yang muncul justru dinikmati daerah lain.

“Saya berharap ke depan Cimahi memiliki hotel yang representatif dan megah. Jangan sampai kegiatan besar selalu dilaksanakan di luar daerah. Akan lebih baik jika seluruh aktivitas tersebut bisa dilakukan di Cimahi sehingga PAD-nya juga kembali untuk masyarakat Cimahi,” tegasnya.

Menuju Cimahi yang Semakin Mantap dan Berdaya Saing

Memasuki usia ke-25 tahun, Indri optimistis Kota Cimahi akan terus berkembang menjadi kota yang modern, berdaya saing, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, DPRD, dunia usaha, akademisi, serta generasi muda untuk menjaga semangat kebersamaan dan melanjutkan cita-cita para pendiri Kota Cimahi.

“Selamat Hari Jadi Kota Cimahi ke-25. Semoga Kota Cimahi semakin maju, semakin mantap, semakin bahagia masyarakatnya, dan terus menjadi kota yang membanggakan bagi seluruh warganya. Jangan pernah melupakan sejarah perjuangan para pendahulu yang telah mengantarkan Cimahi menjadi kota otonom seperti saat ini,” pungkasnya. (Bagdja)

Exit mobile version