Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
AgamaBeritaBudayaInformatikaRagam DaerahSosial

Iduladha 1447 H, Bupati Garut Serukan Semangat Kurban dan Kepedulian Sosial untuk Bangun Daerah

111
×

Iduladha 1447 H, Bupati Garut Serukan Semangat Kurban dan Kepedulian Sosial untuk Bangun Daerah

Sebarkan artikel ini
Foto Kiri : Ribuan warga tampak memadati kawasan lapangan Otto Iskandar Di Nata untuk mengikuti salat berjamaah yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Foto Kanan : Khutbah KH. Ena Sumpena menyampaikan pesan tentang pentingnya meningkatkan ketakwaan dan amal saleh di momentum Iduladha.”

Garut/secondnewsupdate.co.id – Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengajak masyarakat menjadikan momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah sebagai sarana memperkuat kepedulian sosial, semangat gotong royong, dan pengorbanan demi kemajuan daerah.

Ajakan tersebut disampaikan saat pelaksanaan Salat Iduladha yang digelar di Alun-Alun Garut, Kecamatan Garut Kota, Rabu (27/5/2026). 

Example 300x600

Ribuan warga tampak memadati kawasan lapangan Otto Iskandar Di Nata untuk mengikuti salat berjamaah yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan.

Salat Iduladha dipimpin oleh KH. Muhammad Shufina sebagai imam, sementara khutbah disampaikan KH. Ena Sumpena dengan tema Hakikat Ibadah Kurban dan Maqashidus Syariah.

Dalam sambutannya, Syakur menekankan bahwa keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS tidak hanya dimaknai sebagai bentuk ketaatan spiritual, tetapi juga pengorbanan nyata demi kepentingan umat dan masyarakat luas.

“Pembangunan Garut tidak cukup hanya mengandalkan program pemerintah dan anggaran semata. Dibutuhkan kepekaan sosial, semangat gotong royong, serta kepedulian antarsesama,” ujar Abdusy di hadapan jamaah.

Menurutnya, semangat Iduladha harus menjadi energi kolektif masyarakat untuk memperkuat solidaritas sosial di tengah berbagai tantangan pembangunan daerah.

Selain menyinggung makna kurban, Syakur juga menyampaikan perkembangan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. 

Pemerintah Kabupaten Garut telah melepas sebanyak 174 jemaah calon haji yang tergabung dalam Kloter 22 Kertajati.

Ia mengungkapkan, jumlah jemaah haji asal Garut tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Hal tersebut merupakan dampak kebijakan pemerintah pusat dalam pemerataan kuota keberangkatan haji nasional.

“Meskipun jumlahnya berkurang, kita tetap bersyukur dan terus mendoakan seluruh jemaah haji asal Garut diberikan kesehatan, kelancaran, keselamatan, dan kembali menjadi haji serta hajah yang mabrur dan mabruroh,” katanya.

Sementara itu, Ena dalam khutbahnya mengingatkan pentingnya memanfaatkan sisa usia dengan memperbanyak amal saleh dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Ia menjelaskan bahwa ibadah kurban memiliki makna mendalam sebagai bentuk pengabdian dalam menjaga agama atau hifz ad-din dalam konsep maqashidus syariah.

Ena juga mengajak masyarakat yang belum berkesempatan menunaikan ibadah haji agar tetap memperbanyak amal ibadah pada momentum Iduladha, mulai dari berkurban hingga menjalankan puasa Arafah.

“Kalau belum mampu berhaji, maka ibadah kurban menjadi amal terbaik di Hari Raya Iduladha. Jika belum mampu berkurban, maka laksanakan saum Arafah. Dan jika itu pun belum bisa, maka hadir dan bersyukur bersama di Alun-Alun Garut ini pun menjadi bagian dari meningkatkan kesalehan kepada Allah SWT,” tuturnya.

Suasana Iduladha di pusat Kota Garut tahun ini berlangsung penuh kekhidmatan sekaligus menjadi momentum mempererat persatuan masyarakat dalam semangat berbagi dan kepedulian sosial. (Asan)

Penulis: Asep Santika Editor: Bama
Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600