BeritaRagam Daerah

Jambore Akbar Cepot Motah Indonesia di Punclut: Tommy Subagja Tegaskan Organisasi Harus Tertib, Solid dan Bersih dari Narkoba

114
Jambore Akbar Cepot Motah Indonesia yang digelar di Angkringan Teh Ita, kawasan Punclut, Bandung, Minggu (13/9/2026).

Jawa Barat, Bandung l secondnewsupdate.id — Jambore Akbar Cepot Motah Indonesia yang digelar di Angkringan Teh Ita, kawasan Punclut, Bandung, Minggu (13/9/2026).

Menjadi ajang mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi.

Kegiatan tersebut diikuti jajaran dan anggota Cepot Motah Indonesia dari berbagai chapter.

Selain membangun suasana kekeluargaan, jambore juga dimanfaatkan untuk menegaskan pentingnya tertib administrasi, kejelasan identitas anggota, serta menjaga nama baik organisasi.

Ketua Umum Cepot Motah Indonesia, Tommy Subagja, mengatakan konsolidasi organisasi menjadi bagian penting dalam membangun paguyuban yang solid dan memiliki arah perkembangan yang jelas.

Menurut Tommy, penertiban keanggotaan diperlukan agar tidak terjadi klaim sepihak dari pihak-pihak yang mengatasnamakan Cepot Motah Indonesia tanpa memiliki identitas keanggotaan yang sah.

Ia menegaskan, anggota resmi harus memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) maupun nomor registrasi yang diterbitkan melalui mekanisme organisasi.

“Apabila ada anggota Cepot Motah yang tidak memiliki KTA atau nomor registrasi, maka perlu dipastikan kembali statusnya.

Keanggotaan resmi memiliki nomor registrasi dan identitas yang dikeluarkan melalui mekanisme organisasi,” ujar Tommy.

23 Chapter, Sekitar 1.000 Anggota

Tommy mengungkapkan, Cepot Motah Indonesia saat ini telah berkembang dengan sekitar 23 chapter. Dari jumlah tersebut, sekitar 15 chapter disebut telah memiliki Surat Keputusan (SK).

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa organisasi mulai memiliki jaringan yang cukup luas. 

Sejumlah chapter bahkan telah tersebar hingga berbagai wilayah dan tingkat kecamatan.

Tak hanya dari sisi wilayah, jumlah anggota juga mengalami pertumbuhan. Dalam kurun waktu sekitar tiga tahun, jumlah anggota Cepot Motah Indonesia disebut telah mencapai kurang lebih 1.000 orang.

Tommy menilai perkembangan tersebut menjadi modal penting untuk membawa Cepot Motah Indonesia menjadi wadah persaudaraan yang semakin besar dan mampu memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat.

“Cepot Motah Indonesia adalah wadah silaturahmi dan persaudaraan. Karena itu, seluruh anggota harus menjunjung tinggi persaudaraan, kekeluargaan dan kebersamaan,” katanya.

Ia pun mengingatkan seluruh anggota agar tidak hanya membawa identitas organisasi, tetapi juga mampu menjaga marwah dan nama baik Cepot Motah Indonesia melalui perilaku yang bijak, tertib dan bertanggung jawab.

Target Jadi Wadah Nasional

Ke depan, Cepot Motah Indonesia akan terus melakukan pengembangan organisasi, termasuk membuka ruang bagi masyarakat yang ingin bergabung dan memiliki komitmen terhadap kegiatan-kegiatan positif.

Tommy menyebut tahun 2026 sebagai salah satu fase penting dalam perjalanan organisasi.

“Ini merupakan salah satu awal perjuangan saya di tahun 2026. Ke depan Cepot Motah Indonesia akan terus berkembang dan menjadi wadah nasional yang lebih besar,” ungkapnya.

Menurutnya, kekuatan utama sebuah organisasi bukan semata-mata terletak pada jumlah anggota, melainkan pada kemampuan seluruh anggota menjaga solidaritas dan menjalankan organisasi sesuai aturan yang telah disepakati.

Tegas Tolak Penyalahgunaan Obat Terlarang

Dalam jambore tersebut, Tommy juga menyampaikan sikap tegas Cepot Motah Indonesia terhadap penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

Ia menegaskan bahwa organisasi tidak ingin identitas dan nama baik anggotanya dikaitkan dengan aktivitas yang dapat merusak masa depan generasi muda.

“Kami menolak adanya penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Kita harus menjaga nama baik organisasi dan menjaga regenerasi anak bangsa ke depan,” tegas Tommy.

Pesan tersebut, kata dia, menjadi bagian dari komitmen organisasi untuk membangun lingkungan yang positif sekaligus mendorong seluruh anggota menjauhi tindakan yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga maupun masyarakat.

Melalui Jambore Akbar Cepot Motah Indonesia, Tommy berharap hubungan antaranggota dan antarchapter semakin erat. 

Ia juga mendorong seluruh jajaran untuk menjaga komunikasi serta membangun sinergi dengan masyarakat dan pemerintah.

“Yang paling penting adalah menjaga persaudaraan, kebersamaan dan marwah Cepot Motah Indonesia. Kita ingin Cepot Motah menjadi wadah yang tertib, positif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (Burhan)

Exit mobile version