Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaKesehatanRagam Daerah

Jelang Operasional MBG, 100 Relawan SPPG Wangunjaya Jalani Cek Kesehatan Gratis, Tata Kelola Program Masih Dievaluasi

115
×

Jelang Operasional MBG, 100 Relawan SPPG Wangunjaya Jalani Cek Kesehatan Gratis, Tata Kelola Program Masih Dievaluasi

Sebarkan artikel ini
Kepala SPPG Wangunjaya 2, Argymnasthiar Ramadhana, usai diwawancarai

Garut/secondnewsupdate.co id – Persiapan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Garut terus dimatangkan. 

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memastikan seluruh relawan dan tenaga dapur berada dalam kondisi sehat melalui pemeriksaan kesehatan menyeluruh.

Example 300x600

Sebanyak 100 relawan dan staf dari SPPG Wangunjaya 2 serta SPPG Wangunjaya 3 mengikuti kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar di SMA Daruttibyan, Kampung Cilengkeng RT 01 RW 05, Desa Wangunjaya, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Sabtu (4/7/2026).

Kegiatan yang berkolaborasi dengan Puskesmas Banjarwangi tersebut menjadi bagian penting dalam tahapan akhir persiapan operasional dapur MBG.

Pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk memastikan seluruh petugas yang akan menangani proses pengolahan makanan memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan.

Kepala SPPG Wangunjaya 2, Argymnasthiar Ramadhana, menjelaskan bahwa kesehatan para relawan merupakan faktor utama dalam menjaga kualitas makanan bergizi yang nantinya akan didistribusikan kepada para penerima manfaat.

“Melalui pemeriksaan kesehatan ini kami ingin memastikan seluruh relawan dan staf berada dalam kondisi prima sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik saat program mulai berjalan,” ujarnya.

Ia menerangkan, masing-masing SPPG mengirimkan sekitar 50 peserta sehingga total terdapat 100 orang yang menjalani pemeriksaan kesehatan.

Sementara relawan yang belum sempat hadir akan dijadwalkan mengikuti pemeriksaan pada kesempatan berikutnya.

Menurut Argymnasthiar, kualitas bahan pangan yang baik harus didukung oleh petugas yang sehat agar proses pengolahan makanan berlangsung secara higienis, aman, dan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Meski berbagai persiapan terus dilakukan, pelaksanaan operasional Program MBG yang sebelumnya diproyeksikan dimulai pada 13 Juli 2026 masih menunggu keputusan resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN). 

Saat ini pemerintah pusat masih melakukan evaluasi terhadap tata kelola program secara menyeluruh.

Evaluasi tersebut mencakup sistem pengelolaan dapur, mekanisme operasional, administrasi, hingga berbagai aspek teknis lainnya guna memastikan pelaksanaan program berjalan lebih efektif dan akuntabel.

“Kami masih menunggu arahan resmi dari pusat. Apakah pelaksanaan tetap sesuai jadwal atau mengalami penyesuaian, semuanya masih menunggu hasil evaluasi yang sedang berlangsung,” jelasnya.

Terkait isu mengenai kemungkinan perubahan sasaran Keluarga Penerima Manfaat (KPM), termasuk wacana penyesuaian penerima manfaat bagi siswa dari keluarga yang tergolong mampu secara ekonomi, Argymnasthiar menegaskan belum ada keputusan final.

“Semua masih dalam tahap pembahasan dan kajian. Baik untuk jenjang SMA maupun sasaran penerima lainnya, sampai saat ini belum ada kebijakan resmi dari BGN,” tegasnya.

Melalui pemeriksaan kesehatan ini, SPPG Wangunjaya 2 dan SPPG Wangunjaya 3 menegaskan komitmennya membangun sistem pengelolaan dapur MBG yang profesional, higienis, dan memenuhi standar keamanan pangan. 

Langkah tersebut diharapkan menjadi fondasi penting dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Garut saat resmi dioperasikan nanti. (Asan).

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600