EntertainmentGaya hidupRagam Daerah

KASTARA Hadirkan RAME di Teluknaga, Ruang Kolaborasi Musisi Tangerang Utara untuk Berkarya dan Bersilaturahmi

531
Komunitas Komunikasi Seni dan Budaya Tangerang Utara (KASTARA) terus mendorong perkembangan ekosistem seni dan musik lokal melalui program RAME (Ruang Apresiasi Musik & Ekspresi).

Kabupaten Tangerang, Banten | secondnewsupdate.co.id – Komunitas Komunikasi Seni dan Budaya Tangerang Utara (KASTARA) terus mendorong perkembangan ekosistem seni dan musik lokal melalui program RAME (Ruang Apresiasi Musik & Ekspresi). 

Program yang diketuai Ragil Bahraen ini menjadi wadah bagi musisi, kreator, dan pencinta musik untuk bertemu, berkolaborasi, serta mengekspresikan karya.

Kegiatan RAME digelar di Kopi Abah, Kampung Melayu Barat, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, pada Jumat (2/10/2026). 

Acara tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus ruang apresiasi bagi para pelaku dan pencinta musik dari berbagai kalangan.

Kegiatan ini turut mengundang perwakilan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Tangerang, forum lingkungan hidup, serta pencinta musik dari wilayah Tangerang Utara dan Kota Tangerang.

Ketua panitia RAME, Ragil Bahraen, mengatakan kegiatan tersebut mengusung konsep jam session yang melibatkan kolaborasi lima band atau lebih.

Konsep ini dirancang untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus membangun kebersamaan di antara pencinta musik lintas genre di Tangerang.

“Jam session ini merupakan kolaborasi dari lima band bahkan lebih. Tujuannya untuk mempererat tali silaturahmi antarpecinta musik dari berbagai genre di Tangerang,” ujar Ragil.

Dimeriahkan Band Lokal dan Didukung Komunitas

Suasana RAME semakin semarak dengan penampilan band Ceklis yang diperkuat Wali Agung sebagai vokalis, Fani Doyok pada drum, David pada bass, serta Renza dan Ragil pada gitar.

Penampilan band STOURING turut menjadi penutup rangkaian acara, terselenggaranya kegiatan ini juga mendapat dukungan dari sejumlah sponsor, pelaku usaha, dan komunitas, di antaranya F-Sound, Click Tech yang mendukung kebutuhan audio dan pencahayaan, SBR (Selalu Bersama Rakyat), Forum Masyarakat Peduli Lingkungan Desa Kampung Melayu Barat, Indera Waspada Negara Rahardja, Temen Ngopi H. Kholid, Komunitas 90s Rock, Rice Willing UD Tani Makmur, Zu’hwalan Studio, Kopi Abah, serta Trial Musik.

Dukungan berbagai pihak tersebut menjadi bagian penting dalam menghadirkan ruang pertunjukan musik yang terbuka dan mempertemukan komunitas dengan latar belakang berbeda.

Berawal dari Kumpul Komunitas

Ragil menjelaskan, gagasan RAME berawal dari kebiasaan berkumpul para anggota komunitas pencinta musik. 

Dari pertemuan tersebut, muncul keinginan untuk menyediakan ruang yang memungkinkan musisi dan penikmat musik berekspresi, bersilaturahmi, serta berbagi pengalaman dan pengetahuan seputar dunia musik.

Menurutnya, RAME bukan sekadar panggung pertunjukan, melainkan ruang terbuka bagi para penampil, kreator, dan penikmat musik untuk bertemu, berkarya, berkolaborasi, serta saling mengapresiasi.

Setiap orang memiliki kesempatan untuk tampil, berbagi ide, memberikan kontribusi, atau sekadar menikmati dan mendukung karya musisi lainnya.

“Musik bukan hanya tentang siapa yang tampil, tetapi juga tentang siapa yang mendengar, mengapresiasi, dan ikut membuatnya hidup. RAME menjadi tempat karya bertemu dan musik menemukan ruangnya,” ungkap Ragil.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus berkembang menjadi ruang kreatif yang memperluas jejaring antarmusisi sekaligus memperkuat solidaritas komunitas seni dan budaya di Tangerang.

“Datang membawa karya, pulang membawa koneksi. Bersama-sama, kita bikin RAME,” tambahnya.

Perkuat Solidaritas Komunitas Seni Tangerang Utara

Ragil menilai, lingkungan yang saling menghargai menjadi salah satu faktor penting bagi tumbuhnya kreativitas. 

Ketika musisi mendapatkan ruang untuk menunjukkan karya dan memperoleh apresiasi, mereka memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang serta membangun hubungan positif dengan sesama pelaku seni.

Kegiatan KASTARA sendiri telah dilaksanakan di sejumlah kecamatan di wilayah Tangerang Utara, di antaranya Teluknaga, Kosambi, Pakuhaji, Sepatan, dan Sepatan Timur.

Kehadiran para pencinta musik dari Kota Tangerang dalam kegiatan RAME juga menjadi bentuk solidaritas dan dukungan terhadap KASTARA. 

Pertemuan lintas wilayah tersebut diharapkan dapat memperluas jaringan komunitas sekaligus membuka peluang kolaborasi baru bagi para pelaku musik lokal.

Melalui RAME, KASTARA ingin menegaskan bahwa musik tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga media untuk membangun persaudaraan, mempertemukan gagasan, dan menghidupkan kreativitas masyarakat. (Dia)

Exit mobile version