BeritaHukumRagam DaerahSosial

Kemarau 5 Bulan, Warga Gunung Geulis Sumedang Krisis Air Bersih, Polda Jabar Kirim 10 Ribu Liter

113
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan mengatakan, kemarau panjang menyebabkan ketersediaan air bersih di wilayah tersebut semakin terbatas. Kondisi itu bahkan membuat warga harus membeli air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Jawa Barat, Sumedang l secondnewsupdate.co id — Musim kemarau berkepanjangan mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat di kawasan Gunung Geulis, Kabupaten Sumedang.

Selama kurang lebih lima bulan, warga harus berjibaku memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari.

Melihat kondisi tersebut, Polda Jawa Barat kembali turun tangan dengan menyalurkan bantuan air bersih sekaligus sembako kepada masyarakat, Jumat (4/9/2026).

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan mengatakan, kemarau panjang menyebabkan ketersediaan air bersih di wilayah tersebut semakin terbatas. Kondisi itu bahkan membuat warga harus membeli air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

“Sudah lima bulan musim kemarau ini memengaruhi ketersediaan air bersih. Saat ini masyarakat sangat kekurangan. Ketika ada yang memberikan bantuan, tentunya sangat disyukuri oleh warga,” kata Hendra.

Menurutnya, warga harus mengeluarkan biaya sekitar Rp5.000 hingga Rp6.000 per galon untuk mendapatkan air bersih. 

Dalam sehari, kebutuhan satu keluarga bisa mencapai empat hingga lima galon.

Kondisi tersebut tentu menjadi beban tambahan, terutama bagi masyarakat dengan penghasilan tidak tetap.

Karena itu, Polda Jabar secara rutin melakukan distribusi air bersih ke wilayah yang terdampak kekeringan. 

Dalam penyaluran kali ini, sebanyak 10.000 liter air bersih dikirim menggunakan dua unit truk tangki, masing-masing berkapasitas 5.000 liter.

“Kita sudah secara rutin setiap minggu melakukan drop air kepada masyarakat, kurang lebih 5.000 sampai 15.000 liter. Untuk hari ini yang kita berikan kurang lebih 10.000 liter atau dua tangki,” jelasnya.

Hendra memastikan bantuan air bersih tersebut akan terus dilakukan selama musim kemarau masih berlangsung.

“Nanti akan kita rutinkan terus sampai musim kemarau ini berhenti,” tegasnya.

Tak Hanya Air Bersih, Polda Jabar Salurkan Sembako

Kepedulian Polda Jabar tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan air. Sejumlah paket sembako juga diberikan kepada warga yang terdampak kondisi kemarau panjang.

Hendra menjelaskan, kekeringan turut memberikan tekanan terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Sebagian penerima bantuan merupakan buruh lepas dan warga yang sudah memasuki masa pensiun.

“Ketika mereka kekurangan air minum, kebutuhan sembako mereka juga ikut terdampak. Dari pekerjaan mereka ada yang pensiunan dan ada juga buruh lepas. Jadi sangat bermanfaat apabila mereka mendapatkan sembako,” ungkapnya.

Menurut Hendra, bantuan tersebut diharapkan dapat sedikit meringankan beban masyarakat, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi.

Wujud Nyata Kehadiran Polri di Tengah Masyarakat

Penyaluran air bersih dan sembako ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Polda Jabar menghadirkan kepolisian di tengah masyarakat, terutama ketika warga menghadapi situasi sulit akibat bencana kekeringan.

“Kehadiran aparat dan pemerintah kepada warga ini betul-betul ditunggu oleh mereka. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat dan meringankan beban masyarakat,” tuturnya.

Polda Jabar juga mengajak masyarakat, dunia usaha, maupun pihak lain yang memiliki kemampuan untuk ikut bergotong royong membantu warga yang mengalami kesulitan air bersih.

Semangat kepedulian bersama dinilai penting agar masyarakat yang terdampak kemarau panjang tidak menghadapi persoalan tersebut seorang diri. (Burhan)

Exit mobile version