BeritaRagam DaerahSosial

Kemarau Mengering, Sumur Bor Hadir di Ciluncat: ABPEDNAS-Sucofindo Pastikan Warga Tak Kesulitan Air

111
Ketua DPC ABPEDNAS Kabupaten Bandung, Firmansyah Lesmana, mengatakan kehadiran sumur bor tersebut menjadi langkah nyata untuk membantu masyarakat, terlebih pembangunan dilakukan ketika kebutuhan air bersih semakin meningkat akibat musim kemarau.

KAB BANDUNG, JABAR | secondnewsupdate.co.id – Di tengah musim kemarau yang mulai berdampak terhadap ketersediaan air di sejumlah wilayah, kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat diwujudkan melalui pembangunan sarana air bersih.

Kolaborasi antara Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Kabupaten Bandung, Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung, dan PT Sucofindo (Persero) menghadirkan sebuah sumur bor air bersih di Kompleks Perumahan Parahyangan Kencana (Parken), Desa Ciluncat, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung.

Fasilitas tersebut resmi diresmikan bertepatan dengan rangkaian peringatan HUT ke-70 PT Sucofindo (Persero).

Mengusung tema “Mengabdi, Jaga Air Bersih untuk Negeri”, kegiatan tersebut juga membawa semangat “Air Bersih untuk Semua, Lingkungan Lebih Sehat, Bersama Membangun Kolaborasi untuk Masa Depan.” pada Kamis (17/9/2026) siang.

Ketua DPC ABPEDNAS Kabupaten Bandung, Firmansyah Lesmana, mengatakan kehadiran sumur bor tersebut menjadi langkah nyata untuk membantu masyarakat, terlebih pembangunan dilakukan ketika kebutuhan air bersih semakin meningkat akibat musim kemarau.

“Alhamdulillah program tersebut hadir pada momentum musim kemarau. Jadi memang bertepatan dengan kondisi saat ini yang membuat kebutuhan air bersih semakin penting bagi masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung,” kata Firmansyah.

Menurutnya, persoalan air bersih tidak dapat ditangani oleh satu pihak saja. 

Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, BUMN, aparat penegak hukum, organisasi masyarakat, serta warga.

“Hari ini ABPEDNAS Kabupaten Bandung berkolaborasi bersama Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung dan PT Sucofindo, membangun sarana air bersih di wilayah Desa Ciluncat, Kecamatan Cangkuang,” ujarnya.

Firmansyah berharap sumur bor tersebut dapat memberikan manfaat secara langsung bagi warga sekitar sekaligus menjadi bagian dari kontribusi bersama dalam mendukung pembangunan desa.

“Semoga dengan dibangunnya sarana air bersih karya ABPEDNAS Kabupaten Bandung bersama Sucofindo dan Kejaksaan ini bisa memberikan nilai manfaat untuk warga sekitar,” tambahnya.

Kemarau Tekan Ketersediaan Air

Firmansyah menilai musim kemarau menjadi salah satu alasan penting mengapa pembangunan sarana air bersih harus terus didorong.

Penurunan debit air di sejumlah wilayah, kata dia, membuat sebagian masyarakat mulai menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih.

“Musim kemarau tentu membuat debit air berkurang dan di beberapa wilayah sudah ada kekeringan. Maka kami ABPEDNAS Kabupaten Bandung hadir untuk masyarakat Kabupaten Bandung dengan menggandeng PT Sucofindo untuk membangun sarana air bersih,” tuturnya.

Ia juga mengapresiasi kehadiran berbagai unsur dalam peresmian tersebut, mulai dari Pemerintah Kabupaten Bandung, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung, Badan Kesbangpol, Kecamatan Cangkuang, pemerintah desa, Apdesi, BPD hingga tokoh masyarakat Desa Ciluncat.

Bagi ABPEDNAS Kabupaten Bandung, pembangunan sumur bor tersebut juga memiliki makna tersendiri.

Pasalnya, tahun 2026 menjadi momentum berakhirnya masa bakti anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Kabupaten Bandung.

Firmansyah menyebut sarana air bersih tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi dan kado bagi para anggota BPD yang memasuki masa purna tugas.

“Tahun 2026 di Kabupaten Bandung, anggota BPD se-Kabupaten Bandung habis masa baktinya. Tentu ini menjadi kado terbaik kami ABPEDNAS Kabupaten Bandung untuk para purna BPD se-Kabupaten Bandung,” katanya.

Meski masa pengabdian sebagai anggota BPD berakhir, Firmansyah berharap semangat membangun desa tetap berlanjut.

“Walaupun sahabat-sahabat kami anggota BPD yang hari ini tidak lagi menjadi anggota BPD, tetapi kita tetap bersama-sama membangun desa untuk Indonesia yang lebih maju,” ujarnya.

Sucofindo Perluas Kontribusi Sosial

Sementara itu, Kepala Cabang PT Sucofindo, Dewi Mindasari, mengatakan peringatan HUT ke-70 Sucofindo tidak sekadar menjadi momentum internal perusahaan.

Perayaan tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkuat kontribusi perusahaan melalui berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Di ulang tahun ke-70, Sucofindo tidak hanya fokus pada perayaan internal, tetapi kami memfokuskan untuk berbagi. Sumur bor ini merupakan salah satu inisiatif untuk berbagi,” ujar Dewi.

Ia menjelaskan, berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan dilakukan melalui jaringan cabang Sucofindo di sejumlah daerah.

Program tersebut antara lain pembangunan sumur bor dan renovasi sekolah.

“Di Sucofindo sendiri kita punya 29 cabang, jadi minimal ada 29 titik. Di beberapa cabang ada yang membangun dua atau tiga. Untuk Bandung sendiri kita ada bangun dua sumur bor, satu di sini dan satu di daerah Garut,” jelasnya.

Dewi menegaskan bahwa air bersih merupakan kebutuhan dasar yang manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat.

Karena itu, ia berharap sumur bor yang telah dibangun dapat dimanfaatkan sekaligus dirawat bersama agar manfaatnya tidak berhenti dalam jangka pendek.

“Karena air merupakan kebutuhan dasar, sangat diharapkan di tengah kekeringan. Sucofindo bisa hadir langsung ke masyarakat dan mewujudkan bahwa kami tidak hanya bekerja, tetapi juga memberikan manfaat nyata dalam bentuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat,” katanya.

Dewi juga menitipkan pesan kepada masyarakat agar fasilitas tersebut dijaga dengan baik.

“Semoga air yang kami sampaikan bisa memberi manfaat, bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya, bisa dijaga, dan bisa membantu generasi-generasi muda serta menjadi amal ibadah,” tuturnya.

Tiga Desa Hadapi Kekurangan Air

Dukungan terhadap pembangunan sumur bor turut disampaikan Camat Cangkuang, Rudy Hartono.

Ia menyampaikan apresiasi kepada ABPEDNAS Kabupaten Bandung, Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung, dan PT Sucofindo yang telah menghadirkan sarana air bersih bagi masyarakat.

“Atas nama seluruh warga masyarakat Kecamatan Cangkuang, khususnya Desa Ciluncat, saya sangat berterima kasih dan mengapresiasi diresmikannya sumur bor atas inisiasi ABPEDNAS Kabupaten Bandung, Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung, dan PT Sucofindo,” kata Rudy.

Menurut Rudy, persoalan keterbatasan air mulai dirasakan sejumlah desa di Kecamatan Cangkuang ketika musim kemarau berlangsung.

“Sampai dengan saat ini baru tiga desa yang kebetulan ada kekurangan air, tetapi masih bisa kita tangani,” ujarnya.

Dengan adanya sumur bor di kawasan tersebut, ia berharap fasilitas itu dapat membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat, termasuk warga Desa Ciluncat dan Bandasari.

“Alhamdulillah, dengan ditempatkannya sumur bor ini, barangkali bisa membantu terhadap dua desa yaitu Bandasari dan Ciluncat,” katanya.

Warga Sambut Positif

Sementara itu, Ketua RT 3 Parken, Agus Rukman, menyambut baik pembangunan sumur bor tersebut.

Menurutnya, warga di lingkungan sekitar memang membutuhkan tambahan sumber air, terutama ketika pasokan dari PDAM mengalami gangguan.

“Alhamdulillah bisa membantu warga yang kekurangan air. Kekurangan air karena PDAM kan sering mati,” ujar Agus.

Ia berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan warga yang mengalami keterbatasan pasokan air.

“Ya alhamdulillah bisa membantu semua warga yang kekurangan air itu. Paling satu dua RT,” katanya.

Agus pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menghadirkan fasilitas air bersih tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada ABPEDNAS sama PT Sucofindo yang telah membantu air jernih sumur bor,” pungkasnya. (Apih)

Penulis: Apih Igun Ruhiyat Editor: Bama
Exit mobile version