BeritaInformatikaRagam Daerah

Kepala Desa Simpen Kaler Usulkan SMK Pertanian di Limbangan Garut, Siapkan Generasi Petani Modern dan SDM Unggul

114
Kepala Desa Simpen Kaler, Wawan S, yang menilai potensi pertanian di kawasan Garut Utara sangat besar dan membutuhkan dukungan pendidikan vokasi agar mampu melahirkan generasi petani yang profesional, inovatif, serta siap menghadapi tantangan pertanian modern.

Jawa Barat, Garut l secondnewsupdate .co.id – Gagasan pendirian Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berbasis pertanian di wilayah Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, mencuat sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus memperkuat sektor pertanian di Garut Utara.

Usulan tersebut disampaikan Kepala Desa Simpen Kaler, Wawan S, yang menilai potensi pertanian di kawasan Garut Utara sangat besar dan membutuhkan dukungan pendidikan vokasi agar mampu melahirkan generasi petani yang profesional, inovatif, serta siap menghadapi tantangan pertanian modern.

Menurut Wawan, keberadaan SMK Pertanian akan menjadi investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah. Selain membekali para siswa dengan keterampilan teknis, sekolah tersebut juga diharapkan mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan praktik lapangan dalam pengelolaan sektor pertanian.

“Garut Utara memiliki lahan pertanian yang sangat luas dan produktif. Sudah saatnya kita memiliki lembaga pendidikan kejuruan yang fokus mencetak tenaga-tenaga muda profesional di bidang pertanian. Ini merupakan investasi jangka panjang untuk kemajuan daerah,” ujar Wawan, Sabtu (25/7/2026).

Ia menjelaskan, lulusan SMK Pertanian nantinya tidak hanya dipersiapkan menjadi tenaga kerja terampil, tetapi juga mampu menjadi pelaku usaha di sektor agribisnis. 

Dengan bekal ilmu pertanian modern, mereka diharapkan mampu meningkatkan produktivitas hasil pertanian, menciptakan inovasi, hingga membuka lapangan pekerjaan baru.

Selain menjadi pusat pendidikan vokasi, sekolah tersebut juga diharapkan berkembang menjadi pusat pengembangan teknologi pertanian yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, serta masyarakat dalam mendorong kemajuan sektor pertanian.

Wawan menambahkan, kehadiran SMK Pertanian diyakini dapat menjadi solusi dalam mengurangi angka pengangguran di kalangan generasi muda. 

Para lulusan nantinya didorong menjadi wirausahawan muda yang mampu mengelola usaha pertanian secara mandiri, produktif, dan berdaya saing.

Ia berharap usulan tersebut mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Garut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kementerian Pendidikan, serta instansi terkait agar dapat direalisasikan sebagai bagian dari upaya membangun pendidikan vokasi yang selaras dengan potensi daerah.

Gagasan tersebut mendapat sambutan positif dari sejumlah tokoh masyarakat dan kalangan petani di Garut Utara. Mereka menilai keberadaan SMK Pertanian akan menjadi langkah nyata dalam menciptakan regenerasi petani yang berkualitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Apabila dapat diwujudkan, SMK Pertanian di Limbangan diharapkan menjadi pusat pendidikan vokasi unggulan yang melahirkan SDM pertanian yang inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu mendorong kemajuan sektor pertanian Kabupaten Garut di masa depan. (Agung)

Exit mobile version