Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaInformatikaRagam Daerah

Kepala LLDIKTI Wilayah IV Tinjau Kesiapan Kampus UNITOP dan Polytechnic Volunteer di Kabupaten Tangerang

510
×

Kepala LLDIKTI Wilayah IV Tinjau Kesiapan Kampus UNITOP dan Polytechnic Volunteer di Kabupaten Tangerang

Sebarkan artikel ini

Kab Tangerang/ secondnewsupdate.co.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV mulai mematangkan rencana pendirian dua perguruan tinggi vokasi baru yang diproyeksikan menjawab kebutuhan tenaga kerja profesional di sektor industri, pariwisata, hingga kesehatan.

Kesiapan tersebut ditinjau langsung Kepala LLDIKTI Wilayah IV bersama tim saat melakukan kunjungan lapangan ke lokasi pembangunan Kampus UNITOP dan Kampus Polytechnic Volunteer di Kabupaten Tangerang, Selasa (19/5/2026).

Example 300x600

Kedatangan rombongan disambut Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja.

Dalam keterangannya, Soma Atmaja menjelaskan bahwa dua kampus vokasi tersebut dirancang untuk mencetak lulusan yang siap terjun langsung ke dunia kerja.

Kampus Universal Tourism Polytechnic (UNITOP) akan fokus pada bidang hospitality dan industri pariwisata, sedangkan Polytechnic Volunteer yang berada di bawah naungan Palang Merah Indonesia Kabupaten Tangerang diarahkan pada pendidikan kesehatan vokasi.

Menurutnya, konsep pendidikan vokasi memiliki pendekatan berbeda dibanding perguruan tinggi akademik karena lebih menitikberatkan praktik kerja lapangan dengan komposisi sekitar 70 hingga 80 persen praktik dan sisanya teori.

“Dua kampus ini memang disiapkan untuk menghasilkan lulusan yang siap kerja dan sesuai kebutuhan industri saat ini,” ujar Soma.

Ia menilai Kabupaten Tangerang saat ini berkembang pesat sebagai pusat industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). Pertumbuhan hotel, restoran, kafe, ruang konvensi hingga penyelenggaraan event nasional dan internasional dinilai membutuhkan banyak tenaga profesional di bidang hospitality dan pengelolaan acara.

“Kami melihat kebutuhan SDM hospitality terus meningkat. Karena itu daerah harus mampu menyiapkan tenaga profesional yang kompeten untuk mendukung berbagai kegiatan nasional maupun internasional,” katanya.

Selain sektor pariwisata, Pemkab Tangerang juga menaruh perhatian besar pada penguatan pendidikan vokasi kesehatan.

Melalui Polytechnic Volunteer, sejumlah program studi yang dipersiapkan di antaranya teknologi bandara, fisioterapi, dan gizi.

Program tersebut dinilai memiliki prospek kerja yang tinggi karena kebutuhan tenaga profesional di rumah sakit, klinik, hingga lembaga pelayanan kesehatan terus meningkat setiap tahunnya.

Soma menambahkan, sekolah vokasi yang memiliki konsentrasi pada teknologi bandara dan kesehatan hingga kini masih tergolong terbatas di Indonesia.

Karena itu, keberadaan politeknik baru tersebut diharapkan mampu mengisi kebutuhan tenaga ahli, termasuk untuk mendukung pelayanan PMI dan fasilitas kesehatan lainnya.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Lukman, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Tangerang yang dinilai visioner dalam menghadirkan pendidikan vokasi berbasis kebutuhan industri.

Menurut Lukman, jumlah perguruan tinggi di Provinsi Banten saat ini masih relatif terbatas. 

Dari sekitar 84 perguruan tinggi yang ada di Banten, Kabupaten Tangerang baru memiliki sekitar 15 perguruan tinggi.

“Kehadiran dua politeknik baru ini sangat dibutuhkan, apalagi program studinya relevan dengan kebutuhan dunia industri dan kesehatan saat ini,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, program studi teknologi bandara saat ini baru tersedia di dua perguruan tinggi di Indonesia. 

Padahal kebutuhan tenaga profesional di sektor tersebut terus meningkat seiring berkembangnya industri penerbangan dan transportasi udara di berbagai daerah.

Selain itu, kebutuhan tenaga fisioterapi di rumah sakit dan fasilitas kesehatan juga masih cukup tinggi, sementara jumlah lulusan yang tersedia belum mampu memenuhi permintaan pasar kerja.

Lukman juga menyoroti besarnya peluang kerja di sektor hospitality, baik di wilayah Banten maupun pasar internasional. Industri perhotelan, pariwisata, hingga kapal pesiar disebut terus membutuhkan SDM terampil dan profesional.

“Ini momentum yang sangat tepat. Dua politeknik ini akan menyiapkan SDM dengan daya serap kerja yang tinggi di tengah tantangan dunia pendidikan saat ini,” katanya.

Pihak LLDIKTI Wilayah IV menargetkan seluruh persyaratan administrasi dan akademik pendirian kedua politeknik tersebut dapat rampung pada Juli 2026. 

Jika proses berjalan sesuai rencana, Kampus UNITOP dan Polytechnic Volunteer ditargetkan mulai beroperasi pada September atau Oktober 2026. (Dia).

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600