Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
PendidikanRagam Daerah

Kepala SMA Negeri 32 Garut: SPMB di Wilayah Pinggiran Hadapi Tantangan Berbeda

117
×

Kepala SMA Negeri 32 Garut: SPMB di Wilayah Pinggiran Hadapi Tantangan Berbeda

Sebarkan artikel ini
Kepala Sekolah SMA Negeri 32 Garut,Dedeh Kusniati,Spd,M.MPd usai diwawancarai

Garut/secondnewsupdate.co.id – Kepala SMA Negeri 32 Garut, Dedeh Kusniati, menyebut pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di wilayah pinggiran memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan sekolah-sekolah di kawasan perkotaan.

Saat diwawancarai wartawan secondnewsupdate.co.id, Dedeh menjelaskan bahwa sekolah di perkotaan umumnya menghadapi persaingan ketat karena jumlah pendaftar melebihi kuota yang tersedia. Kamis (2/7/2026).

Example 300x600

Sementara itu, sekolah di daerah pinggiran justru harus berupaya menarik minat calon peserta didik.

“Kalau di kota, sekolah berebut menyeleksi calon siswa yang ingin masuk. Sementara di daerah, justru sekolah yang harus berjuang mendapatkan peserta didik,” ujarnya.

Menurut Dedeh, kondisi tersebut dipengaruhi jumlah penduduk yang relatif lebih sedikit serta keberadaan sejumlah sekolah swasta yang telah lebih dulu berdiri di sekitar wilayah SMA Negeri 32 Garut. 

Karena itu, sekolah negeri juga dituntut aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Sejak Februari 2026, pihaknya telah mengunjungi berbagai SMP negeri maupun swasta untuk memperkenalkan program-program unggulan sekolah kepada calon peserta didik.

“Kami melakukan sosialisasi ke banyak SMP. Bukan kampanye, tetapi menyampaikan berbagai program yang dimiliki sekolah agar masyarakat mengetahui pilihan pendidikan yang tersedia,” katanya.

Untuk Tahun Ajaran 2026/2027, SMA Negeri 32 Garut menargetkan penerimaan lima rombongan belajar (rombel) dengan total sekitar 180 peserta didik baru. 

Target tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya seiring bertambahnya kapasitas ruang belajar.

Dedeh menjelaskan, proses penerimaan peserta didik dilaksanakan sesuai ketentuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Sistem Penerimaan Calon Murid Baru (SPCMB). 

Calon siswa melakukan pendaftaran menggunakan akun dari SMP asal, kemudian memilih jalur sesuai ketentuan, yakni domisili, prestasi, afirmasi, atau mutasi.

Selain itu, ia menegaskan komitmen sekolah untuk mematuhi kebijakan pemerintah terkait larangan pungutan kepada orang tua siswa. 

Seluruh kegiatan sekolah, termasuk pelepasan siswa kelas XII, dilaksanakan tanpa membebankan biaya kepada orang tua dan disesuaikan dengan kemampuan anggaran sekolah.

“Kami berkomitmen menaati aturan. Karena tidak boleh ada pungutan kepada orang tua, maka seluruh kegiatan disesuaikan dengan kemampuan anggaran sekolah. Kegiatannya mungkin sederhana, tetapi tetap berjalan dengan baik,” tegasnya.

Di sisi lain, SMA Negeri 32 Garut juga memperoleh bantuan dua Ruang Kelas Baru (RKB) dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Penambahan fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas sekolah sehingga target lima rombongan belajar pada tahun ajaran baru dapat tercapai.

Dengan dukungan sarana yang semakin memadai serta sosialisasi yang terus dilakukan, pihak sekolah optimistis kepercayaan masyarakat terhadap SMA Negeri 32 Garut akan terus meningkat dan berdampak pada bertambahnya jumlah peserta didik setiap tahun. (Asan)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600