Jawa Barat, Majalengka I secondnewsupdate.co.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Majalengka terus memperkuat program pembinaan bagi warga binaan. Pada Jumat (24/7/2026).
Lapas resmi membuka Program Pendidikan Kesetaraan Paket B dan Paket C sekaligus meresmikan Pesantren Bina Santri Al Awwabin sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan pembinaan keagamaan.
Program tersebut menjadi bagian dari pembinaan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk melanjutkan pendidikan yang sempat terhenti sekaligus memperkuat pembentukan karakter selama menjalani masa pidana.
Kepala Lapas Kelas IIB Majalengka, Rian Firmansyah, mengatakan pendidikan menjadi salah satu kunci penting dalam proses pembinaan.
Melalui program kesetaraan, warga binaan dapat memperoleh ijazah setara SMP maupun SMA sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat.
“Program ini merupakan bagian dari pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo yang ditindaklanjuti melalui program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Masa pidana harus dimanfaatkan sebagai masa belajar, baik pendidikan akademik maupun keterampilan, sehingga setelah bebas mereka memiliki bekal untuk mengejar cita-cita,” ujar Rian.
Ia menambahkan, pihaknya ingin warga binaan tidak hanya menjalani hukuman, tetapi juga memanfaatkan waktu tersebut untuk memperbaiki kualitas diri.
“Ketika mereka bebas nanti, mereka membawa ijazah, keterampilan, serta mental yang lebih baik sehingga mampu membangun kehidupan yang lebih bermartabat,” katanya.
Sebanyak 60 warga binaan mengikuti Program Pendidikan Kesetaraan yang terdiri atas 30 peserta Paket B dan 30 peserta Paket C. Seluruh proses pembelajaran dilaksanakan bekerja sama dengan PKBM Dharma Wangsa Nusantara.
Selain pendidikan formal, Lapas Majalengka juga meresmikan Pesantren Bina Santri Al Awwabin sebagai wadah pembinaan keagamaan.
Melalui kegiatan yang terstruktur, warga binaan diharapkan memiliki karakter yang lebih sabar, jujur, disiplin, dan bertanggung jawab sehingga siap kembali berbaur di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, Rd H Umar Ma’rup, serta Ketua DPRD Majalengka yang turut hadir.
Mereka menilai pembinaan di lembaga pemasyarakatan tidak cukup hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga harus menyentuh pendidikan, keterampilan, dan pembinaan spiritual.
“Kami meyakini kesalahan di masa lalu bukanlah akhir dari segalanya. Melalui pendidikan dan pembinaan agama, setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan menata masa depan yang lebih baik,” ujar Umar.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama serta peninjauan ruang belajar dan fasilitas ibadah yang akan digunakan dalam pelaksanaan program.
Pembukaan pendidikan kesetaraan dan pesantren ini menjadi simbol komitmen Lapas Kelas IIB Majalengka dalam memberikan kesempatan kedua bagi warga binaan untuk bangkit, belajar, dan kembali menjadi pribadi yang produktif di tengah masyarakat. (Ast).
