InformatikaRagam DaerahWisata

Longsor Landa Cisarua, Sejumlah Destinasi Wisata Alam di KBB Ditutup Sementara

150
Sejumlah tempat yang ditutup sementara curug, seperti Bugbrug, Tilu, dan Pelangi berada dalam satu jalur aliran sungai yang sama. Kondisi tersebut membuat kawasan tersebut memiliki risiko bencana serupa, terutama saat curah hujan tinggi.

Kabupaten Bandung Barat// secondnewsupdate.co.id – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengambil langkah cepat dengan menutup sementara sejumlah destinasi wisata alam di Kecamatan Cisarua menyusul terjadinya bencana tanah longsor. 

Kebijakan ini dilakukan sebagai upaya pencegahan guna melindungi keselamatan wisatawan maupun pengelola destinasi.

Penutupan tersebut ditetapkan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB, berdasarkan standar operasional prosedur (SOP) pengelolaan destinasi wisata alam, terutama yang berada di kawasan rawan bencana seperti perbukitan dan aliran sungai.

Kepala Bidang Pariwisata Disparbud KBB, David Oot, mengatakan beberapa objek wisata yang dihentikan sementara operasionalnya berada dalam zona dengan tingkat kerawanan tinggi akibat pergerakan tanah dan cuaca ekstrem.

“Destinasi yang ditutup sementara meliputi Curug Bugbrug, Curug Tilu, Curug Pelangi, Curug Layung, dan Situ Reret. Penutupan berlaku sampai kondisi dinyatakan aman berdasarkan hasil pemantauan lapangan,” kata David, Jum’at (6/2/2026).

Ia menjelaskan, sejumlah curug seperti Bugbrug, Tilu, dan Pelangi berada dalam satu jalur aliran sungai yang sama. Kondisi tersebut membuat kawasan tersebut memiliki risiko bencana serupa, terutama saat curah hujan tinggi.

“Karena berada dalam satu sistem aliran, potensi bahayanya juga saling berkaitan. Maka, aktivitas wisata dihentikan sementara sebagai langkah antisipatif,” ujarnya.

Menurut David, keputusan ini merupakan bagian dari penerapan manajemen krisis kepariwisataan, yang wajib dijalankan ketika terjadi bencana alam. 

Ia menekankan bahwa sektor pariwisata tidak hanya berbicara soal daya tarik, tetapi juga kepercayaan publik.

“Pariwisata adalah business of trust. Wisatawan datang bukan hanya untuk menikmati alam, tapi juga ingin merasa aman. Keselamatan adalah prioritas utama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Disparbud KBB menyoroti tantangan global yang semakin kompleks, termasuk perubahan iklim ekstrem dan fenomena poly-crisis yang berdampak langsung terhadap sektor pariwisata. 

Namun, dengan tata kelola yang tepat, pariwisata dinilai memiliki kemampuan untuk bangkit lebih cepat dibanding sektor lainnya.

Sejalan dengan itu, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat terus mendorong transformasi pengembangan pariwisata dari orientasi kuantitas kunjungan menuju pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.

“Tidak ada pariwisata berkelanjutan tanpa jaminan keamanan. Ketahanan dan keselamatan harus menjadi fondasi utama dalam pembangunan sektor ini,” ungkap David.

Ke depan, Disparbud KBB mengakui perlunya penguatan mitigasi risiko dan kesiapsiagaan bencana di seluruh destinasi wisata, agar pengembangan pariwisata daerah dapat berjalan secara aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. (Lalas)

Exit mobile version