BeritaGaya hidupInformatikaOtomotifRagam Daerah

Macet Pagi-Sore Mengular di Jalur Contraflow Cimahi, Kadishub Endang Ungkap Penyebab dan Beri Peringatan Tegas

523
Kepala Dinas Perhubungan Kota Cimahi Endang menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas tersebut dilakukan untuk menjaga mobilitas kendaraan selama proses pembangunan infrastruktur berlangsung.

Jawa Barat, Cimahi | secondnewsupdate.co.id – Kemacetan yang terjadi pada pagi dan sore hari di sejumlah ruas jalan Kota Cimahi kembali menjadi perhatian. 

Kondisi tersebut terutama terasa pada jalur contraflow yang diberlakukan sebagai dampak pembangunan underpass yang hingga kini masih berlangsung.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi, Endang, menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas tersebut dilakukan untuk menjaga mobilitas kendaraan selama proses pembangunan infrastruktur berlangsung.

Hal itu disampaikan Endang saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Demang Hardjakusumah Nomor 1, Cimahi Utara, Rabu (9/9/2026).

Menurut Endang, persoalan teknis pembangunan, termasuk konstruksi dan tahapan pekerjaan, berada pada kewenangan perangkat daerah yang menangani pekerjaan umum. Namun, Dishub terus memperhatikan aspek keselamatan dan kelancaran lalu lintas selama proyek berjalan.

“Pertimbangan teknis ada di PU. Untuk kepastiannya nanti lebih baik dikonfirmasi juga ke PU,” ujar Endang.

Jembatan Pemkot Dibuka, Kepadatan Jalan Amir Mahmud Berkurang

Endang mengungkapkan, setelah jembatan Pemkot dibuka, meskipun untuk sementara baru dapat dimanfaatkan kendaraan roda dua, kondisi lalu lintas di sepanjang Jalan Amir Mahmud mengalami perubahan cukup signifikan.

Menurutnya, kepadatan kendaraan yang sebelumnya terasa berat kini mulai berkurang.

“Alhamdulillah, kepadatan yang ada di sepanjang Jalan Amir Mahmud sudah berkurang signifikan,” jelasnya.

Ia mengatakan, pada jam-jam sibuk, baik pagi maupun sore, arus kendaraan di kedua arah kini masih dapat bergerak meskipun terdapat perlambatan di sejumlah titik.

Underpass Ditargetkan Rampung Akhir Tahun

Terkait pembangunan underpass, Endang menyebut proyek tersebut berdasarkan perencanaan yang telah ditetapkan ditargetkan selesai pada akhir tahun 2026.

Sementara proyek masih berlangsung, arus kendaraan dari utara menuju selatan masih menggunakan sistem contraflow.

Kondisi tersebut menyebabkan kepadatan terutama muncul ketika volume kendaraan meningkat pada jam berangkat dan pulang kerja.

“Walaupun saat ini untuk lalu lintas dari utara ke selatan masih menggunakan contraflow, pada jam sibuk, terutama pagi dan sore hari, terjadi kepadatan,” ungkap Endang.

Sejumlah ruas jalan pun ikut terdampak, terutama kawasan Jalan Urip dan Jalan Dustira.

Namun demikian, Endang menegaskan bahwa kondisi tersebut sejauh ini masih dapat dikendalikan.

“Walaupun begitu, Alhamdulillah, kalau tidak tersendat, tetap masih bisa mengalir,” katanya.

Kadishub Soroti Pengendara Lawan Arah

Di tengah penerapan contraflow, Endang justru menyoroti perilaku sebagian pengguna jalan yang masih nekat melakukan lawan arah.

Menurutnya, tindakan tersebut bukan hanya berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, tetapi juga menjadi salah satu faktor yang memperparah perlambatan arus kendaraan.

Ia mencontohkan kondisi di salah satu ruas jalan yang menerapkan sistem dua arah sementara. 

Ketika ada pengendara yang mengambil jalur berlawanan dengan arah yang telah ditentukan, arus kendaraan menjadi tersendat.

“Pengguna jalan dengan kondisi sekarang dibuat contraflow menjadi dua arah. Salah satu yang menghambat adalah masyarakat yang lawan arah,” tegasnya.

Endang pun mengimbau masyarakat agar mematuhi rekayasa lalu lintas yang telah diberlakukan dan tidak mengambil jalur berlawanan arah.

Keselamatan Jadi Prioritas

Dishub Kota Cimahi, lanjut Endang, akan terus melakukan pengaturan dan pemantauan lalu lintas di kawasan terdampak pembangunan underpass.

Ia meminta masyarakat untuk bersabar selama proses pembangunan berlangsung serta mengikuti petunjuk petugas di lapangan.

“Selain membahayakan, lawan arah juga mengganggu kelancaran arus lalu lintas,” ujarnya.

Endang menambahkan, untuk sejumlah ruas jalan lainnya, kondisi lalu lintas relatif sudah berjalan lancar.

Dengan target pembangunan underpass yang diharapkan rampung pada akhir tahun, Dishub berharap rekayasa lalu lintas yang saat ini diberlakukan dapat menjadi solusi sementara hingga proyek selesai sepenuhnya.

Masyarakat pun diimbau tidak hanya mengandalkan petugas untuk mengurai kemacetan, tetapi ikut berperan dengan tertib berlalu lintas, tidak melawan arah, serta menghormati rekayasa lalu lintas demi keselamatan bersama. (Bagdja)

Exit mobile version