Cimahi, Jabar | secondnewsupdate.co.id – Upaya melestarikan warisan budaya Sunda sekaligus menghadirkan hiburan yang dekat dengan masyarakat terus dilakukan melalui pagelaran seni tradisional Wayang Golek.
Di tengah derasnya arus modernisasi, kesenian warisan leluhur ini kembali dihadirkan sebagai ruang kebersamaan sekaligus sarana memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada generasi penerus.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai NasDem, Mamat Rachmat, kembali menggelar pertunjukan kesenian khas Jawa Barat tersebut di Lapangan Kademangan Jln. Pojok Tengah rw.16 Kel. Setiamanah Kec. Cimahi Tengah, Jum’at malam (30/10/2026).
Kegiatan yang didampingi Ketua DPD Partai NasDem Kota Cimahi, Ivan Ade Sofiyan, ini merupakan bagian dari program pagelaran budaya yang secara berkala diselenggarakan setiap tiga bulan sekali.
Program tersebut tidak sekadar menjadi sarana hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi upaya menjaga eksistensi kesenian tradisional agar tetap dikenal, dicintai, dan diwariskan lintas generasi.
Suasana Lapangan Kademangan menjadi ruang berkumpul masyarakat untuk menikmati kekayaan seni budaya Sunda.
Melalui pertunjukan wayang golek yang sarat pesan moral, filosofi kehidupan, serta humor khas pewayangan, masyarakat diajak kembali mengenal salah satu warisan budaya yang menjadi bagian penting identitas Jawa Barat.
Mamat menjelaskan, pagelaran wayang golek memang dirancang sebagai agenda rutin setiap tiga bulan sekali.
Pelaksanaannya dilakukan secara bergiliran di sejumlah wilayah agar masyarakat dari berbagai kawasan berkesempatan menikmati pertunjukan seni tradisional tersebut.
Menurutnya, selama menjalankan program tersebut, pagelaran di Kota Cimahi telah dilaksanakan sebanyak tiga kali. Sementara secara keseluruhan, kegiatan yang telah digelar di wilayah Cimahi dan Bandung mencapai enam kali pertunjukan.
Pelaksanaan kegiatan juga menjangkau kawasan selatan, tengah, hingga utara. Dengan pola tersebut, kesempatan masyarakat untuk menyaksikan langsung pertunjukan wayang golek diharapkan semakin luas dan merata.
Lebih jauh, Mamat menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak boleh berhenti hanya pada generasi yang sudah mengenal kesenian tradisional.
Anak-anak muda, termasuk generasi Z dan generasi Alfa, perlu diperkenalkan sejak dini terhadap kekayaan budaya daerah agar tidak kehilangan pemahaman mengenai identitas dan akar tradisinya sendiri.
Baginya, wayang golek bukan sekadar pertunjukan boneka kayu dengan iringan gamelan dan cerita pewayangan. Di dalamnya terkandung nilai-nilai kehidupan, pendidikan karakter, kearifan lokal, serta pesan-pesan sosial yang relevan untuk diwariskan kepada generasi penerus.
Ia berharap kehadiran pagelaran tersebut dapat memberikan kebahagiaan dan hiburan bagi masyarakat, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap kesenian tradisional Sunda.
“Harapan kami, masyarakat bisa terhibur dengan adanya pagelaran wayang golek ini. Budaya kita jangan sampai hilang begitu saja. Anak-anak muda juga harus terus dikenalkan dengan kesenian warisan leluhur agar mereka mengetahui dan mencintai budaya sendiri,” demikian pesan Mamat.
Tak Sekadar Hiburan, Wayang Golek Diharapkan Gerakkan Ekonomi Masyarakat
Selain memiliki nilai kebudayaan dan pendidikan, pagelaran wayang golek tersebut juga diharapkan memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Mamat Rachmat berharap kegiatan yang melibatkan antusiasme warga tersebut dapat turut menghidupkan aktivitas perekonomian di lingkungan penyelenggaraan.
Kehadiran masyarakat dalam kegiatan budaya diharapkan membuka ruang bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi kreatif dan usaha masyarakat.
Dengan demikian, pelestarian budaya tidak hanya berorientasi pada keberlangsungan pertunjukan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pengembangan potensi ekonomi lokal.
Menurutnya, kebudayaan daerah memiliki peluang untuk terus dikembangkan melalui berbagai kreativitas dan inovasi tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisional yang menjadi identitas masyarakat.
Pagelaran Wayang Golek di Lapangan Setiamanah sekaligus menjadi pengingat bahwa warisan budaya Sunda merupakan kekayaan yang harus dijaga bersama. Kolaborasi berbagai elemen masyarakat, pelaku seni, dan pemangku kepentingan diharapkan mampu menjaga agar kesenian tradisional tetap memiliki tempat di tengah perkembangan zaman.
Ivan Ade Sofiyan: Budaya Sunda Harus Terus Hidup, Gen Z dan Gen Alfa Perlu Mengenalnya
Sementara itu, Ketua DPD Partai NasDem Kota Cimahi, Ivan Ade Sofiyan, menyambut positif penyelenggaraan pagelaran seni budaya tersebut.
Ia menilai kegiatan seperti ini menjadi ruang penting untuk memperkenalkan kembali kekayaan tradisi daerah kepada masyarakat, khususnya kalangan generasi muda.
Ivan berharap program pagelaran wayang golek yang digagas melalui kegiatan di tingkat Provinsi Jawa Barat tersebut dapat terus berkesinambungan dari tahun ke tahun.
Menurutnya, keberadaan kesenian tradisional perlu mendapat perhatian bersama. Jangan sampai perkembangan zaman dan derasnya pengaruh budaya modern membuat generasi muda semakin jauh dari kesenian yang menjadi identitas daerahnya.
Ia juga menekankan pentingnya memperkenalkan wayang golek kepada generasi Z dan generasi Alfa.
Dengan menyaksikan secara langsung pertunjukan tersebut, anak-anak muda diharapkan tidak hanya mengenal wayang golek dari cerita atau buku sejarah, tetapi juga memahami nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
“Semoga budaya-budaya kita, terutama wayang golek, terus lestari. Bukan hanya di Kota Cimahi, tetapi juga di Bandung dan seluruh Jawa Barat. Kegiatan seperti ini diharapkan memberikan dampak positif bagi generasi milenial, Gen Z, maupun generasi berikutnya agar mengenal budaya yang diwariskan para pendahulu,” ungkap Ivan.
Ivan Ade Sofiyan Nyatakan Siap Maju sebagai Wakil Wali Kota Cimahi 2031
Di luar kegiatan pelestarian budaya, perhatian juga tertuju pada pernyataan politik Ivan Ade Sofiyan ketika disinggung mengenai rumor yang berkembang di tengah masyarakat terkait kemungkinan dirinya maju dalam kontestasi politik Kota Cimahi pada 2031 mendatang.
Ivan yang dikenal sebagai pengusaha Exsplorasi Tambang dengan aktivitas usaha di berbagai wilayah Indonesia tersebut secara terbuka menyampaikan kesiapannya untuk mencalonkan diri sebagai Wakil Wali Kota Cimahi.
Ivan sendiri merupakan suami Jeli Farina, anggota DPRD Kota Cimahi dari Partai NasDem.
Menanggapi pertanyaan mengenai peluang tersebut, Ivan menegaskan bahwa dirinya siap apabila mendapatkan kesempatan untuk maju sebagai calon Wakil Wali Kota Cimahi, bahkan terbuka untuk berpasangan dengan siapa pun yang memiliki kesamaan visi dan komitmen dalam membangun daerah.
“Insyaallah, saya siap mencalonkan diri sebagai Wakil Wali Kota Cimahi saja, untuk mendampingi wali kota siapa saja,” ujar Ivan.
Meski demikian, Ivan menekankan bahwa membangun Kota Cimahi membutuhkan kesamaan pandangan, komunikasi, serta keselarasan langkah antara kepala daerah dan wakilnya.
Menurutnya, strategi perubahan Kota Cimahi dalam berbagai bidang perlu dipikirkan, ditata, dan disusun sejak dini.
Hal tersebut penting agar pembangunan ke depan memiliki arah yang jelas dan benar-benar berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Ia berharap, siapa pun sosok yang kelak menjadi pasangan politiknya dapat memiliki kesamaan visi, sejalan dalam pemikiran, serta mampu bekerja sama dalam menjalankan roda pemerintahan.
Bagi Ivan, keselarasan atau kesepahaman antara wali kota dan wakil wali kota merupakan hal penting agar agenda pembangunan dapat berjalan secara berkesinambungan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal keterbukaan Ivan terhadap kemungkinan terjun dalam kontestasi kepemimpinan Kota Cimahi pada 2031.
Namun, perjalanan politik menuju kontestasi tersebut masih panjang dan tentu akan melalui berbagai dinamika serta proses politik. (Bagdja)
