BeritaPolitikRagam Daerah

Mamat Rachmat Panaskan Mesin Politik Perempuan NasDem Jabar, Tuti Nurcholifah Yasin Resmi Pimpin Garnita Malahayati 2025–2030

3525
Ketua DPD Partai NasDem Provinsi Jawa Barat sekaligus Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Jawa Barat, Drs. Mamat Rachmat, M.Si, resmi menghadiri acara pelantik dan menetapkan kepengurusan Dewan Pimpinan Wilayah Garda Wanita (Garnita) Malahayati NasDem Jawa Barat periode 2025–2030.

Jawa Barat, Bandung l secondnewsupdate.co.id – Konsolidasi politik Partai NasDem di Jawa Barat memasuki babak baru. 

Ketua DPD Partai NasDem Provinsi Jawa Barat sekaligus Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Jawa Barat, Drs. Mamat Rachmat, M.Si, resmi menghadiri acara pelantik dan menetapkan kepengurusan Dewan Pimpinan Wilayah Garda Wanita (Garnita) Malahayati NasDem Jawa Barat periode 2025–2030.

Dalam agenda yang berlangsung di Hotel Grand Mercure, Kota Bandung tersebut, Tuti Nurcholifah Yasin resmi dipercaya sebagai Ketua DPW Garnita Malahayati NasDem Jawa Barat. Sabtu (22/8/2026). 

Pelantikan tersebut yang dilakukan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Garnita Malahayati, yaitu Andina Thresia Narang, sekaligus dirangkaikan dengan pelantikan DPD Garnita Malahayati NasDem se-Jawa Barat.

Momentum tersebut tidak sekadar menjadi seremoni pergantian dan pengukuhan kepengurusan. 

Di balik pelantikan itu tersimpan agenda politik yang jauh lebih strategis, yakni memperkuat konsolidasi perempuan NasDem hingga ke tingkat kabupaten dan kota sebagai bagian dari persiapan menghadapi kontestasi politik 2029.

Mamat Rachmat menegaskan bahwa Garnita Malahayati memiliki posisi penting dalam membangun kekuatan politik perempuan sekaligus memperluas basis gerakan Partai NasDem di Jawa Barat.

Menurutnya, perjuangan politik tidak mungkin dibangun secara individual. Dibutuhkan kerja kolektif, jaringan yang solid, kader yang memiliki kapasitas, serta keberanian untuk menghadirkan gagasan dan kerja nyata di tengah masyarakat.

“Perjuangan yang besar tidak pernah dikerjakan sendirian,” demikian pesan yang disampaikan dalam momentum pelantikan tersebut.

Target Tiga Besar Jawa Barat

Mamat Rachmat juga membawa target politik yang cukup ambisius. 

Ia menegaskan bahwa Partai NasDem Jawa Barat memiliki tanggung jawab untuk terus meningkatkan kekuatan politiknya dan membidik posisi tiga besar di Jawa Barat pada kontestasi mendatang.

Target tersebut tentunya membutuhkan mesin organisasi yang bekerja secara terstruktur, termasuk optimalisasi peran Garnita Malahayati sebagai organisasi sayap perempuan Partai NasDem.

Bagi NasDem, keberadaan kader perempuan bukan sekadar memenuhi struktur organisasi.

Perempuan diharapkan tampil sebagai kekuatan politik yang memiliki kapasitas, kompetensi, kepedulian sosial, sekaligus mampu mengambil peran strategis dalam proses pengambilan kebijakan.

Karena itu, Mamat menaruh perhatian terhadap peningkatan keterwakilan perempuan dalam politik. 

Semangat tersebut sejalan dengan dorongan agar semakin banyak perempuan NasDem yang berani tampil di ruang publik dan mengambil posisi strategis.

30 Persen Keterwakilan Perempuan Jadi Perhatian

Dalam arahannya, Mamat Rachmat juga menekankan pentingnya memperkuat keterlibatan perempuan dalam politik, termasuk mendorong keterwakilan perempuan sekurang-kurangnya 30 persen dalam kontestasi politik.

Namun, menurut semangat yang dibangun dalam konsolidasi tersebut, keterwakilan tidak cukup hanya berbicara mengenai angka. Perempuan yang maju dalam politik harus memiliki kesiapan, kemampuan, integritas, jejaring serta keberanian untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Dengan demikian, Garnita Malahayati diharapkan tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya kader perempuan, tetapi juga menjadi ruang kaderisasi dan pembentukan kepemimpinan perempuan yang berkualitas.

Tuti Nurcholifah Yasin Diberi Mandat Besar

Pelantikan Tuti Nurcholifah Yasin sebagai Ketua DPW Garnita Malahayati NasDem Jawa Barat menjadi bagian penting dari agenda tersebut.

Tuti mendapatkan mandat untuk menggerakkan konsolidasi Garnita di seluruh wilayah Jawa Barat.

Tantangannya tidak ringan, mengingat Jawa Barat merupakan salah satu daerah dengan jumlah pemilih besar sekaligus memiliki dinamika politik yang sangat kompetitif.

Dengan struktur Garnita yang tersebar hingga kabupaten dan kota, organisasi tersebut diharapkan mampu membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat, khususnya kaum perempuan.

Gerakan politik perempuan juga diarahkan agar tidak berhenti pada momentum Pemilu. 

Garnita diharapkan mampu melahirkan kegiatan sosial, pemberdayaan masyarakat, pendidikan politik, penguatan ekonomi keluarga, serta berbagai program yang memberikan manfaat langsung.

Andina Thresia Narang Dorong Garnita Perkuat Peran Perempuan

Ketua Umum DPP Garnita Malahayati NasDem, Andina Thresia Narang, turut memberikan pesan penting bagi kepengurusan Garnita Malahayati Jawa Barat yang baru.

Ia berharap kepengurusan baru mampu semakin memperkuat posisi perempuan dalam politik sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian target Partai NasDem pada Pemilu 2029.

Harapan tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Tuti bersama jajaran pengurus Garnita se-Jawa Barat untuk membuktikan bahwa gerakan perempuan dapat menjadi salah satu kekuatan penting dalam membangun politik yang lebih dekat dengan masyarakat.

Bukan Sekadar Mesin Politik

Konsolidasi Garnita Malahayati Jawa Barat juga memperlihatkan bahwa Partai NasDem mulai menata kekuatan organisasinya menghadapi pertarungan politik 2029 secara lebih sistematis.

Namun, mesin politik yang kuat tidak hanya diukur dari jumlah struktur maupun banyaknya kader. Kekuatan politik juga ditentukan oleh seberapa jauh organisasi mampu membangun kepercayaan publik.

Karena itu, Garnita Malahayati dituntut menghadirkan politik yang santun, inklusif dan berbasis kerja nyata. Perempuan NasDem diharapkan mampu menjadi jembatan antara agenda politik partai dengan kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput.

Pesan “Tangguh, Peduli, Penuh Kasih” yang menjadi semangat Garnita Malahayati pun diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diterjemahkan menjadi gerakan konkret di tengah masyarakat Jawa Barat.

Dengan dilantiknya Tuti Nurcholifah Yasin, panggung baru politik perempuan NasDem Jawa Barat resmi dimulai.

Kini tantangannya adalah bagaimana mandat tersebut diterjemahkan menjadi konsolidasi yang kuat, kaderisasi yang berkualitas, serta karya nyata yang mampu membuat perempuan semakin percaya diri mengambil peran dalam menentukan arah pembangunan dan masa depan Jawa Barat. (Bagdja)

Exit mobile version