BeritaPolitikRagam Daerah

Masalah Sampah & Banjir Mendominasi Aspirasi Warga di Reses Antonius Devolis Tumanggor di Medan Barat

148
Kegiatan Reses IV Masa Sidang I Tahun Sidang 2025-2026 Anggaran 2025 yang digelar Anggota DPRD Kota Medan Fraksi NasDem, Antonius Devolis Tumanggor S.Sos, di Kantor Sopo AT Restorasi Bersatu Medan, Jalan Karya Mesjid Ujung, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Minggu (21/12/2025).

SNU//Medan – Masalah sampah dan penanganan banjir kembali menjadi keluhan utama warga pada kegiatan Reses IV Masa Sidang I Tahun Sidang 2025-2026 Anggaran 2025 yang digelar Anggota DPRD Kota Medan Fraksi NasDem, Antonius Devolis Tumanggor S.Sos, di Kantor Sopo AT Restorasi Bersatu Medan, Jalan Karya Mesjid Ujung, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Minggu (21/12/2025).

Reses yang dihadiri ribuan warga ini juga turut diikuti perwakilan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Medan, di antaranya Dinas PU, Perhubungan, Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan Hidup, BPBD, Kecamatan, dan Kelurahan. Namun, Dinas Sosial serta Lurah Sei Agul tidak tampak hadir.

Dalam sesi penyampaian aspirasi, warga menyuarakan keresahan terkait buruknya sistem pengelolaan sampah dan lambannya penanganan banjir, terutama pascabanjir besar pada 27 November 2025 lalu.

Antonius menegaskan bahwa persoalan kebersihan dan banjir harus menjadi perhatian serius pemerintah. 

Ia mendorong agar program Pemko Medan tetap berjalan dan semakin ditingkatkan demi kenyamanan masyarakat.

“Kita melihat masih kurangnya penanganan pascabanjir serta buruknya pengelolaan sampah akhir-akhir ini. Namun, kami tetap mendorong Pemerintah Kota Medan agar program yang telah berjalan terus ditingkatkan demi kesejahteraan warga,” ujarnya.

Salah seorang warga bernama Helpon Manurung menilai kesadaran masyarakat terkait pembuangan sampah masih rendah dan menjadi salah satu penyebab banjir. 

Ia juga menyebut pemerintah terlihat kurang cepat saat banjir besar terjadi.

“Warga seharusnya membuang sampah pada tempatnya karena itu salah satu penyebab banjir. Kami juga berharap pemerintah lebih sigap, karena saat banjir 27 November lalu pemerintah terkesan tidak hadir,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Plt Camat Medan Barat, Maswan Harahap, menjelaskan bahwa pemerintah sebenarnya berupaya hadir, namun terkendala minimnya personel dan peralatan, serta kondisi banjir yang cukup parah.

“Bukan berarti pemerintah tidak hadir. Tetapi saat itu BPBD dan perangkat kecamatan terkendala keterbatasan personel serta peralatan, apalagi wilayah kami juga terkepung banjir parah,” jelasnya.

Menutup kegiatan, Antonius mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk membangun komitmen bersama menjaga lingkungan tetap bersih dan aman.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan, disiplin mengelola sampah, serta menjaga lingkungan agar tetap aman dan nyaman,” pungkasnya. (Rizky)

Exit mobile version