Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaPendidikanRagam Daerah

Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi SD Muhammadiyah 1–5 Garut, Dorong Percepatan SDM Unggul

160
×

Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi SD Muhammadiyah 1–5 Garut, Dorong Percepatan SDM Unggul

Sebarkan artikel ini
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, meresmikan program Revitalisasi Satuan Pendidikan SD Muhammadiyah 1–5 Garut, Dalam sambutannya, menegaskan bahwa program revitalisasi sekolah dilaksanakan secara masif dan terukur di seluruh Indonesia.

Garut//secondnewsupdate.co.id Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, meresmikan program Revitalisasi Satuan Pendidikan SD Muhammadiyah 1–5 Garut yang dipusatkan di SD Muhammadiyah 4 Garut Kota, Kamis (8/1/2026).

Peresmian tersebut menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah dalam mempercepat pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul, sejalan dengan visi Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto.

Example 300x600

Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa program revitalisasi sekolah dilaksanakan secara masif dan terukur di seluruh Indonesia. 

Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan 16.171 satuan pendidikan rampung direvitalisasi.

“Alhamdulillah, progres pekerjaan saat ini sudah mencapai sekitar 95 persen. Insya Allah, secara keseluruhan akan tuntas pada akhir Januari,” ujar Abdul Mu’ti.

Khusus di Kabupaten Garut, program revitalisasi menyasar 156 satuan pendidikan lintas jenjang, yang terdiri dari 52 SD, 31 SMP, 15 SMA, 20 SMK, 5 SLB, dan 2 PKBM. Total anggaran yang dikucurkan mencapai Rp133.940.275.240.

Mendikdasmen menekankan bahwa pelaksanaan revitalisasi dilakukan melalui skema swakelola, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. 

Skema ini dinilai efektif karena mempercepat proses pembangunan sekaligus memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja lokal.

“Model swakelola memberikan hasil yang lebih cepat, tepat sasaran, serta berdampak langsung bagi masyarakat di lingkungan sekolah,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah berencana menambah sekitar 60.000 sekolah lagi yang akan direvitalisasi pada tahun 2026 mendatang.

Sementara itu, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyambut positif kunjungan Mendikdasmen ke Kabupaten Garut. 

Ia menilai revitalisasi infrastruktur pendidikan merupakan fondasi penting, namun harus dibarengi dengan penanganan serius terhadap persoalan sosial pendidikan.

Menurutnya, Kabupaten Garut masih menghadapi tantangan besar, khususnya tingginya angka putus sekolah. 

Data menunjukkan penurunan minat melanjutkan pendidikan sekitar 20 persen pada jenjang SMP dan hingga 40 persen pada jenjang SMA.

Faktor ekonomi, pernikahan dini, serta pengaruh teknologi digital disebut menjadi pemicu utama kondisi tersebut.

“Kami berupaya menyeimbangkan kuantitas dan kualitas pendidikan melalui berbagai program kompetisi, seperti cerdas cermat untuk penguatan sains dan literasi, serta lomba numerasi untuk meningkatkan kemampuan berhitung,” jelasnya.

Bupati juga mengapresiasi peran Muhammadiyah yang dinilai konsisten membantu pemerintah dalam memperluas akses pendidikan, termasuk hingga wilayah pelosok Kabupaten Garut.

Di sisi lain, Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah Garut Kota, Dede Hidayat, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah melalui program revitalisasi tersebut. 

Ia menyebutkan bahwa di wilayah Garut Kota terdapat lima sekolah Muhammadiyah yang menerima manfaat langsung dari program ini.

Menurutnya, revitalisasi sekolah tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga diarahkan pada peningkatan mutu pendidikan serta penguatan karakter peserta didik.

Menutup pernyataannya, Dede mengucapkan terima kasih kepada Mendikdasmen dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendorong transformasi pendidikan, khususnya di Kabupaten Garut.

(Asan)

banner
Example 120x600