AgamaEntertainmentGaya hidupInformatikaRagam Daerah

Meriah! STQ ke-2 Kosambi Barat Hadirkan 110 Peserta, Defile Antar-RW Jadi Daya Tarik Baru Syiar Islam

613
Pertama kalinya, kegiatan tersebut diawali dengan defile atau arak-arakan peserta yang mewakili setiap RW di wilayah Kelurahan Kosambi Barat.

Kabupaten Tangerang, Banten | secondnewsupdate.co.id – Semarak syiar Islam mewarnai pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) ke-2 tingkat Kelurahan Kosambi Barat, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten. 

Kegiatan yang digelar di Kantor Kelurahan Kosambi Barat, berlangsung meriah dengan melibatkan sekitar 110 peserta dari enam cabang perlombaan. Minggu (25/10/2026).

Pelaksanaan STQ tahun ini menghadirkan nuansa berbeda dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. 

Untuk pertama kalinya, kegiatan tersebut diawali dengan defile atau arak-arakan peserta yang mewakili setiap RW di wilayah Kelurahan Kosambi Barat.

Inovasi tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat. 

Warga tampak gembira menyaksikan kemeriahan defile yang menjadi salah satu daya tarik baru dalam penyelenggaraan STQ ke-2 sekaligus memperkuat kebersamaan antara pemerintah kelurahan dan masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Kosambi Mohamad Yusuf, Lurah Kosambi Barat Hj. Aal Laela Nur Aliyah, Sekretaris Kelurahan Ani Supriyati Sukandi, Bhabinkamtibmas, serta sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

Enam Cabang Perlombaan, Tahun Ini Bertambah Lomba Kaligrafi

Lurah Kosambi Barat, Aal, mengatakan bahwa STQ ke-2 merupakan bagian dari upaya pemerintah kelurahan untuk memperkuat syiar Islam sekaligus mendorong generasi muda agar semakin mencintai, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an.

Menurutnya, penyelenggaraan STQ tahun ini mempertandingkan enam cabang perlombaan, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya meliputi lima cabang.

“Alhamdulillah, kita melaksanakan STQ ke-2 di Kelurahan Kosambi Barat, Kecamatan Kosambi. Ada enam cabang yang diperlombakan, yaitu MTQ atau Musabaqah Tilawatil Qur’an, MHQ atau Musabaqah Hifdzil Qur’an, MMQ atau Musabaqah Makalah Al-Qur’an, MKQ atau Musabaqah Khattil Qur’an, MSQ atau Musabaqah Syarhil Qur’an, dan MFQ atau Musabaqah Fahmil Qur’an,” ujar Aal saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Ia menjelaskan, keenam cabang tersebut mencakup kemampuan membaca Al-Qur’an, menghafal Al-Qur’an, menyusun karya tulis ilmiah bertema Al-Qur’an, menulis kaligrafi, menyampaikan pesan dan kandungan Al-Qur’an, serta mengikuti perlombaan pemahaman Al-Qur’an dalam format cerdas cermat.

Penambahan cabang kaligrafi pada tahun ini, lanjutnya, merupakan bentuk respons terhadap aspirasi masyarakat yang menginginkan adanya ruang bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan seni menulis ayat-ayat suci Al-Qur’an.

“Pada tahun 2025 lalu ada lima cabang perlombaan. Sekarang, pada tahun 2026, bertambah menjadi enam cabang karena ada permintaan dari masyarakat yang menginginkan lomba kaligrafi. Aspirasi itu kami akomodasi sehingga pelaksanaan STQ tahun ini menjadi lebih beragam,” jelasnya.

Diikuti Anak Usia 8 hingga 15 Tahun

STQ ke-2 Kelurahan Kosambi Barat diikuti peserta dari berbagai kelompok usia anak, mulai sekitar 8 hingga 15 tahun atau rentang usia sekolah dasar sampai sekolah menengah pertama.

Dari enam cabang yang diperlombakan, jumlah peserta secara keseluruhan mencapai kurang lebih 110 orang. 

Salah satu kategori yang diikuti peserta usia muda adalah perlombaan murotal.

Keterlibatan anak-anak dalam kegiatan tersebut dinilai menjadi bagian penting dari pembinaan generasi Qur’ani sejak dini. 

Melalui kompetisi yang positif, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman berkompetisi, tetapi juga didorong untuk meningkatkan kemampuan membaca, menghafal, memahami, serta menghayati kandungan Al-Qur’an.

Aal mengungkapkan, pihaknya telah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan STQ pertama untuk mengetahui hal-hal yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan pada penyelenggaraan tahun berikutnya.

Hasilnya, STQ ke-2 mendapatkan respons yang menggembirakan dari masyarakat, terlebih dengan adanya defile antar-RW yang untuk pertama kalinya dilaksanakan pada tahun ini.

“Untuk STQ ke-2 ini, tentu kami sudah melakukan evaluasi dari penyelenggaraan pertama, apa saja yang harus dibenahi dan apa yang perlu ditingkatkan. Ternyata, saya tidak menyangka masyarakat begitu antusias. Apalagi, defile baru dilaksanakan pertama kali tahun ini, sedangkan tahun lalu belum ada,” tuturnya.

Defile Antar-RW Perkuat Kebersamaan dan Dekatkan Pemerintah dengan Warga

Bagi pemerintah Kelurahan Kosambi Barat, defile bukan sekadar pembuka acara. 

Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menghadirkan kemeriahan STQ lebih dekat kepada masyarakat sekaligus memperkuat rasa kebersamaan antar-RW.

Melalui keterlibatan setiap RW, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut menjadi bagian dari kegiatan keagamaan yang diselenggarakan di lingkungannya.

Menurut Aal, antusiasme peserta dan warga menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan yang dikemas secara menarik mampu menjadi ruang kebersamaan sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah kelurahan dan masyarakat.

“Dengan adanya defile pada STQ ke-2 ini, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat. Masyarakat juga ikut merasakan kemeriahannya dan bisa menyaksikan para peserta yang memiliki semangat luar biasa. Tentunya, kegiatan ini merupakan bentuk syiar Islam untuk membangun Kelurahan Kosambi Barat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Kantor Kelurahan Kosambi Barat dipilih sebagai pusat kegiatan karena memiliki sejumlah ruangan yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai cabang perlombaan.

Ruangan-ruangan tersebut ditata dan difasilitasi sedemikian rupa agar pelaksanaan perlombaan berlangsung tertib dan para peserta merasa nyaman ketika menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Berharap STQ Terus Berkembang dan Memberikan Dampak Nyata

Lebih jauh, Aal berharap kegiatan STQ dapat terus ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang, baik dari sisi kualitas penyelenggaraan, partisipasi masyarakat, maupun manfaat yang dirasakan secara langsung oleh warga.

Ia menegaskan, setiap program pemerintah kelurahan semestinya tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan seremonial semata, tetapi harus memiliki nilai kebermanfaatan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Harapan tersebut sejalan dengan tema STQ ke-2 Kelurahan Kosambi Barat, yakni “Kelurahan Kosambi Barat Bergerak, Bergerak Melayani dengan Sebaik-baiknya, Berdampak kepada Masyarakat, Bersinergi dalam Pembangunannya, Berprestasi untuk Menjaga Nama Baik Kelurahan Kosambi Barat.”

Tema tersebut, menurutnya, menjadi pengingat bahwa pemerintah kelurahan harus senantiasa bergerak memberikan pelayanan terbaik, membangun sinergi dengan berbagai unsur masyarakat, serta menghadirkan program-program yang bermanfaat dan berdampak positif.

“Harapan saya, ke depan kegiatan yang memiliki manfaat bagi masyarakat dan memberikan dampak nyata harus terus ditingkatkan. Kami hadir di Kelurahan Kosambi Barat untuk lebih dekat dengan masyarakat, agar warga benar-benar dapat merasakan manfaat kegiatan sekaligus kemeriahan yang ada di lingkungan kelurahan,” tegas Aal.

Ia juga berharap STQ dapat menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan, membangun karakter generasi muda, serta menumbuhkan semangat berprestasi tanpa meninggalkan nilai akhlak dan kebersamaan.

Menutup keterangannya, Aal menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan dan pelayanan di tingkat kelurahan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Intinya, dari masyarakat, bersama masyarakat, dan untuk masyarakat,” pungkasnya.

Pelaksanaan STQ ke-2 Kelurahan Kosambi Barat pun diharapkan tidak hanya melahirkan peserta berprestasi di bidang Al-Qur’an, tetapi juga memperkuat persaudaraan, meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta menjadi inspirasi bagi tumbuhnya kegiatan keagamaan yang lebih bermanfaat bagi masyarakat. (Dia)

Exit mobile version