BeritaEkonomiRagam Daerah

UMKM Tangerang Melejit! Tambah 17.000 dalam Setahun, Ekonomi Kreatif Dongkrak Pertumbuhan hingga 5,67 Persen

123
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, saat menghadiri Indonesia Creative Connect dan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Indonesia Creative Cities Network (ICCN) 2026 di Gedung Film Pesona Indonesia, Jakarta Selatan, Minggu (25/10/2026).

DKI, Jakarta l secondnewsupdate.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang terus memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta industri ekonomi kreatif sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

Langkah tersebut mulai menunjukkan hasil positif, ditandai dengan bertambahnya sekitar 17.000 UMKM sepanjang 2025 dan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tangerang yang mencapai 5,67 persen.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, saat menghadiri Indonesia Creative Connect dan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Indonesia Creative Cities Network (ICCN) 2026 di Gedung Film Pesona Indonesia, Jakarta Selatan, Minggu (25/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Maesyal menegaskan bahwa UMKM, khususnya yang bergerak di sektor industri kreatif, memiliki peran strategis dalam memperkuat perekonomian daerah. 

Selain sektor perdagangan dan jasa, ekonomi kreatif dinilai mampu membuka peluang usaha baru, memperluas lapangan kerja, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, Pemkab Tangerang terus berupaya menghadirkan program pengembangan dan pemberdayaan UMKM dengan menyesuaikan karakteristik serta potensi ekonomi di masing-masing wilayah.

Potensi Ekonomi Kreatif Dipetakan Berdasarkan Wilayah

Maesyal menjelaskan, luas wilayah Kabupaten Tangerang menjadi salah satu pertimbangan pemerintah daerah dalam menyusun strategi pengembangan ekonomi kreatif.

Karena itu, potensi usaha masyarakat dipetakan berdasarkan karakteristik wilayah agar pembinaan dan dukungan yang diberikan lebih tepat sasaran.

Wilayah utara diarahkan untuk mengoptimalkan potensi kelautan dan perikanan. 

Sementara itu, wilayah selatan memiliki peluang pengembangan usaha kuliner makanan dan minuman. 

Adapun wilayah tengah atau barat didorong untuk mengembangkan kerajinan beserta pemanfaatan bahan bakunya melalui kerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda).

“Kita mengklusterkan potensi ekonomi kreatif ini menurut perwilayahan karena luasnya Kabupaten Tangerang. Di wilayah utara terkait dengan potensi kelautan, di wilayah selatan ada kuliner makanan dan minuman, di wilayah tengah atau barat ada kegiatan kerajinan dan bahan bakunya, kerja sama dengan Dekranasda,” ungkap Maesyal.

Ia menambahkan, pemetaan tersebut diharapkan mampu memperkuat identitas produk lokal sekaligus meningkatkan daya saing pelaku UMKM. 

Dengan pengembangan yang terarah, setiap wilayah diharapkan memiliki produk unggulan yang mampu berkembang dan menjangkau pasar lebih luas.

“Tiga lokasi ini kita mapping sekaligus menjadi potensi yang bisa memajukan UMKM sekaligus juga dijalankannya ekonomi kreatif di Kabupaten Tangerang,” imbuhnya.

Nelayan dan Keluarganya Ikut Diberdayakan

Pemkab Tangerang juga memperkuat pemberdayaan masyarakat pesisir melalui dukungan terhadap aktivitas perikanan dan pengembangan usaha olahan hasil laut.

Maesyal menyebutkan, pemerintah daerah memberikan bantuan sarana penangkapan ikan kepada nelayan, antara lain perahu dan alat tangkap.

Dukungan tersebut juga dilengkapi bantuan bahan bakar untuk membantu menunjang kegiatan melaut.

Tidak hanya menyasar nelayan, pemberdayaan turut diberikan kepada keluarga mereka, khususnya para istri nelayan.

Pemerintah daerah memberikan pelatihan pengolahan hasil perikanan agar bahan baku ikan dapat diolah menjadi produk bernilai tambah.

Produk yang dikembangkan antara lain bakso ikan, otak-otak, kerupuk, serta berbagai jenis olahan ikan lainnya.

“Pemerintah daerah membantu fasilitas tangkap ikan kepada para nelayan seperti perahu, alat tangkap, kita bantu lagi bahan bakarnya. Kepada istri-istri nelayan juga kita berikan pelatihan terkait olahan berbahan ikan, ada bakso, otak-otak, kerupuk dan bahan olahan ikan lainnya,” jelasnya.

Program tersebut diharapkan dapat memperluas sumber penghasilan keluarga nelayan. Dengan keterampilan pengolahan dan pengembangan produk, hasil perikanan tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi juga dapat memberikan nilai ekonomi lebih tinggi.

RPPKUM Jadi Pusat Konsultasi dan Pelatihan UMKM

Selain bantuan dan pembinaan langsung, Pemkab Tangerang telah membangun Rumah Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi dan Usaha Mikro (RPPKUM). 

Fasilitas ini disiapkan sebagai ruang konsultasi dan pelatihan bagi para pelaku usaha agar mampu mengembangkan bisnis secara lebih terarah.

Dukungan pemerintah daerah juga mencakup pembinaan berkelanjutan, bantuan stimulan berupa sarana dan prasarana, dukungan permodalan, fasilitasi legalitas usaha, hingga beasiswa pendidikan.

Berbagai upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperkuat kemandirian pelaku usaha, serta membantu UMKM menghadapi tantangan persaingan pasar.

Maesyal menegaskan, pengembangan ekonomi kreatif tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. 

Keterlibatan pihak swasta juga diperlukan untuk memperluas akses usaha, memperkuat pemasaran, serta membuka peluang kolaborasi yang saling menguntungkan.

Karena itu, Pemkab Tangerang terus mendorong perusahaan swasta agar berpartisipasi aktif melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), maupun dengan memberikan ruang yang lebih luas bagi pelaku industri kreatif untuk mempromosikan dan mengembangkan produknya.

Jumlah UMKM Bertambah 17.000, Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,67 Persen

Upaya pemberdayaan tersebut, menurut Maesyal, menunjukkan perkembangan positif. Ia memaparkan, jumlah UMKM di Kabupaten Tangerang tercatat sekitar 61.000 unit pada 2024.

Angka tersebut kemudian bertambah sekitar 17.000 unit pada 2025.

Pertambahan pelaku usaha itu menjadi salah satu indikator berkembangnya aktivitas ekonomi masyarakat, sekaligus memperlihatkan besarnya potensi UMKM dalam menopang perekonomian daerah.

“Dukungan pemerintah ini cukup berhasil, terlihat jumlah 61.000 UMKM pada tahun 2024, dalam satu tahun bertambah lagi sekitar 17.000 UMKM pada tahun 2025. Bertambahnya UMKM ini memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tangerang yang saat ini adalah 5,67 persen,” ujarnya.

Ia berharap, semakin terbukanya kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Dengan demikian, manfaat pembangunan ekonomi tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha berskala besar, tetapi juga oleh masyarakat yang menjalankan usaha mikro dan kecil.

Maesyal juga memaparkan nilai aktivitas ekonomi kreatif di Kabupaten Tangerang yang disebut mencapai Rp5,2 triliun. 

Ia berharap potensi tersebut dapat terus dikembangkan sehingga memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah, Provinsi Banten, hingga tingkat nasional.

“Kita berikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengelola ekonomi kreatif sehingga PAD di Kabupaten Tangerang dengan situasi kondisi dan aktivitas ekonomi kreatif sampai saat ini adalah Rp5,2 triliun dan kontribusi dari UMKM kepada masyarakat sekaligus juga kepada Pemda untuk dibangun ekonomi kreatif memberikan kontribusi kepada provinsi dan pada tingkat nasional,” tuturnya.

Giring Ganesha Dorong Tempe Mendunia Lewat Diplomasi Budaya

Sementara itu, Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Giring Ganesha, yang hadir sebagai salah satu pembicara dalam kegiatan tersebut, menyoroti pentingnya pelestarian warisan budaya tak benda Indonesia.

Ia mengungkapkan, Kementerian Kebudayaan RI tengah memperjuangkan pendaftaran tempe ke UNESCO sebagai salah satu warisan budaya tak benda Indonesia yang diharapkan dapat menjadi bagian dari warisan budaya dunia.

Menurut Giring, pengakuan internasional terhadap tempe bukan sekadar upaya menjaga tradisi kuliner, tetapi juga menjadi peluang untuk memperkuat diplomasi budaya Indonesia di tingkat global.

“Di akhir tahun ini, insya Allah kita akan mendaftarkan ke UNESCO bahwa tempe sebagai salah satu warisan budaya tak benda Indonesia yang akan siap menjadi bagian dari diplomasi budaya bisa menjadi bagian warisan budaya tak benda dunia. Kami butuh bantuan dari teman-teman semua,” ungkap Giring.

Ia menambahkan, saat ini terdapat sekitar 3.765 warisan budaya tak benda Indonesia yang dapat menjadi modal penting untuk terus dikembangkan, dilestarikan, dan dimanfaatkan secara lebih luas.

Giring berharap generasi muda semakin aktif mengambil bagian dalam pengembangan warisan budaya melalui pendekatan kreatif dan inovatif. 

Salah satunya dengan mengangkat tempe sebagai pangan lokal yang memiliki potensi untuk dikenal lebih luas di pasar internasional.

“Saya harapkan akan lebih banyak lagi anak-anak muda kreatif yang mengembangkan tempe dan lain sebagainya menjadi yang adalah sebuah superfood, makanan super, agar bisa lebih mendunia lagi,” pungkasnya.

Melalui kolaborasi pemerintah daerah, pelaku UMKM, komunitas kreatif, dunia usaha, dan pemerintah pusat, pengembangan ekonomi kreatif diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga kekayaan budaya Indonesia agar semakin dikenal di tingkat dunia. (Dia)

Exit mobile version