Target Bangkit dari 1 Kursi DPRD, PPP Cimahi Bidik Kembalikan Kejayaan
Cimahi//secondnewsupdate.co.id – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Cimahi menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke-VI yang menjadi momentum krusial dalam menentukan arah politik partai lima tahun ke depan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Majlis Ta’lim Mawar Arafah, Komplek Pharmindo, Jalan Borobudur 5 Nomor 1, Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Selasa (7/4/2026).
Dalam forum ini, PPP belum menetapkan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) secara langsung.
Muscab difokuskan pada pembentukan tim formatur yang akan menyusun kepengurusan sekaligus menentukan ketua periode 2026–2030.
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Wilayah DPW PPP Jawa Barat, Agus Solihin, yang juga merupakan Ketua demisioner DPC PPP Cimahi, bersama jajaran pengurus dan kader partai.
“Muscab ini adalah wadah bermusyawarah untuk konsolidasi dan menentukan arah PPP ke depan. Saat ini kita fokus membentuk formatur sesuai amanat AD/ART hasil muktamar,” ujar Agus.
Ketua tak lagi dipilih langsung dalam Muscab
Agus menjelaskan, mekanisme pemilihan ketua kini berubah. Tidak lagi dipilih langsung dalam forum Muscab, melainkan melalui tim formatur.
Formatur terdiri dari unsur DPC, DPW, DPP, serta perwakilan Pimpinan Anak Cabang (PAC).
Di Cimahi sendiri terdapat tiga PAC, yakni Cimahi Utara, Cimahi Tengah, dan Cimahi Selatan.
“Formatur diberi waktu maksimal tujuh hari untuk menyusun kepengurusan sekaligus menentukan Ketua DPC PPP Cimahi,” jelasnya.
Dalam bursa calon Ketua DPC PPP Kota Cimahi, mengerucut dua nama kuat, yakni:
Fitriani Angelina Silaban, SH (anggota DPRD Kota Cimahi dan Ketua GPK)
Siti Yanti Abintini, SH. MM. (Sekretaris DPC PPP Cimahi)
“Semua punya peluang, baik dari unsur struktural maupun legislatif. Yang terpenting adalah mampu membawa partai lebih baik,” kata Agus.
PR Besar: Dongkrak Suara dan Kursi
Muscab VI ini juga menyoroti target besar PPP ke depan. Pada Pemilu 2024, PPP Cimahi hanya meraih sekitar 18 ribu suara dan satu kursi DPRD.
Padahal secara potensi, partai berlambang Ka’bah itu dinilai mampu meraih hingga empat kursi.
“Ini jadi PR besar. Ketua terpilih harus mampu meningkatkan suara dan meratakan basis dukungan di tiap dapil,” tegas Agus.
Target Minimal Bentuk Fraksi
Salah satu kandidat, Fitriani Angelina Silaban, menyatakan kesiapannya memimpin PPP Cimahi dan membangkitkan mesin partai.
Ia menyoroti kondisi PPP yang saat ini hanya memiliki satu kursi di DPRD Kota Cimahi.
“Kalau saya diberi amanah, saya akan menghidupkan mesin partai dari ranting sampai DPC. Target minimal kita adalah membentuk satu fraksi di DPRD,” tegas Fitriani.
Ia juga berambisi mengembalikan kejayaan PPP seperti masa lalu, bahkan menargetkan satu kursi di setiap daerah pemilihan (dapil).
“Sejarah mencatat PPP pernah punya posisi strategis di DPRD Cimahi. Itu ingin kita kembalikan,” ujarnya.
Dalam 100 hari kerja, Fitriani menargetkan pembenahan total struktur partai hingga tingkat bawah, lengkap dengan pendataan kader secara by name by address.
Siti Yanti Abintini : PPP Harus Lebih Modern dan Inklusif
Sementara itu, kandidat lainnya, Siti Yanti Abintini, menegaskan komitmennya membangun PPP menjadi partai yang lebih kuat dan relevan.
“Bismillah, ini bentuk tanggung jawab saya sebagai kader. PPP harus menjadi partai yang lebih modern, inklusif, dan dekat dengan masyarakat,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya penguatan internal partai, kaderisasi, serta program nyata di bidang ekonomi, kesehatan, dan kesejahteraan umat.
Dengan terbentuknya tim formatur, penentuan Ketua DPC PPP Cimahi kini tinggal menunggu waktu.
Sesuai aturan, formatur memiliki waktu maksimal tujuh hari untuk mengambil keputusan.
Publik dan kader PPP pun kini menanti siapa sosok yang akan menakhodai partai hingga 2030.
Tantangannya jelas: mengangkat kembali suara PPP, merebut kursi legislatif, dan mengembalikan kejayaan partai di Kota Cimahi. (Bagdja)
