Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaRagam Daerah

Musim Hujan 2025 Penanganan Banjir Dayeuhkolot Dimulai Januari 2026, Pentahelix Perkuat Sinergi

126
×

Musim Hujan 2025 Penanganan Banjir Dayeuhkolot Dimulai Januari 2026, Pentahelix Perkuat Sinergi

Sebarkan artikel ini
Banjir musiman di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, kembali menjadi perhatian serius berbagai pemangku kepentingan.

SNU//Kabupaten Bandung — Banjir musiman di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, kembali menjadi perhatian serius berbagai pemangku kepentingan. 

Kondisi banjir yang seakan tak kunjung berhenti mendorong stakeholder lintas sektor memperkuat langkah penanganan. 

Example 300x600

Program besar penanganan banjir dijadwalkan mulai dilaksanakan pada Januari 2026.

Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Panitia Pentahelix Penanganan Banjir Dayeuhkolot, yang digelar di Wellgrow Kafe, Kecamatan Baleendah, Senin (1/12/2025).

Rapat Koordinasi Panitia Pentahelix Penanganan Banjir Dayeuhkolot, yang digelar di Wellgrow Kafe, Kecamatan Baleendah, Senin (1/12/2025).

Rakor dihadiri perwakilan Dinas Bina Marga Provinsi, Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi, Dinas PUTR Kabupaten Bandung, Dinas Lingkungan Hidup (LH), perwakilan perusahaan, akademisi dari Telkom University, serta jajaran Panitia Pentahelix.

Sinergi Lintas Sektor

Ketua Panitia Pentahelix Penanganan Banjir Dayeuhkolot, Tri Rahmanto, menegaskan bahwa rakor ini digelar untuk menyatukan visi sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menemukan langkah konkret penanganan banjir.

“Pada rakor pentahelix ini, kami berupaya menyamakan visi sekaligus memperkuat komitmen untuk berkolaborasi dan bekerja keras menyelesaikan banjir di Kecamatan Dayeuhkolot,” kata Tri.

Dari forum tersebut, berbagai instansi menyampaikan masukan serta solusi teknis yang dapat diterapkan untuk mengurangi risiko banjir.

Solusi Jangka Pendek

Meski anggaran baru tersedia pada Tahun Anggaran 2026, Panitia Pentahelix telah menyiapkan beberapa langkah cepat, di antaranya:

Penempatan mesin pompa penyedot banjir

Pengerukan drainase dan saluran air

Penertiban bangunan liar di sepanjang bantaran sungai.

Tri menyampaikan kegembiraannya karena sejumlah dinas seperti Bina Marga, SDA, PUTR, dan Lingkungan Hidup telah memastikan adanya alokasi anggaran khusus untuk penanganan banjir Dayeuhkolot di APBD 2026.

Namun, ia juga menyampaikan kekecewaannya kepada pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

“Kami sangat kecewa karena BBWS yang memiliki kewenangan penuh terhadap sungai-sungai tidak hadir, padahal sebelumnya menyatakan akan hadir,” tegasnya.

Pentahelix Siap Datangi BBWS

Panitia Pentahelix berencana mendatangi BBWS untuk membahas langkah yang berada dalam kewenangan balai tersebut.

Tri menekankan bahwa penanganan akan tetap berjalan meski koordinasi dengan BBWS belum menghasilkan kejelasan.

“Kalau tidak ada kejelasan kesanggupan mereka, kami akan tetap jalan. Kami berharap semua pihak tidak mengedepankan ego sektoral,” ujarnya.

Kolaborasi Menjadi Kunci

Tri Rahmanto, yang juga tokoh masyarakat Dayeuhkolot, menegaskan bahwa pendekatan pentahelix, melibatkan pemerintah, swasta, masyarakat, akademisi, dan media—adalah kunci penyelesaian banjir yang telah puluhan tahun melanda wilayah tersebut.

Ia pun mengajak seluruh pihak, termasuk sektor swasta, untuk ikut berkontribusi.

“Kami juga mengajak pihak swasta untuk ikut menyelesaikan banjir Dayeuhkolot ini. Alhamdulillah, Telkom University siap berkolaborasi,” katanya.

Meski menilai persoalan banjir tidak mudah, Tri tetap optimistis.

“Walaupun tidak mudah, saya yakin banjir akan bisa diatasi dengan kolaborasi pentahelix,” tutup Tri. (Apih)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600