Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaLingkungan HidupPeristiwa

Pascabanjir Cisurupan, Polsek dan Warga Turun Tangan! Lumpur dan Sampah di Balewangi Dibersihkan Bersama

127
×

Pascabanjir Cisurupan, Polsek dan Warga Turun Tangan! Lumpur dan Sampah di Balewangi Dibersihkan Bersama

Sebarkan artikel ini
Jajaran Polsek Cisurupan bersama BPBD, unsur pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat bergotong royong membersihkan material lumpur serta sampah yang tertinggal setelah banjir melanda Desa Balewangi, Kecamatan Cisurupan, Selasa (27/10/2026).

Garut, Jabar l secondnewsupdate.co.id – Upaya pemulihan lingkungan pascabanjir di Kabupaten Garut terus dilakukan melalui semangat kebersamaan. 

Jajaran Polsek Cisurupan bersama BPBD, unsur pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat bergotong royong membersihkan material lumpur serta sampah yang tertinggal setelah banjir melanda Desa Balewangi, Kecamatan Cisurupan, Selasa (27/10/2026).

Example 300x600

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 13.00 WIB tersebut dipusatkan di Kampung Pasar Kaler RT 01 RW 02, Desa Balewangi. 

Aksi bersama ini menjadi bagian dari upaya mempercepat pemulihan lingkungan sekaligus membantu masyarakat agar dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih aman dan nyaman.

Kapolsek Cisurupan, AKP Julius Siswantoro, memimpin langsung kegiatan tersebut bersama personel Polsek Cisurupan.

Sejumlah unsur terkait turut dikerahkan untuk mempercepat proses pembersihan di kawasan yang terdampak banjir.

Libatkan Berbagai Unsur, Bersihkan Sisa Material Banjir

Dalam pelaksanaannya, petugas dan warga bahu-membahu mengangkat lumpur serta sampah yang terbawa arus banjir.

Peralatan sederhana seperti cangkul, garpu, dan sekop digunakan untuk membersihkan material yang mengotori lingkungan permukiman maupun area di sekitar lokasi terdampak.

Kegiatan tersebut melibatkan petugas BPBD Kabupaten Garut, Dinas Pemadam Kebakaran, Tagana, unsur pemerintah kecamatan dan desa, relawan, serta masyarakat setempat.

Keterlibatan berbagai unsur ini memperlihatkan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menghadapi dampak bencana. Selain membutuhkan penanganan dari petugas, proses pemulihan juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat agar lingkungan terdampak dapat segera kembali bersih.

Pembersihan tidak hanya dilakukan di sekitar permukiman. Petugas dan warga juga berupaya menyingkirkan sampah yang tertinggal di aliran sungai dengan memanfaatkan aliran air untuk membantu membersihkan material sisa banjir.

Langkah tersebut dilakukan agar sampah dan material yang terbawa banjir tidak terus menumpuk serta menghambat aliran air. 

Kebersihan saluran air dan sungai menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan, terutama ketika curah hujan meningkat selama musim penghujan.

Forkopimcam Siapkan Evaluasi dan Koordinasi Pencegahan

Di tengah proses pemulihan, potensi banjir susulan menjadi perhatian bersama. Kondisi cuaca pada musim hujan menuntut kewaspadaan seluruh pihak, termasuk pemerintah, petugas penanggulangan bencana, dan masyarakat yang tinggal di wilayah rawan terdampak.

Untuk itu, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cisurupan akan melakukan evaluasi serta berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait.

Koordinasi tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mengidentifikasi kebutuhan penanganan wilayah terdampak, termasuk mendorong upaya perbaikan dan pencegahan guna meminimalkan risiko terulangnya bencana banjir.

Selain penanganan setelah bencana, kesiapsiagaan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam mengurangi dampak yang mungkin timbul.

Pemeliharaan kebersihan lingkungan, perhatian terhadap kondisi saluran air, serta komunikasi antarpihak diperlukan untuk mendukung upaya mitigasi bencana.

Gotong Royong Jadi Kekuatan Pemulihan Warga

Kegiatan pembersihan pascabanjir di Desa Balewangi bukan sekadar upaya mengangkat lumpur dan sampah, melainkan juga wujud kepedulian serta solidaritas antara aparat, pemerintah, relawan, dan masyarakat.

Melalui kerja bersama, proses pemulihan lingkungan diharapkan dapat berlangsung lebih cepat.

Sinergi tersebut sekaligus memperkuat kesiapan berbagai unsur dalam menghadapi kemungkinan bencana alam di wilayah Kecamatan Cisurupan.

Semangat gotong royong diharapkan terus terpelihara, tidak hanya ketika bencana terjadi, tetapi juga dalam menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim hujan.

Dengan koordinasi yang berkelanjutan dan keterlibatan aktif masyarakat, upaya pemulihan pascabanjir di Desa Balewangi diharapkan dapat berjalan optimal, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih, aman, dan tangguh terhadap risiko bencana. (Agung)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600