BeritaHukumInformatikaRagam Daerah

Pemkab dan Polres Garut Pastikan Kelancaran Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

109
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin memimpin Upacara Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Lapangan Markas Polres Garut, Kecamatan Karangpawitan, Kamis (12/3/2026).

Karangpawitan// secondnewsupdate.co.id – Bupati Garut Abdusy Syakur Amin memimpin Upacara Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Lapangan Markas Polres Garut, Kecamatan Karangpawitan, Kamis (12/3/2026).

Apel tersebut menandai kesiapan penuh Pemerintah Kabupaten Garut bersama jajaran TNI dan Polri dalam menghadapi arus mudik dan balik Idulfitri 1447 Hijriah.

Dalam keterangannya, Bupati Garut menyebutkan bahwa Kabupaten Garut diprediksi akan menerima lebih dari 3 juta pemudik pada musim mudik tahun ini. Untuk mengantisipasi berbagai potensi kendala, koordinasi lintas sektor telah dilakukan sejak 10 hari sebelumnya.

“Kami telah menyiapkan empat titik siaga yang melibatkan PUPR, BPBD, hingga Damkar untuk mengantisipasi jika terjadi bencana. Apalagi diperkirakan pada akhir bulan ini curah hujan masih cukup tinggi yang berpotensi menimbulkan banjir,” ujar Syakur.

Selain kesiapan infrastruktur dan mitigasi bencana, Pemkab Garut juga memberikan perhatian khusus terhadap ketersediaan Bahan Pokok Penting (Bapokting).

Pemerintah daerah bersama aparat keamanan akan terus melakukan operasi pasar guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.

“Kami bersama Kapolres dan Dandim akan terus melakukan survei dan operasi pasar murah untuk memastikan stok bahan pokok tetap tersedia. Meskipun ada kenaikan harga, sejauh ini masih dalam batas yang terkendali,” jelasnya.

Pada musim mudik tahun ini, pemerintah juga menerapkan kebijakan khusus berupa pemberian insentif kepada kusir andong, pengemudi ojek, dan becak yang biasa beroperasi di jalur utama mudik.

“Kami bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi untuk memberikan insentif kepada para kusir andong, pengemudi ojek, dan becak agar mereka tidak beroperasi selama tujuh hari pada periode puncak mudik. Pendanaannya berasal dari APBD Provinsi dan APBD Kabupaten Garut,” tambahnya.

Selain itu, Syakur juga telah menginstruksikan para camat untuk menyiapkan rest area sementara di kantor kecamatan yang berada di jalur strategis mudik. 

Sementara itu, Dinas Kesehatan diminta menyiagakan seluruh puskesmas, terutama yang berada di jalur lintasan pemudik.

Ia juga menegaskan kepada Dinas Perhubungan dan Dinas PUPR agar memastikan Penerangan Jalan Umum (PJU) berfungsi dengan baik serta mempercepat perbaikan jalan darurat agar tidak mengganggu kelancaran lalu lintas.

Sementara itu, Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto menjelaskan bahwa Operasi Ketupat Lodaya 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) selama lima hari.

“Fokus utama operasi ini adalah mengantisipasi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas. Untuk itu kami menyiapkan sejumlah pos pengamanan dan pos pelayanan di beberapa titik strategis,” ujarnya.

Untuk mengurai kepadatan di kawasan pasar tumpah, pihak kepolisian juga akan memasang water barrier guna mencegah parkir liar di bahu jalan.

Selain jalur mudik, pengamanan juga akan diperketat di lokasi wisata serta kawasan ziarah makam yang biasanya ramai dikunjungi masyarakat selama libur Lebaran.

“Di pasar-pasar besar kami pasang water barrier agar kendaraan tidak parkir sembarangan di depan pasar. Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengantisipasi genangan air yang dapat menyebabkan kemacetan,” jelasnya.

Yugi menambahkan bahwa sebanyak 1.747 personel gabungan, termasuk anggota Brimob, akan diterjunkan untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran di wilayah Kabupaten Garut. (Asan/Agung)

Penulis: Asep Santika/Agung Editor: Bama
Exit mobile version