Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
InformatikaPendidikanRagam Daerah

Pemkab Garut Kembali Buka Beasiswa Satu Desa Satu Sarjana 2026, Kesempatan Emas Kuliah Gratis untuk 109 Desa yang Belum Terisi

110
×

Pemkab Garut Kembali Buka Beasiswa Satu Desa Satu Sarjana 2026, Kesempatan Emas Kuliah Gratis untuk 109 Desa yang Belum Terisi

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut bersiap kembali membuka pendaftaran Program Beasiswa Satu Desa/Kelurahan Satu Sarjana Tahun Anggaran 2026, sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus mencetak generasi unggul di seluruh pelosok daerah.

Garut/secondnewsupdate.co.id – Kabar menggembirakan bagi para lulusan SMA/SMK dan sederajat di Kabupaten Garut. 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut bersiap kembali membuka pendaftaran Program Beasiswa Satu Desa/Kelurahan Satu Sarjana Tahun Anggaran 2026, sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus mencetak generasi unggul di seluruh pelosok daerah.

Example 300x600

Program unggulan yang menjadi salah satu strategi peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) ini akan diprioritaskan bagi 109 desa dan kelurahan yang hingga pelaksanaan tahun 2025 belum memiliki penerima beasiswa.

Program tersebut tetap mengacu pada Peraturan Bupati Garut Nomor 39 Tahun 2025 tentang Pemberian Bantuan Pendidikan Tinggi bagi Masyarakat serta Keputusan Bupati Garut Nomor 100.3.3.2/KEP.373-KESRA/2025 mengenai petunjuk teknis pelaksanaan seleksi penerima Beasiswa Satu Desa atau Kelurahan Satu Sarjana.

Pada pelaksanaan tahun 2025, dari total 442 desa dan kelurahan di Kabupaten Garut, sebanyak 333 desa/kelurahan telah berhasil mengisi formasi penerima beasiswa. 

Sementara itu, masih terdapat 109 desa/kelurahan yang belum memiliki peserta sehingga akan menjadi sasaran utama rekrutmen calon mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027.

Melalui program ini, Pemkab Garut berharap pemerataan pendidikan tinggi tidak hanya dinikmati masyarakat perkotaan, tetapi juga menjangkau desa-desa terpencil sehingga lahir sarjana-sarjana baru yang mampu membangun daerah asalnya.

Jadwal Seleksi Beasiswa 2026

Pemkab Garut telah menyiapkan tahapan pelaksanaan program sebagai berikut:

6–10 Juli 2026: Sosialisasi ke kecamatan serta desa/kelurahan oleh Tim Teknis Kabupaten.

13–14 Juli 2026: Pengumuman di tingkat desa dan kelurahan.

15–20 Juli 2026: Pendaftaran calon peserta.

21–22 Juli 2026: Perpanjangan pendaftaran apabila diperlukan.

23–25 Juli 2026: Seleksi administrasi, wawancara, serta pengumuman hasil seleksi tingkat desa/kelurahan.

27 Juli 2026: Masa sanggah.

28–31 Juli 2026: Pengusulan peserta dari desa/kelurahan ke tingkat kabupaten.

3–5 Agustus 2026: Validasi oleh Tim Teknis Kabupaten.

6 Agustus 2026: Penetapan hasil seleksi dan pengusulan Keputusan Bupati Garut.

Puluhan Program Studi dari 16 Perguruan Tinggi

Program Beasiswa Satu Desa Satu Sarjana tahun ini juga menggandeng 16 perguruan tinggi di Kabupaten Garut dengan puluhan pilihan program studi.

Beberapa di antaranya meliputi Institut Teknologi Garut, Universitas Garut, Institut Pendidikan Indonesia (IPI), STIKES YPSDMI, Sekolah Tinggi Hukum Garut, STIE Yasa Anggana, STISIP Samudera Indonesia Selatan, IAI Persis, STAI Muhammadiyah, STAI Siliwangi, STIT Qurrota Ayun, STEI Yapisha, STAI KH Badruzzaman, Institut Muhammadiyah Darul Arqam (IMDA), STAI Al Musaddadiyah, serta STIEBS NU.

Pilihan program studi yang tersedia sangat beragam, mulai dari Teknik Informatika, Sistem Informasi, Teknik Sipil, Rekayasa Perangkat Lunak, Administrasi Publik, Akuntansi, Pariwisata, Agribisnis, Teknologi Informasi, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Matematika, Pendidikan Biologi, Pendidikan Agama Islam, Ilmu Hukum, Kesehatan Masyarakat, hingga berbagai program studi ekonomi dan syariah.

Melalui program ini, Pemkab Garut menargetkan lahirnya lulusan perguruan tinggi yang mampu menjadi motor penggerak pembangunan di desa masing-masing. 

Kehadiran para sarjana baru diharapkan mampu memperkuat pelayanan publik, meningkatkan perekonomian masyarakat, serta mendorong lahirnya inovasi pembangunan berbasis potensi lokal.

Masyarakat yang berasal dari desa dan kelurahan yang belum memiliki penerima beasiswa diimbau untuk segera mempersiapkan persyaratan administrasi dan mengikuti seluruh tahapan seleksi sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah daerah. (Asan/Agung)

Penulis: Asep Santika/Agung Editor: Bama
Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600