BeritaPendidikanSosial

Pentas Seni Sekolah Lansia Budi Luhur, Pemkot Cimahi Tegaskan Pendidikan Tak Kenal Usia

482
Wakil Walikota Cimahi Adithia Yudistira,menegaskan bahwa pendidikan merupakan proses pembelajaran seumur hidup yang tidak dibatasi oleh usia.

Kota Cimahi// secondnewsupdate.co.id – Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menegaskan komitmennya dalam mendukung pendidikan sepanjang hayat melalui kegiatan Pentas Seni Sekolah Lansia Budi Luhur, yang digelar di STIKes Budi Luhur, Selasa (3/1/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan bekerja sama dengan STIKes Budi Luhur tersebut menjadi ajang menampilkan capaian pembelajaran para lansia sekaligus memperkuat peran pendidikan nonformal dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat usia lanjut.

Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira menegaskan bahwa pendidikan merupakan proses pembelajaran seumur hidup yang tidak dibatasi oleh usia.

“Ini adalah bentuk nyata bahwa pendidikan tidak berhenti pada usia tertentu, melainkan merupakan proses pembelajaran sepanjang hayat,” ujar Adhitia dalam sambutannya.

Menurutnya, esensi pendidikan bagi lansia tidak terletak pada jenis ilmu yang dipelajari, melainkan pada aktivitas, semangat, dan produktivitas yang dijalani. Ia mengungkapkan berbagai penelitian menunjukkan bahwa lansia yang tetap aktif memiliki kondisi fisik dan mental yang lebih baik.

“Berbagai penelitian menyatakan, jika kita terus aktif dan produktif, itu akan berpengaruh terhadap sensorik dan motorik. Jadi berapa pun usia, itu sudah bukan menjadi halangan,” katanya.

Adhitia juga mencontohkan kondisi di Jepang yang tengah menghadapi krisis demografi, namun mampu bertahan berkat peran aktif para lansia di berbagai sektor kehidupan.

“Di Jepang, para lansia masih berjualan makanan, menjadi sopir taksi, bahkan bekerja di pabrik. Artinya usia itu hanya sekadar angka, yang terpenting adalah semangat dan motivasi untuk tetap aktif dan produktif,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberagaman usia penduduk di Kota Cimahi justru menjadi kekuatan dalam pembangunan daerah. Hal tersebut selaras dengan visi Cimahi Mantap, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas generasi.

“Pembangunan Cimahi yang maju, agamis, nyaman, teladan, aman, dan produktif harus dilakukan melalui kolaborasi lintas generasi. Setiap generasi memiliki kelebihan masing-masing dan harus saling melengkapi,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Adhitia juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Budi Luhur dan STIKes Budi Luhur atas kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan Kota Cimahi, khususnya di wilayah Cimahi Selatan. Ia menilai kehadiran STIKes Budi Luhur telah memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

“Dengan hadirnya STIKes Budi Luhur, dua kelurahan di Cimahi Selatan, yakni Cibeber dan Leuwigajah, berturut-turut meraih prestasi dan menjadi juara. Ini bukti bahwa STIKes Budi Luhur adalah kampus yang benar-benar berdampak,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, Wakil Wali Kota Cimahi menegaskan bahwa pendidikan lansia merupakan bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia yang inklusif dan berkeadilan. 

Pendidikan harus menjangkau seluruh siklus kehidupan, tidak terbatas pada anak-anak dan usia produktif semata.

Ke depan, Pemkot Cimahi mendorong terwujudnya ekosistem pembelajaran sepanjang hayat, yang memungkinkan seluruh warga, tanpa memandang usia, untuk terus belajar, berkreasi, dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial. (Bagdja)

Exit mobile version