Medan//secondnewsupdate.co.id – Perkumpulan Gerakan Kebangsaan Sumatera Utara (PGK Sumut) mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tetap fokus memberikan kontribusi positif bagi bangsa di tengah situasi geopolitik global yang semakin memanas.
Dukungan terhadap program-program pemerintah dinilai menjadi langkah konkret dalam memperkuat kesejahteraan rakyat sekaligus mempersiapkan Indonesia menuju visi besar Indonesia Emas 2045.
Ajakan tersebut disampaikan Ketua PGK Sumut, Hendra Hidayat, M.Si, saat kegiatan diskusi publik dan buka puasa bersama bertema “Dukung Kebijakan Pemerintah Menuju Indonesia Emas 2045” yang digelar Selasa (17/3) di Medan.
“Kita berharap anak muda semakin kompak dan semangat berkarya walaupun kondisi geopolitik global kurang menguntungkan akibat peperangan. Namun demikian, kita harus tetap fokus dan memberikan kontribusi positif bagi rakyat Indonesia,” ujarnya.
Hendra menjelaskan, sejumlah program prioritas pemerintah seperti Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih (KMP), dan Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan yang saling terintegrasi dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Program tersebut juga menjadi langkah strategis dalam memanfaatkan bonus demografi secara optimal.
Menurutnya, PGK Sumut yang telah terbentuk di berbagai kabupaten dan kota terus berkomitmen mendukung kebijakan pemerintah melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah.
Dukungan tersebut diwujudkan dalam bentuk pendampingan serta pemantauan agar pelaksanaan program berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Kita harus membantu menyukseskan seluruh program pemerintah yang saling berkaitan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Meski situasi global sedang dilanda konflik, komitmen mendukung kebijakan pemerintah harus tetap kuat,” tegasnya.
Diskusi publik tersebut turut menghadirkan akademisi sekaligus tenaga pendidik, Ninda Ulfa, M.Pd. Dalam pemaparannya, Ninda menyoroti tantangan bonus demografi yang akan dihadapi Indonesia pada 2045 mendatang.
Ia menilai, visi Indonesia menjadi negara maju dengan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing tidak dapat dicapai hanya dengan program semata, melainkan harus dimulai dari pemenuhan gizi masyarakat.
“Visi Indonesia Emas 2045 harus dibangun melalui kualitas SDM yang unggul. Pemenuhan gizi sangat berkaitan dengan perkembangan intelektual anak. Anak dengan tingkat kecerdasan tinggi umumnya memiliki kecukupan gizi yang baik,” jelasnya.
Menurut Ninda, gizi memiliki peran besar dalam meningkatkan kemampuan belajar serta kecerdasan generasi muda. Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah menghadirkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bentuk kehadiran negara dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan masyarakat.
“Program MBG bertujuan meningkatkan status gizi masyarakat sekaligus kualitas pendidikan. Negara hadir secara adil dan merata di tengah masyarakat. Program ini perlu kita dukung bersama dengan tetap melakukan pengawasan,” ujarnya.
Ia menambahkan, program MBG juga memberikan dampak positif terhadap tingkat kehadiran siswa di sekolah. Anak-anak menjadi lebih bersemangat mengikuti kegiatan belajar karena kebutuhan gizinya terpenuhi.
“Tingkat kehadiran siswa meningkat karena mereka merasa terbantu. Bahkan saat libur sekolah, program MBG tetap diberikan. Artinya, bukan hanya kecerdasan dan gizi yang terpenuhi, tetapi juga semangat belajar siswa semakin tinggi,” tambahnya.
Ninda menegaskan bahwa setiap program pemerintah dirancang untuk memberikan manfaat luas bagi masyarakat, sehingga dukungan dari seluruh elemen bangsa sangat dibutuhkan.
“Setiap program pemerintah membawa dampak positif bagi masyarakat. Karena itu, sudah sepatutnya kita dukung bersama,” pungkasnya. (Rizky)
