PendidikanRagam Daerah

Polres Garut Tanamkan Kesadaran Hukum kepada 300 Santri Baru di MOSBA 2026, Bekali Antibullying hingga Bahaya Narkoba

113
Sebanyak 300 santri dan santriwati baru Pondok Pesantren Al-Qur'an Qiroatussab'ah, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, mendapatkan pembekalan khusus dari Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Garut dalam kegiatan Masa Orientasi Santri Baru (MOSBA) Tahun Ajaran 2026–2027, Rabu (15/7/2026).

Garut/secondnewsupdate.co.id – Polres Garut terus memperkuat pembinaan karakter generasi muda melalui pendekatan edukatif di lingkungan pesantren.

Sebanyak 300 santri dan santriwati baru Pondok Pesantren Al-Qur’an Qiroatussab’ah, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, mendapatkan pembekalan khusus dari Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Garut dalam kegiatan Masa Orientasi Santri Baru (MOSBA) Tahun Ajaran 2026–2027, Rabu (15/7/2026).

Kegiatan bertema “Satu Hati, Menjadi Santri Berprestasi” tersebut dihadiri Pimpinan Pondok Pesantren Al-Qur’an Qiroatussab’ah KH. Rd. Fahmi M. Noer, Ketua Yayasan KH. Atto Moch Thouyib, jajaran pengurus pesantren, para tenaga pendidik, serta ratusan santri baru.

Dalam sesi pembinaan, Kanit Bintibmas Sat Binmas Polres Garut Aiptu Umar Taufik, yang juga merupakan Da’i Kamtibmas Polri, menyampaikan berbagai materi yang bertujuan membangun karakter, meningkatkan disiplin, dan menanamkan kesadaran hukum kepada para santri sejak dini.

Materi yang diberikan meliputi motivasi belajar, pengenalan tugas dan fungsi Kepolisian, penguatan nilai-nilai keislaman, pencegahan perundungan (bullying), antisipasi kenakalan remaja, bahaya penyalahgunaan narkoba, pentingnya tertib berlalu lintas, senam otak untuk meningkatkan konsentrasi belajar, hingga sesi muhasabah dan doa bersama.

Kasat Binmas Polres Garut Kompol Aam Kunaepi, mengatakan, kehadiran Polri dalam kegiatan orientasi santri merupakan bentuk komitmen membangun hubungan yang harmonis dengan lingkungan pesantren sekaligus membentuk generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, dan taat hukum.

Menurutnya, pembinaan sejak dini menjadi langkah strategis untuk mencegah berbagai perilaku negatif yang dapat menghambat masa depan generasi muda.

“Diharapkan para santri tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, menjauhi kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, serta menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dan agen pemelihara keamanan serta ketertiban di lingkungan masing-masing,” ujar Aam.

Melalui kegiatan MOSBA ini, Polres Garut berharap sinergi antara kepolisian dan lembaga pendidikan keagamaan semakin kuat dalam mencetak generasi penerus bangsa yang berprestasi, berakhlak mulia, serta memiliki kesadaran hukum yang tinggi.

Dengan kolaborasi tersebut, pesantren diharapkan menjadi salah satu garda terdepan dalam membentuk karakter pemuda yang siap berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa. (Agung)

Exit mobile version