Medan//secondnewsupdate.co.id – Upaya mendorong budaya demokrasi yang santun terus digaungkan.
Polrestabes Medan menggelar Lomba Orasi Damai 2026 dalam ajang Kapolrestabes Medan Cup, Sabtu (11/4/2026), yang diikuti puluhan peserta dari berbagai kalangan.
Kegiatan yang berlangsung di Mapolrestabes Medan ini menghadirkan peserta dari organisasi mahasiswa, komunitas pemuda, hingga lembaga swadaya masyarakat.
Mereka diberi ruang untuk menyampaikan gagasan secara terbuka, namun tetap mengedepankan etika dan pesan persatuan.
Kapolrestabes Medan, Jean Calvijn Simanjuntak, membuka langsung acara tersebut.
Ia menegaskan bahwa lomba ini bukan sekadar kompetisi, melainkan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan ruang aspirasi yang sehat dan bertanggung jawab.
Menurutnya, penyampaian pendapat di ruang publik harus dilakukan secara damai tanpa disertai ujaran kebencian maupun tindakan yang merusak fasilitas umum.
“Kami ingin generasi muda berani menyampaikan aspirasi, tetapi tetap menjaga ketertiban dan menghormati aturan yang ada,” ungkapnya. Senin (13/4/2026).
Ia juga menyoroti adanya perubahan pendekatan dalam pengamanan aksi unjuk rasa.
Jika sebelumnya lebih berfokus pada aspek pengamanan, kini Polri mengedepankan pelayanan agar masyarakat merasa aman dan nyaman saat menyampaikan pendapat.
Acara ini turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Medan, mulai dari perwakilan pemerintah daerah, legislatif, hingga aparat penegak hukum.
Kehadiran berbagai pihak ini memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas daerah.
Perlombaan dimulai sekitar pukul 11.00 WIB dengan total 21 peserta. Setiap peserta menyampaikan orasi sesuai tema yang telah ditentukan, menitikberatkan pada nilai damai, kebangsaan, dan pembangunan.
Setelah melalui penilaian dewan juri, kelompok USU Bergerak keluar sebagai juara pertama dengan skor tertinggi.
Posisi kedua ditempati HIMMAH Medan, sementara TAN MALAKA menyusul di peringkat ketiga.
Adapun kategori juara harapan diraih oleh SENOCAS sebagai harapan pertama, Agent of Change UINSU sebagai harapan kedua, dan PRABU sebagai harapan ketiga.
Penyerahan penghargaan dilakukan oleh jajaran kepolisian, dilanjutkan dengan pesan dari Wakapolrestabes Medan yang menekankan bahwa orasi merupakan bagian penting dari ekspresi intelektual dalam sistem demokrasi.
Rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 17.00 WIB dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan tamu undangan.
Melalui ajang ini, diharapkan tercipta ruang dialog yang lebih sehat sekaligus memperkuat situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kota Medan. (Rizky)
