BeritaEkonomiRagam Daerah

Potensi Investor di Priangan Timur Capai 452 Ribu, OJK Dorong Masyarakat Melek Investasi

69
Kepala Bagian Pengawasan Edukasi dan Perlindungan Konsumen (PEPK) OJK Tasikmalaya, Dendy Juandi menyampaikan SID di Priangan Timur, Rabu(12/11/2025). (Foto:Krist)

SNU//Tasikmalaya – Potensi masyarakat Priangan Timur untuk menjadi investor terus meningkat.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya, hingga Agustus 2025 tercatat 452.803 Single Investor Identification (SID) di wilayah tersebut.

Angka ini setara dengan 13,41 persen dari total SID di Jawa Barat dan 2,52 persen secara nasional, menandakan bahwa minat masyarakat terhadap investasi semakin tumbuh pesat di kawasan selatan Jawa Barat itu.

Kepala Bagian Pengawasan Edukasi dan Perlindungan Konsumen (PEPK) OJK Tasikmalaya, Dendy Juandi, menilai data tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dalam kesadaran masyarakat terhadap pentingnya investasi yang cerdas dan terukur.

“Angka ini menggambarkan potensi besar masyarakat Priangan Timur untuk terus berkembang menjadi investor yang cerdas dan berdaya,” ujar Dendy, Rabu (12/11/2025).

Secara rinci, jumlah SID di tiap wilayah Priangan Timur adalah sebagai berikut:

Kota Banjar: 15.432 SID

Kabupaten Ciamis: 86.648 SID

Kabupaten Garut: 122.164 SID

Kabupaten Pangandaran: 8.448 SID

Kabupaten Sumedang: 62.232 SID

Kabupaten Tasikmalaya: 79.696 SID

Kota Tasikmalaya: 78.183 SID

Sehari sebelumnya, OJK juga melaksanakan kegiatan edukasi keuangan dan investasi di Aula Pemerintah Kota Tasikmalaya.

Acara tersebut diikuti 120 peserta dari kalangan UMKM, ASN, dan CPNS, serta menghadirkan perwakilan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Barat, KIWOOM Sekuritas Indonesia, dan KADIN Kota Tasikmalaya.

Melalui kegiatan ini, peserta dibekali pemahaman tentang investasi legal, risiko keuangan, dan strategi menghindari penipuan investasi.

“Kami akan terus bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk media dan pelaku usaha, untuk memperluas jangkauan edukasi keuangan di daerah,” tutup Dendy.

OJK menegaskan bahwa literasi dan inklusi keuangan menjadi pondasi penting dalam memperkuat ekonomi masyarakat daerah. 

Dengan pemahaman yang baik terhadap produk keuangan, masyarakat diharapkan mampu berinvestasi secara bijak dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Program edukasi dan pelatihan serupa akan terus digelar di berbagai kabupaten/kota di Priangan Timur sepanjang tahun 2025 hingga 2026, sejalan dengan visi OJK mewujudkan masyarakat yang inklusif, mandiri, dan cerdas finansial. (Krist)

Exit mobile version