Jawa Barat, Bandung l secondnewsupdate.co.id — Jaringan pelaku begal dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang beraksi di wilayah Jawa Barat berhasil dibongkar aparat kepolisian. Senin (10/8/2026)
Puluhan orang diamankan dalam pengungkapan kasus tersebut, sementara ratusan unit sepeda motor hasil kejahatan turut disita sebagai barang bukti.
Yang mengejutkan, sejumlah pelaku yang diamankan diketahui berasal dari Lampung. Mereka diduga sengaja datang ke wilayah Jawa Barat secara berkelompok untuk menjalankan aksi pencurian sepeda motor.
Fakta tersebut mencuat ketika para pelaku diperiksa dan ditanya satu per satu oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab dipanggil KDM, mengenai identitas serta asal daerah mereka.
Dalam pemeriksaan tersebut, beberapa orang mengaku berasal dari Lampung. Salah satunya disebut bernama Joni Sabutra.

“Joni Sabutra, asal mana?” tanya Dedi.
“Lampung,” jawabnya.
Ketika ditanya sudah berapa lama berada di Jawa Barat, salah seorang pelaku menyebut baru sekitar dua pekan.
“Dua mingguan,” jawabnya.
Pengakuan tersebut semakin menguatkan dugaan bahwa kedatangan mereka ke Jawa Barat bukan sekadar untuk mencari pekerjaan atau menetap, melainkan diduga berkaitan dengan aktivitas kriminal yang menyasar kendaraan bermotor milik masyarakat.
Datang Berkelompok, Diduga Berburu Motor Curian
Dalam pemeriksaan lainnya, sejumlah pelaku kembali menyebut Lampung sebagai daerah asal mereka.
Identitas para tersangka pun diperiksa satu per satu untuk mendalami jaringan yang diduga berada di balik aksi pencurian tersebut.
Modus operandi dan pola pergerakan kelompok ini masih terus didalami aparat. Polisi juga melakukan pengembangan untuk mengetahui apakah mereka hanya beroperasi di satu wilayah atau telah menyebar ke sejumlah daerah di Jawa Barat.
Pengungkapan ini menjadi perhatian karena kasus pencurian kendaraan bermotor selama ini menjadi salah satu kejahatan yang meresahkan masyarakat.
Bukan hanya pelaku lapangan yang menjadi sasaran penyelidikan. Polisi juga memburu pihak-pihak yang diduga berperan sebagai penadah kendaraan hasil kejahatan.
Ratusan Motor Diamankan, Penadah Diduga Berasal dari Garut
Dari pengungkapan jaringan tersebut, ratusan sepeda motor berhasil diamankan Polda Jabar.
Kendaraan-kendaraan tersebut diduga berkaitan dengan sejumlah kasus pencurian yang terjadi di wilayah Jawa Barat.
Menariknya, dalam pengembangan kasus, polisi juga menemukan dugaan keterlibatan penadah yang berasal dari Garut.
Penadah memiliki peran penting dalam rantai kejahatan curanmor karena kendaraan hasil pencurian tidak berhenti pada pelaku lapangan.
Motor yang berhasil dicuri kemudian diduga berpindah tangan untuk dijual kembali melalui jaringan tertentu.
Aparat kini terus menelusuri alur kendaraan tersebut, termasuk dari mana motor diperoleh, kepada siapa diserahkan, hingga bagaimana kendaraan hasil kejahatan dipasarkan.
KDM Soroti Nasib Keluarga Pelaku
Di tengah pengungkapan kasus tersebut, terdapat sisi lain yang turut menjadi perhatian.
Dalam dialog dengan salah seorang pelaku, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menanyakan kondisi keluarga pelaku, termasuk anak dan istrinya.
KDM bahkan meminta alamat keluarga pelaku.
Langkah tersebut bukan berarti membenarkan perbuatan pidana yang dilakukan. Sebaliknya, perhatian diarahkan kepada keluarga yang ditinggalkan setelah kepala keluarga harus menjalani proses hukum.
KDM menyoroti bahwa kesalahan seorang suami tidak serta-merta menjadi kesalahan istri maupun anak-anaknya.
“Walaupun suaminya berbuat jahat, istrinya tidak berdosa,” demikian inti pesan yang disampaikan KDM.
Ia juga menyinggung kemungkinan kondisi ekonomi keluarga pelaku setelah sang suami ditahan.
Menurutnya, jangan sampai istri dan anak ikut menanggung dampak sosial dan ekonomi akibat perbuatan yang dilakukan kepala keluarga.
Perhatian tersebut menjadi pesan penting bahwa pemberantasan kejahatan tetap harus berjalan tegas, namun sisi kemanusiaan terhadap keluarga pelaku juga tidak boleh diabaikan.

Polisi Masih Kembangkan Jaringan
Polda Jawa Barat diperkirakan masih melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut.
Selain mengidentifikasi para pelaku, penyidik perlu mengurai jaringan yang lebih luas, termasuk kemungkinan adanya koordinator, penadah, hingga pihak lain yang menerima dan memperjualbelikan kendaraan hasil curian.
Dengan diamankannya ratusan sepeda motor, pengungkapan ini diharapkan dapat membuka lebih banyak kasus curanmor yang sebelumnya belum terungkap.
Masyarakat pun diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi pencurian kendaraan bermotor, terutama dengan memastikan kendaraan diparkir di lokasi aman dan menggunakan pengamanan tambahan.
Pengungkapan jaringan ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi para pelaku kejahatan: Jawa Barat bukan tempat aman untuk berburu kendaraan hasil curian.
Aparat penegak hukum akan terus memburu jaringan curanmor hingga ke akar-akarnya, sementara barang bukti yang berhasil diamankan akan menjadi bagian penting dalam proses penyidikan dan pembuktian di hadapan hukum. (Bagdja-Red)
















