Garut, Jabar l secondnewsupdate.co.id — Harapan baru mulai dirasakan keluarga besar TK Basrul Huda di Kampung Sindangsari, Desa Cimuncang, Kabupaten Garut.
Bangunan sekolah yang sebelumnya mengalami kerusakan kini perlahan berbenah setelah mendapat bantuan revitalisasi dari pemerintah senilai Rp150 juta.
Program tersebut tidak hanya difokuskan pada perbaikan ruang kelas, tetapi juga mencakup pengadaan meubeler serta penambahan fasilitas dan alat bermain untuk mendukung aktivitas belajar peserta didik.
Ketua Yayasan sekaligus Ketua P2SP TK Basrul Huda, Heri Hasan Basri, menyambut baik program tersebut. Menurutnya, revitalisasi menjadi bentuk perhatian nyata pemerintah terhadap keberlangsungan pendidikan anak usia dini, khususnya sekolah yang memiliki keterbatasan dalam pengembangan sarana dan prasarana.
“Alhamdulillah, kami mendapatkan program revitalisasi TK Basrul Huda. Bantuan ini sangat terasa manfaatnya bagi kami, terutama untuk memperbaiki bangunan yang sebelumnya sudah rusak serta menambah fasilitas bermain anak,” ujar Heri saat ditemui, Sabtu (19/9/2026).
Heri menjelaskan, pekerjaan revitalisasi ditargetkan rampung dalam waktu sekitar tiga bulan. Hingga saat ini, pengerjaan telah berlangsung kurang lebih dua minggu dengan capaian progres fisik sekitar 20 persen.
“Baru sekitar dua minggu dikerjakan, progresnya kurang lebih 20 persen. Ada lima tenaga kerja yang terlibat dalam pengerjaan,” jelasnya.
Mendapat Monitoring dan Pembinaan
Pelaksanaan revitalisasi juga mendapat pengawasan melalui monitoring dan evaluasi dari pemerintah.
Heri menyebut, Kementerian Pendidikan telah melakukan monitoring, sementara Dinas Pendidikan Kabupaten Garut sebelumnya telah memberikan pembinaan kepada pihak sekolah.
“Monitoring dan evaluasi sudah dilakukan oleh Kementerian. Dari Dinas Pendidikan juga sebelumnya sudah dua kali dilakukan pembinaan. Alhamdulillah, sejauh ini proses berjalan sesuai ketentuan,” katanya.
Bagi pihak yayasan, bantuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperbaiki kondisi sekolah yang sebelumnya sulit dibenahi secara mandiri.
Keterbatasan kemampuan pembiayaan serta kondisi lahan menjadi salah satu tantangan yang selama ini dihadapi.
“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah. Bagi kami kaum pendidik, manfaat program ini benar-benar dirasakan. Bangunan yang kondisinya sudah rusak sekarang bisa diperbaiki,” ungkap Heri.
Ia berharap proses revitalisasi dapat berjalan lancar hingga selesai. Selain memperbaiki kondisi fisik bangunan, fasilitas yang semakin memadai diharapkan menciptakan suasana belajar yang lebih aman, nyaman, sekaligus mendukung tumbuh kembang anak.
“Harapannya tentu anak-anak bisa belajar dengan lebih nyaman, aman, dan fasilitas yang ada bisa menunjang perkembangan mereka,” ujarnya.
Saat ini, TK Basrul Huda memiliki sekitar 28 peserta didik. Kendati jumlah siswa relatif terbatas dan sekolah masih menghadapi persoalan keterbatasan lahan, yayasan bersama para pendidik tetap berkomitmen memberikan pelayanan pendidikan secara maksimal.
“Walaupun siswanya sekitar 28 orang dan kami memiliki keterbatasan lahan, kami tetap berkomitmen memberikan pendidikan yang terbaik. Bantuan revitalisasi ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan,” pungkas Heri. (Asan)
