Jawa Barat, Kab Bandung l secondnewsupdate.co.id – Kebahagiaan sederhana terpancar dari keluarga Iis, warga Kampung Paniisan RT 01/RW 16, Desa Parungserab, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung.
Rumah yang sebelumnya membutuhkan perbaikan kini telah berubah menjadi hunian yang lebih layak, aman dan nyaman.
Perubahan tersebut diwujudkan melalui program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) Kabupaten Bandung, yang resmi diresmikan pada Senin (24/8/2026).
Program tersebut menjadi bukti nyata bahwa zakat yang dikelola secara amanah tidak berhenti pada aktivitas penyaluran semata, tetapi dapat hadir dalam bentuk manfaat langsung yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Peresmian RLHB tersebut juga merupakan hasil kolaborasi BAZNAS Kabupaten Bandung bersama Anggota DPRD Kabupaten Bandung Fraksi PKB Daerah Pemilihan (Dapil) 1, Khoiril Anwar.
Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperjuangkan peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan dukungan untuk memiliki tempat tinggal yang lebih layak.
Bagi keluarga Iis, hadirnya rumah yang telah direhabilitasi bukan sekadar perubahan kondisi bangunan. Lebih dari itu, rumah tersebut menjadi ruang baru untuk menata kehidupan, berkumpul bersama keluarga, serta menumbuhkan harapan akan masa depan yang lebih baik.
Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, KH. Yusuf Ali Tantowi, menegaskan bahwa setiap program yang dijalankan BAZNAS harus mampu menghadirkan manfaat nyata dan dirasakan langsung oleh para mustahik.
“BAZNAS hadir bukan hanya untuk menyalurkan zakat, tetapi memastikan zakat tersebut mampu mengubah kehidupan mustahik menjadi lebih baik. Rumah layak huni ini adalah bentuk nyata kepedulian para muzaki yang kemudian kami amanahkan untuk kembali kepada masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Yusuf.
Menurutnya, program RLHB tidak hanya berkaitan dengan pembangunan maupun rehabilitasi fisik sebuah rumah. Di balik pembangunan tersebut terdapat nilai kepedulian, gotong royong dan semangat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara bersama-sama.
Karena itu, BAZNAS Kabupaten Bandung berharap program Rumah Layak Huni dapat terus berkembang sehingga semakin banyak keluarga yang membutuhkan dapat merasakan manfaat dari dana zakat yang dihimpun.
“Semoga rumah ini menjadi tempat yang penuh keberkahan, tempat keluarga berteduh, berkumpul, dan membangun masa depan. Semoga semakin banyak pihak yang tergerak untuk berzakat, karena dari zakat kita bisa menghadirkan kebahagiaan dan mengangkat kehidupan saudara-saudara kita,” tuturnya.
Khoiril Anwar: Rumah Layak Huni Bukan Sekadar Bangunan
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Bandung Fraksi PKB Dapil 1, Khoiril Anwar, menyampaikan apresiasi terhadap langkah BAZNAS Kabupaten Bandung yang dinilainya konsisten menghadirkan program konkret bagi masyarakat.
Menurutnya, RLHB merupakan contoh bagaimana kolaborasi antara lembaga pengelola zakat dan unsur legislatif dapat menghasilkan manfaat yang benar-benar dirasakan warga.
“Kami sangat mengapresiasi BAZNAS Kabupaten Bandung. Rumah layak huni ini merupakan bukti bahwa ketika semua pihak bersinergi, kepedulian bisa diwujudkan menjadi sesuatu yang nyata. Kami berharap kolaborasi seperti ini terus diperkuat agar semakin banyak masyarakat yang membutuhkan dapat merasakan manfaatnya,” kata Khoiril Anwar.
Ia menilai keberadaan RLHB memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar pembangunan fisik sebuah rumah.
Rumah, kata dia, merupakan tempat keluarga membangun kehidupan sekaligus menumbuhkan harapan.
Karena itu, membantu masyarakat memperoleh hunian yang layak berarti ikut menjaga martabat dan kualitas kehidupan keluarga tersebut.
“Rumah adalah tempat lahirnya harapan. Ketika kita membantu seseorang mendapatkan rumah yang layak, sesungguhnya kita sedang membantu memberikan kehidupan yang lebih bermartabat. Mudah-mudahan rumah Ibu Iis ini membawa keberkahan dan menjadi awal dari kehidupan yang lebih baik,” harapnya.
Zakat yang Menjadi Energi Kebaikan
Peresmian RLHB di Kampung Paniisan, Desa Parungserab, tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana zakat dapat menjadi energi sosial yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
Hunian yang lebih layak memberikan rasa aman bagi keluarga penerima manfaat sekaligus membuka ruang bagi mereka untuk menjalani kehidupan dengan lebih nyaman dan bermartabat.
Di sisi lain, program tersebut menjadi pengingat bahwa zakat memiliki kekuatan besar ketika dikelola secara profesional, transparan dan tepat sasaran.
Dari muzaki yang menunaikan zakat, kemudian dikelola oleh lembaga yang berwenang, hingga akhirnya manfaatnya kembali kepada mustahik dalam bentuk kebutuhan yang nyata.
RLHB keluarga Iis pun menjadi gambaran kecil dari mata rantai kebaikan tersebut.
Rumah yang kini berdiri lebih layak bukan hanya menjadi bangunan tempat berlindung, tetapi juga simbol bahwa kepedulian yang dikelola dengan amanah mampu mengubah keterbatasan menjadi harapan dan menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Melalui program seperti RLHB, BAZNAS Kabupaten Bandung menunjukkan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban, melainkan dapat menjadi kekuatan untuk mengangkat martabat, memperkuat kepedulian sosial dan menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi para mustahik. (Apih)
















