BeritaEkonomiInformatikaLingkungan HidupRagam Daerah

Sekda Soma Pastikan Kabupaten Tangerang Ramah Investasi, Tegaskan Kesejahteraan Buruh Jadi Prioritas

616
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang Banten, Soma Atmaja, saat menghadiri CEO Gathering & Economic Outlook 2026 yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja dan Konsultasi Provinsi (Rakerkonprov) Apindo Banten 2026 di PT Adis Dimension Footwear, Kecamatan Balaraja, Kamis (2/7/2026).

Kab Tangerang/ secondnewsupdate.co.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan iklim investasi yang sehat, aman, dan berkelanjutan. 

Di tengah pesatnya pertumbuhan sektor industri, pemerintah memastikan bahwa peningkatan investasi harus berjalan beriringan dengan kesejahteraan para pekerja dan masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, saat menghadiri CEO Gathering & Economic Outlook 2026 yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja dan Konsultasi Provinsi (Rakerkonprov) Apindo Banten 2026 di PT Adis Dimension Footwear, Kecamatan Balaraja, Kamis (2/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Banten Andra Soni, Ketua Umum DPN Apindo Shinta Widjaja Kamdani, Ketua DPP Apindo Banten Tomy Rachmatullah, jajaran Forkopimda, serta para pelaku industri dan dunia usaha dari berbagai wilayah di Provinsi Banten.

Dalam kesempatan itu, Soma terlebih dahulu menyampaikan salam dan permohonan maaf dari Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid yang tidak dapat hadir karena sedang memimpin langsung penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin.

Menurutnya, kebakaran tersebut merupakan bencana ekologis yang membutuhkan perhatian serius dari seluruh pihak.

Pemerintah Kabupaten Tangerang pun terus mengerahkan seluruh sumber daya agar proses penanganan dapat berjalan cepat dan optimal.

Memasuki materi utama, Soma menegaskan bahwa Kabupaten Tangerang merupakan salah satu kawasan industri terbesar di Provinsi Banten yang memiliki kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi regional maupun nasional. 

Karena itu, keberadaan investor memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia mengatakan, kemampuan pemerintah dalam membiayai pembangunan melalui APBD memiliki keterbatasan. 

Oleh sebab itu, kolaborasi dengan dunia usaha menjadi kunci untuk mempercepat pembangunan sekaligus meningkatkan daya saing daerah.

“Pemerintah Kabupaten Tangerang akan terus memberikan kepastian hukum, pelayanan perizinan yang cepat, mudah, transparan, serta menciptakan iklim investasi yang kondusif sehingga para pelaku usaha merasa nyaman untuk terus berinvestasi,” ujarnya.

Namun demikian, Soma mengingatkan bahwa keberhasilan investasi tidak cukup diukur dari besarnya nilai modal yang masuk ataupun jumlah kawasan industri yang berdiri.

Baginya, indikator utama keberhasilan investasi adalah sejauh mana manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ia menilai investasi yang berkualitas harus mampu membuka lapangan pekerjaan baru, memperluas peluang usaha bagi pelaku UMKM, menggerakkan ekonomi lokal, sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pekerja dan buruh yang menjadi tulang punggung aktivitas industri.

“Para pekerja dan buruh merupakan bagian penting dalam menjaga produktivitas perusahaan. Karena itu kesejahteraan mereka harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Soma juga menekankan pentingnya membangun hubungan industrial yang harmonis antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja. Menurutnya, komunikasi yang terbuka serta dialog yang sehat menjadi fondasi terciptanya stabilitas dunia usaha.

Ia berharap forum seperti CEO Gathering tidak hanya menjadi ajang diskusi ekonomi, tetapi juga mampu memperkuat sinergi lintas sektor, menghilangkan ego sektoral, membangun kepercayaan, dan menghasilkan kolaborasi yang semakin solid dalam menghadapi tantangan ekonomi global.

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni mengapresiasi ketangguhan pelaku industri di Banten yang tetap mampu mempertahankan aktivitas produksi dan ekspor di tengah tekanan ekonomi dunia.

Menurut Andra, sebagian besar kekuatan ekonomi Banten berasal dari aktivitas dunia usaha. Bahkan target Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Banten yang diproyeksikan menembus Rp1.000 triliun didominasi oleh kontribusi sektor industri dan investasi.

Ia pun menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Banten melalui semangat “Banten Melayani dan Banten Ramah”, salah satunya dengan memperkuat pendidikan vokasi, menyesuaikan kurikulum SMK dengan kebutuhan industri, serta mempercepat digitalisasi generasi muda untuk menekan angka pengangguran terbuka.

Di sisi lain, Ketua DPP Apindo Banten Tomy Rachmatullah mengakui dunia usaha saat ini menghadapi tantangan berat akibat dinamika geopolitik global serta fluktuasi nilai tukar mata uang. Meski demikian, 

ia optimistis pelaku usaha di Banten mampu bertahan dan terus berkembang.

Menurutnya, Apindo akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan agar dunia industri tetap tumbuh, mampu menciptakan lapangan kerja baru, dan menjaga daya saing ekonomi Banten di tengah ketidakpastian global. (Dia).

Exit mobile version