Garut, Jabar l secondnewsupdate.co.id – Harapan baru mulai dirasakan Kelompok Bermain (KB) Miftahul Huda di Kampung Simpang, Desa Cipangramatan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Setelah sekitar sembilan tahun melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) di rumah, lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) tersebut kini tengah membangun fasilitas belajar yang lebih layak melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Pembangunan yang tengah berjalan ini menjadi langkah penting bagi KB Miftahul Huda dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan bagi anak-anak usia dini.
Terlebih, selama bertahun-tahun, keterbatasan sarana dan prasarana menjadi tantangan dalam menyelenggarakan kegiatan pembelajaran.
Ketua Yayasan Miftahul Huda sekaligus Penanggung Jawab Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), Muhammad Khoerul Anam, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan pemerintah yang diterima lembaganya.
Saat ditemui secondnewsupdate.co.id, ia menjelaskan bahwa bantuan revitalisasi tersebut meliputi pembangunan dua ruang kelas baru, satu unit toilet, arena bermain, serta fasilitas sanitasi. Jum’at (23/10/2026).
“Alhamdulillah, setelah sekitar sembilan tahun melaksanakan kegiatan belajar di rumah, sekarang kami mendapatkan bantuan revitalisasi. Mudah-mudahan pembangunan ini bisa memberikan manfaat besar bagi anak-anak didik dan masyarakat,” ungkap Khoerul.
Progres Pembangunan Capai 60 Persen
Pembangunan fasilitas pendidikan KB Miftahul Huda saat ini telah mencapai sekitar 60 persen.
Proses pengerjaan melibatkan 12 tenaga kerja yang berasal dari sejumlah wilayah, termasuk masyarakat setempat dan desa tetangga.
Menurut Khoerul, pelaksanaan pembangunan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 120 hari sesuai dengan rencana pengerjaan yang disampaikan dalam wawancara.
Pihak yayasan berharap seluruh tahapan pembangunan dapat berlangsung lancar dan selesai sesuai target, sehingga fasilitas baru tersebut segera dapat digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
“Tenaga kerja yang terlibat ada sekitar 12 orang. Kami berupaya agar pembangunan berjalan dengan baik dan hasilnya bisa digunakan sesuai kebutuhan lembaga,” jelasnya.
Layani 29 Siswa, Fasilitas Baru Jadi Harapan
Di tengah keterbatasan sarana yang selama ini dihadapi, KB Miftahul Huda tetap menjalankan pelayanan pendidikan bagi 29 siswa yang terbagi dalam tiga rombongan belajar (rombel).
Kehadiran ruang kelas baru beserta fasilitas pendukung diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman, aman, dan layak bagi anak-anak.
Selain menunjang aktivitas pembelajaran, keberadaan fasilitas bermain dan sanitasi juga menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang peserta didik.
Khoerul menegaskan, upaya membangun dan mengembangkan lembaga pendidikan tersebut bukan semata-mata untuk kepentingan yayasan, melainkan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
“Perjuangan dalam pendidikan ini bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk kepentingan umum. Harapan kami, fasilitas yang dibangun ini bisa bermanfaat bagi seluruh masyarakat dan generasi penerus,” tuturnya.
Apresiasi untuk Pemerintah Pusat dan Presiden Prabowo
Pada kesempatan tersebut, Khoerul Anam menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Presiden Prabowo Subianto atas program revitalisasi satuan pendidikan yang dinilai membuka peluang bagi lembaga PAUD untuk meningkatkan kualitas fasilitas pembelajaran.
Ia berharap program serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau satuan pendidikan lain yang masih membutuhkan dukungan pembangunan maupun perbaikan sarana dan prasarana.
Menurutnya, ketersediaan fasilitas pendidikan yang memadai merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang proses belajar sekaligus memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk memperoleh layanan pendidikan sejak usia dini dengan lebih baik.
“Secara pribadi, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan ini. Semoga program revitalisasi benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Kami juga mendoakan agar Bapak Presiden selalu diberikan kesehatan dan seluruh program pemerintah dapat berjalan sukses,” pungkasnya.
Kini, progres pembangunan yang telah mencapai 60 persen menjadi penanda dimulainya babak baru bagi KB Miftahul Huda.
Setelah bertahun-tahun menjalankan pembelajaran di rumah, lembaga tersebut berharap segera memiliki fasilitas yang lebih memadai demi mendukung pendidikan dan masa depan generasi penerus bangsa.(Asan)
