SNU|Tasikmalaya,- Insiden ambruknya atap gazebo di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya memicu keprihatinan dari berbagai pihak, termasuk H. Muhamad Sidkon Djampi, S.H., MM, anggota DPRD Jawa Barat dari Komisi I Fraksi PKB. Ia menilai kejadian tersebut sebagai alarm serius atas lemahnya pengawasan terhadap infrastruktur pendidikan tinggi, Senin(17/11/2025).
“Atas nama Komisi I DPRD Jawa Barat, saya menyampaikan keprihatinan mendalam. Kampus seharusnya menjadi ruang aman dan produktif bagi mahasiswa, bukan tempat yang membahayakan keselamatan mereka,” ujar Kang Sidkon saat dihubungi usai menerima laporan insiden.
Gazebo berukuran 6×10 meter itu ambruk pada Minggu siang sekitar pukul 12.55 WIB, menimpa 20 mahasiswa yang sedang latihan teater di bawahnya. Mereka berasal dari Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan FISIP, dan tengah mempersiapkan pertunjukan seni di area depan gedung Pascasarjana Unsil.
Kang Sidkon menegaskan bahwa pihak kampus dan pemerintah daerah harus segera melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh fasilitas kampus. “Kami mendorong agar ada investigasi teknis dan administratif. Jangan sampai kejadian ini berulang di kampus lain,” tegasnya.
Ia juga meminta agar Dinas Pendidikan dan Dinas Cipta Karya Provinsi Jawa Barat turut turun tangan dalam proses evaluasi dan perbaikan. “Ini bukan sekadar insiden lokal. Ini menyangkut tata kelola aset publik dan keselamatan generasi muda,” tambah Kang Sidkon.
Sementara itu, Wakil Rektor II Unsil, Gumilar Mulya, menyatakan bahwa pihak kampus telah melakukan evakuasi dan penanganan darurat. “Kami akan melakukan audit menyeluruh terhadap fasilitas kampus untuk mencegah kejadian serupa,” katanya.
Presiden Mahasiswa Unsil, Muhamad Risaldi, menyebut insiden ini sebagai preseden buruk yang mencerminkan lemahnya pengawasan terhadap fasilitas kampus. “Ada kelalaian yang harus diusut,” ujarnya.
Saat ini, satu mahasiswa masih menjalani perawatan intensif, sementara lainnya telah diizinkan pulang. Area gazebo telah dipasang garis polisi untuk keperluan investigasi lebih lanjut.
