InformatikaPendidikanRagam Daerah

SPMB Cimahi 2026 Resmi Dibuka, Pemkot Gandeng Forkopimda Cegah Titip-Menitip dan Pastikan Penerimaan Transparan

916
Walikota Cimahi Ngatiyana melakukan penandatanganan komitmen bersama dilakukan sebagai bentuk pengawasan kolektif agar proses penerimaan berlangsung sesuai aturan.

Pemkot Cimahi resmi membuka SPMB 2026/2027 dengan empat jalur penerimaan. Wali Kota Ngatiyana tegaskan sistem transparan, anti titip-menitip, dan bantuan sekolah swasta bagi warga kurang mampu.

Cimahi/secondnewsupdate.co.id – Pemerintah Kota Cimahi resmi memulai tahapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.

Kick off pelaksanaan SPMB digelar di Ballroom Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Cimahi, sekaligus dirangkai dengan penandatanganan komitmen bersama antara Pemkot dan Forkopimda untuk memastikan proses penerimaan berjalan bersih, adil, dan transparan. Selasa (5/5/2026).

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan pelaksanaan SPMB tahun ini tetap mengacu pada regulasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, serta Dinas Pendidikan Kota Cimahi.

Menurutnya, ada empat jalur utama yang dibuka dalam SPMB 2026/2027, yakni jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi. Empat jalur tersebut dirancang untuk memberikan akses pendidikan yang merata bagi seluruh calon peserta didik di Kota Cimahi.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, dalam sambutannya menegaskan pelaksanaan SPMB tahun ini tetap mengacu pada regulasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, serta Dinas Pendidikan Kota Cimahi.

“SPMB harus berjalan objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi. Semua anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak,” ujar Ngatiyana dalam sambutannya.

Daya Tampung SD dan SMP Dinilai Mencukupi.

Pemkot Cimahi juga memastikan kesiapan daya tampung sekolah untuk mengakomodasi calon peserta didik baru.

Pada jenjang Sekolah Dasar (SD), total daya tampung tahun ini mencapai 9.742 siswa, mencakup SD negeri, SD swasta, hingga Madrasah Ibtidaiyah swasta.

Jumlah tersebut dinilai hampir seimbang dengan estimasi calon murid baru dari dalam maupun luar Kota Cimahi yang diperkirakan mencapai 9.740 siswa.

Sementara itu, untuk jenjang SMP dan sederajat, daya tampung tersedia sebanyak 11.284 siswa. Adapun estimasi calon peserta didik yang akan mendaftar mencapai 10.523 siswa.

Ngatiyana menyebut, tingginya kepadatan penduduk di Kota Cimahi menjadi tantangan tersendiri dalam penyediaan layanan pendidikan.

Karena itu, pemerintah terus memastikan kapasitas sekolah tetap mampu menampung kebutuhan masyarakat.

Pemkot Tegas Tolak Praktik Titip-Menitip.

Salah satu sorotan utama dalam pelaksanaan SPMB tahun ini adalah komitmen kuat Pemkot Cimahi bersama unsur Forkopimda untuk menutup celah praktik titip-menitip siswa yang kerap menjadi keluhan masyarakat.

Penandatanganan komitmen bersama dilakukan sebagai bentuk pengawasan kolektif agar proses penerimaan berlangsung sesuai aturan.

“Semua masyarakat diberikan keleluasaan mendaftarkan anaknya melalui jalur yang sudah tersedia. Tidak boleh ada praktik yang merugikan masyarakat ataupun permainan dalam proses seleksi,” tegas Ngatiyana.

Ia juga mengingatkan seluruh pihak agar tidak mencoba memanfaatkan momentum penerimaan siswa baru untuk kepentingan tertentu.

“Jangan ada yang bermain-main di sini. SPMB kita tegakkan untuk memudahkan masyarakat menyekolahkan putra-putrinya,” katanya.

Ada Penilaian Rapor dan Tes Kemampuan Akhir

Berbeda dari beberapa tahun sebelumnya, SPMB 2026 di Cimahi juga memasukkan dua komponen penilaian khusus untuk lulusan SD yang akan melanjutkan ke SMP, yakni nilai rapor dan hasil Tes Kemampuan Akhir.

Kebijakan ini diharapkan dapat menjadi instrumen tambahan dalam mengukur kesiapan akademik calon siswa secara lebih objektif.

Meski demikian, secara umum regulasi dan mekanisme pelaksanaan SPMB masih serupa dengan tahun sebelumnya.

Warga Kurang Mampu Bisa Dapat Bantuan Sekolah Swasta
Ngatiyana juga mengimbau masyarakat agar tidak terpaku pada sekolah negeri.

Jika tidak lolos seleksi di sekolah negeri, orang tua diminta tidak ragu mendaftarkan anak ke sekolah swasta.

Walikota Cimahi Ngatiyana memperlihatkan hasil dari komitmen dukungan sistem penerimaan murid baru (SPMB) kepada publik

Pemkot Cimahi, kata dia, telah menyiapkan skema bantuan biaya pendidikan bagi warga kurang mampu yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), maupun data dari Dinas Sosial dan Kementerian Sosial.

“Pemerintah Kota Cimahi tetap memberikan perhatian kepada masyarakat kurang mampu, termasuk membantu pembayaran SPP di sekolah swasta sesuai kemampuan pemerintah,” jelasnya.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkot Cimahi untuk memastikan tidak ada anak yang putus sekolah hanya karena kendala biaya.

“Yang terpenting, anak-anak di Kota Cimahi harus tetap sekolah dan mendapat dukungan dari pemerintah,” pungkasnya. (Bagdja)

Penulis: Bagdja Sukmana Editor: Bama
Exit mobile version