BeritaInformatikaRagam Daerah

Tak Hanya Bapak-Bapak, Emak-Emak di Boyolali Ikut Angkat Material dan Bantu Satgas TMMD Cor Jalan

119
Para ibu rumah tangga atau emak-emak juga turun langsung ke lapangan, bahu-membahu bersama personel Satgas TMMD untuk mempercepat proses pengecoran jalan, Sabtu (24/10/2026).

Boyolali, Jateng l secondnewsupdate.co.id – Semangat gotong royong dan kebersamaan terpancar dalam pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV Kodim 0724/Boyolali Tahun 2026 di Desa Wates, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Menariknya, pembangunan infrastruktur jalan yang menjadi salah satu sasaran fisik program tersebut tidak hanya melibatkan kaum bapak. 

Para ibu rumah tangga atau emak-emak juga turun langsung ke lapangan, bahu-membahu bersama personel Satgas TMMD untuk mempercepat proses pengecoran jalan, Sabtu (24/10/2026).

Dengan penuh semangat dan sukarela, para ibu membantu memindahkan material yang dibutuhkan dalam pekerjaan pengecoran, mulai dari pasir, batu kerikil, hingga air. 

Meski harus bekerja di tengah aktivitas pembangunan, mereka tetap menunjukkan antusiasme demi terwujudnya jalan yang lebih baik bagi kepentingan bersama.

Keterlibatan kaum ibu ini menjadi gambaran nyata bahwa pembangunan desa bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah maupun TNI, melainkan membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.

Jalan Pertanian Diperlebar, Warga Sambut dengan Sukacita

Bagi masyarakat Desa Wates, pembangunan jalan melalui program TMMD memiliki arti penting. 

Jalan yang sebelumnya merupakan jalur pertanian dengan kondisi sempit, kini diperlebar dan dilakukan pengecoran agar lebih layak digunakan untuk menunjang mobilitas warga.

Keberadaan jalan tersebut diharapkan dapat menjadi akses alternatif yang memudahkan masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari berangkat bekerja, pergi ke sekolah, hingga menuju pasar.

Yuli (42), salah seorang warga yang ikut membantu proses pengecoran, mengaku bersyukur atas pembangunan jalan yang telah lama dinantikan masyarakat.

Menurutnya, perbaikan akses jalan tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi warga, terutama dalam mendukung kelancaran aktivitas dan meningkatkan kemudahan transportasi.

“Alhamdulillah, kami sangat senang dengan pembangunan jalan ini. Makanya, kami kaum ibu juga semangat membantu Pak Tentara mengecor jalan agar cepat selesai,” ungkap Yuli.

Partisipasi para ibu rumah tangga tersebut sekaligus memperlihatkan besarnya harapan masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah mereka. 

Dukungan itu diwujudkan melalui aksi nyata, bukan sekadar ungkapan rasa syukur.

Satgas TMMD Apresiasi Semangat Gotong Royong Warga

Sementara itu, anggota Satgas TMMD, Serma Purwito, menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat yang ikut terlibat dalam pengerjaan sasaran fisik TMMD, termasuk partisipasi kaum ibu dalam kegiatan pengecoran jalan.

Menurutnya, kehadiran warga yang secara sukarela membantu proses pembangunan merupakan bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kebersamaan tersebut menjadi modal penting untuk mendukung kelancaran pekerjaan sekaligus memperkuat hubungan antara personel TNI dan masyarakat.

“Bukan hanya bapak-bapak, kaum ibu juga turut membantu pengerjaan pengecoran jalan ini. Semangat dan kepedulian mereka patut diapresiasi. Inilah wujud kebersamaan TNI dan rakyat dalam membangun desa,” pungkas Purwito.

Semangat gotong royong yang tumbuh di tengah masyarakat Desa Wates menunjukkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari hasil fisik yang dicapai, tetapi juga dari kuatnya kebersamaan dan kepedulian warga terhadap kemajuan lingkungannya.

TMMD Diharapkan Dorong Mobilitas dan Perekonomian Desa

Melalui program TMMD Sengkuyung Tahap IV Kodim 0724/Boyolali Tahun 2026, pembangunan jalan di Desa Wates diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Akses jalan yang lebih baik diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga, memudahkan kegiatan pendidikan dan pekerjaan, serta mendukung distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Lebih dari sekadar pembangunan infrastruktur, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat nilai kebersamaan, solidaritas, dan budaya gotong royong yang selama ini menjadi bagian penting kehidupan masyarakat pedesaan.

Keterlibatan emak-emak bersama kaum bapak dan personel Satgas TMMD menjadi potret bahwa ketika TNI dan rakyat bergerak bersama, pembangunan desa dapat menjadi tanggung jawab kolektif yang manfaatnya dirasakan oleh seluruh masyarakat. (Agus Kemplu)

Exit mobile version