Garut, Jabar l secondnewsupdate.co.id – Membentuk generasi yang sehat, disiplin, religius, dan berakhlak santun tidak cukup hanya melalui pembelajaran di dalam kelas.
Pembiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari juga menjadi bagian penting dalam membangun karakter peserta didik.
Hal inilah yang terus diupayakan SDN Kadongdong 2, Desa Kadongdong, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, melalui berbagai kegiatan rutin yang mencakup olahraga, pembinaan keagamaan, serta pendidikan kepramukaan.
Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SDN Kadongdong 2, Jala Mardiana, menjelaskan bahwa beragam kegiatan tersebut dirancang untuk membentuk kebiasaan baik sekaligus menanamkan nilai-nilai kedisiplinan kepada siswa sejak dini.
Saat ditemui di ruang kerjanya, Jala mengungkapkan bahwa setiap Kamis sekolah mengadakan kegiatan kebugaran jasmani yang diikuti siswa kelas III hingga kelas VI. Kamis (29/10/2026).
Kegiatan tersebut diisi dengan senam dan berbagai aktivitas olahraga lainnya. Melalui pembiasaan ini, siswa diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan serta membangun pola hidup aktif sejak usia sekolah.
“Setiap hari Kamis ada kegiatan kebugaran jasmani, biasanya senam. Kemudian ditambah dengan kedisiplinan melalui kegiatan kepramukaan seperti baris-berbaris,” ujar Jala.
Selain mendorong kebugaran fisik, pihak sekolah juga memberikan perhatian terhadap pembentukan sikap disiplin, tanggung jawab, dan kebersamaan melalui kegiatan kepramukaan.
Latihan baris-berbaris menjadi salah satu sarana untuk melatih kepatuhan terhadap aturan, kekompakan, serta kemampuan bekerja sama.
Di bidang keagamaan, SDN Kadongdong 2 membiasakan para siswa melaksanakan salat Duha setiap Jumat, yang dilanjutkan dengan kegiatan penguatan rohani.
Siswa juga dibiasakan menunaikan salat Zuhur secara berjamaah sebagai bagian dari pendidikan karakter religius di lingkungan sekolah.
Menurut Jala, pelaksanaan berbagai kegiatan tersebut didukung oleh keterlibatan guru yang memiliki tanggung jawab sesuai bidang masing-masing.
Ia menangani pendidikan agama Islam dan kegiatan keagamaan, Ende bertanggung jawab pada kegiatan kepramukaan, sedangkan Aisyah mengoordinasikan kegiatan olahraga.
Sementara itu, kegiatan seni dilaksanakan oleh guru yang mendapat tugas khusus.
Pembagian tugas tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah agar kegiatan pembinaan siswa dapat berjalan secara terarah dan berkesinambungan.
Jala menambahkan, pembiasaan positif yang diterapkan di sekolah juga sejalan dengan program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Program tersebut menjadi salah satu acuan untuk menumbuhkan perilaku baik pada anak, mulai dari menjaga kebersihan, membiasakan olahraga, hingga membangun kesantunan melalui kebiasaan menyapa dan mengucapkan salam.
“Awalnya dari tujuh kebiasaan itu, seperti kebersihan, berolahraga, menyapa, dan salam. Pokoknya kegiatan ini berangkat dari tujuh kebiasaan,” pungkasnya.
Melalui pelaksanaan kegiatan secara rutin, SDN Kadongdong 2 berharap pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mampu membentuk kepribadian siswa secara menyeluruh.
Dengan membiasakan pola hidup sehat, meningkatkan kedekatan dengan nilai-nilai keagamaan, menumbuhkan kedisiplinan, serta membudayakan sikap santun, sekolah berupaya mempersiapkan peserta didik agar tumbuh menjadi generasi yang berkarakter positif dan mampu menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.(Asan)
