Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaEntertainmentGaya hidupInformatikaTeknologi

Tak Mau Puas di Peringkat 12 Nasional, Ngatiyana Gaspol Lewat CHIMA 2026 untuk Dongkrak Inovasi Cimahi

1018
×

Tak Mau Puas di Peringkat 12 Nasional, Ngatiyana Gaspol Lewat CHIMA 2026 untuk Dongkrak Inovasi Cimahi

Sebarkan artikel ini
Tak mau puas di peringkat 12 Nasional, Ngatiyana gaspol lewat CHIMA 2026 untuk Dongkrak Inovasi Cimahi

Jawa Barat, Cimahi l secondnewsupdate.co.id – Pemerintah Kota Cimahi kembali menunjukkan keseriusannya membangun tata kelola pemerintahan yang modern, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik. 

Langkah tersebut ditandai dengan peluncuran Cimahi Motekar Award (CHIMA) 2026, sebuah ajang kompetisi inovasi yang dirancang untuk mendorong lahirnya berbagai terobosan kreatif di seluruh perangkat daerah sekaligus mengantarkan Kota Cimahi menembus 10 besar nasional pada ajang Innovative Government Award (IGA) 2026.

Example 300x600

Program strategis tersebut resmi dibuka oleh Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, secara virtual dari Command Center Kota Cimahi, Selasa (21/7/2026). 

Kegiatan itu juga dirangkaikan dengan sosialisasi Pengukuran Indeks Inovasi Daerah yang diikuti para kepala perangkat daerah, aparatur sipil negara (ASN), akademisi, hingga tim penilai inovasi.

Dalam arahannya, Ngatiyana menegaskan bahwa inovasi bukan lagi sekadar pelengkap dalam birokrasi, melainkan menjadi kebutuhan utama di tengah tantangan pembangunan dan keterbatasan anggaran daerah.

Menurutnya, kondisi fiskal yang terbatas justru harus melahirkan kreativitas dan solusi baru agar pelayanan kepada masyarakat terus meningkat.

“Setiap tantangan harus dijawab dengan inovasi. Keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghambat, tetapi menjadi pemicu lahirnya ide-ide cerdas yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Ngatiyana.

Ia mengungkapkan, prestasi Kota Cimahi dalam bidang inovasi terus menunjukkan tren positif. Pada ajang Innovative Government Award 2025, Cimahi berhasil meraih predikat Kota Sangat Inovatif dengan menempati peringkat ke-12 nasional, naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di posisi ke-18.

Namun, menurut Ngatiyana, capaian tersebut bukanlah garis akhir. Pemerintah Kota Cimahi kini memasang target yang lebih tinggi dengan menembus jajaran 10 besar daerah paling inovatif di Indonesia pada penilaian IGA tahun 2026.

Untuk mewujudkan target tersebut, strategi pengembangan inovasi turut mengalami perubahan. Jika sebelumnya lebih menitikberatkan pada banyaknya jumlah inovasi yang dihasilkan, kini fokus diarahkan pada kualitas, kematangan, keberlanjutan, serta dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

Saat ini tercatat sekitar 450 inovasi telah berkembang di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Cimahi. Namun, sesuai ketentuan penilaian nasional, hanya 200 inovasi terbaik yang dapat diajukan dalam kompetisi IGA.

Karena itu, kehadiran CHIMA 2026 menjadi mekanisme seleksi sekaligus pembinaan agar inovasi yang dikirim benar-benar memenuhi standar nasional.

Lebih dari sekadar kompetisi, hasil pengukuran Indeks Inovasi Daerah nantinya akan terintegrasi dengan Sistem Reformasi Birokrasi Terintegrasi (SURABI 3.0). 

Dengan demikian, capaian inovasi setiap perangkat daerah akan menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian reformasi birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota Cimahi.

Pelaksanaan CHIMA 2026 juga diperkuat melalui kolaborasi bersama Laboratorium Kebijakan dan Inovasi Daerah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) serta pendampingan dari The Local Enabler (TLE). Sinergi tersebut diharapkan mampu memastikan setiap inovasi yang lahir berbasis kajian akademik, memiliki arah yang jelas, dan mampu menjawab berbagai persoalan riil di tengah masyarakat.

Pada penyelenggaraan tahun ini, CHIMA membuka lima kategori penghargaan, yakni OPD Terinovatif, ASN Terinovatif, Tenaga Pendidik SD/SMP Terinovatif, Puskesmas/UPT Terinovatif, serta kategori Inovasi Janji Politik yang difokuskan untuk mendukung percepatan realisasi 17 program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cimahi.

Di akhir arahannya, Ngatiyana meminta seluruh kepala perangkat daerah mengawal langsung proses penyusunan dan penginputan data inovasi yang berlangsung sejak awal Juli hingga pertengahan Agustus 2026. 

Ia berharap budaya inovasi semakin mengakar di lingkungan birokrasi sehingga pelayanan publik di Kota Cimahi menjadi lebih cepat, efektif, responsif, dan berkualitas.

Dengan peluncuran CHIMA 2026, Pemerintah Kota Cimahi optimistis mampu memperkuat daya saing daerah, meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu kota paling inovatif di Indonesia. (Bagdja-Red)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600