Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaInformatikaRagam Daerah

TMMD Kodim Boyolali Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Satgas Edukasi Ibu-Ibu Wates tentang PKK dan Pola Hidup Sehat

121
×

TMMD Kodim Boyolali Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Satgas Edukasi Ibu-Ibu Wates tentang PKK dan Pola Hidup Sehat

Sebarkan artikel ini
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan Kodim 0724/Boyolali tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyentuh aspek pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan nonfisik.

Boyolali, Jateng l secondnewsupdate.co.id – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan Kodim 0724/Boyolali tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyentuh aspek pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan nonfisik.

Kali ini, Satgas TMMD Kodim 0724/Boyolali menggelar penyuluhan dan sosialisasi mengenai Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) bagi kaum ibu di Desa Wates, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali, Kamis (29/10/2026). 

Example 300x600

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Balai Desa Wates dengan tujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya kesehatan keluarga, kebersihan lingkungan, serta peran orang tua dalam mendidik anak.

Penyuluhan ini menjadi bagian penting dari pelaksanaan TMMD, mengingat pembangunan desa tidak cukup hanya melalui perbaikan sarana fisik. 

Kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dan membangun lingkungan keluarga yang berkualitas juga menjadi fondasi bagi kemajuan desa dalam jangka panjang.

Dalam kegiatan tersebut, Sigit Ristomo, anggota Kelompok Kerja (Pokja) IV TP PKK Kabupaten Boyolali, mengajak para peserta untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan membiasakan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menyoroti masih adanya sampah yang berserakan di sekitar jembatan Desa Wates, termasuk sampah dalam bungkus plastik. 

Menurutnya, persoalan kebersihan lingkungan membutuhkan kesadaran bersama dan tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas kebersihan.

Masyarakat diharapkan membangun kebiasaan sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan sekitar rumah, serta mengajarkan perilaku hidup bersih kepada seluruh anggota keluarga.

“Kesadaran untuk hidup sehat harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat. Jangan membuang sampah sembarangan karena kebersihan lingkungan merupakan bagian penting dari upaya menjaga kesehatan bersama,” demikian pesan yang disampaikan dalam penyuluhan tersebut.

Selain membahas kebersihan lingkungan, materi penyuluhan juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam merencanakan dan membangun pola hidup sehat bagi anak-anak.

Orang tua diingatkan agar tidak bersikap acuh terhadap tumbuh kembang anak. 

Sebab, anak-anak cenderung meniru perilaku orang dewasa di sekitarnya. Kebiasaan yang diterapkan di rumah, mulai dari menjaga kebersihan, mengatur pola aktivitas, hingga membangun kedisiplinan, dapat menjadi dasar pembentukan karakter dan kesehatan anak hingga dewasa.

Dalam menghadapi perkembangan teknologi, para ibu juga diajak untuk lebih bijak mendampingi anak ketika menggunakan gawai. Salah satu langkah yang dapat diterapkan adalah membuat aturan yang jelas mengenai batas waktu penggunaan perangkat elektronik, kemudian mengimbanginya dengan kegiatan yang mendorong aktivitas fisik dan interaksi sosial.

Melalui pendampingan tersebut, keluarga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih sehat, mendukung perkembangan anak, serta menanamkan kebiasaan positif sejak dini.

Sementara itu, Perwira Koordinator kegiatan TMMD, Lettu Cpl Imam S, mengajak ibu-ibu Desa Wates untuk turut mendukung kelancaran program TMMD yang tengah berlangsung.

Ia menjelaskan bahwa partisipasi masyarakat tidak harus selalu diwujudkan melalui keterlibatan langsung dalam pekerjaan fisik di lapangan. 

Dukungan dapat diberikan sesuai kemampuan masing-masing, termasuk melalui kontribusi sederhana yang membantu personel Satgas TMMD selama menjalankan tugas.

“Ibu-ibu silakan berkontribusi dalam kegiatan ini dengan cara lain. Misalnya, membuat snack atau makanan ringan lainnya untuk bapak-bapak yang sedang melaksanakan kerja fisik TMMD. Kalau pun ada yang tidak bisa, cukup dibantu dengan doa agar pelaksanaan kegiatan TMMD ini berjalan lancar,” ujar Imam sembari bergurau.

Ia juga menegaskan bahwa kaum ibu tidak perlu memaksakan diri untuk terlibat dalam pekerjaan berat di lokasi pembangunan, seperti mengangkat semen, batu, maupun pasir. 

Menurutnya, dukungan masyarakat dapat disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masing-masing sehingga semangat kebersamaan tetap terjaga.

Pesan tersebut sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan TMMD merupakan hasil kerja bersama antara TNI dan masyarakat. 

Sinergi tidak hanya terbangun melalui gotong royong dalam pembangunan fisik, tetapi juga lewat kepedulian, dukungan moral, dan partisipasi warga dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.

Melalui penyuluhan PKK ini, Satgas TMMD Sengkuyung Kodim 0724/Boyolali berharap masyarakat Desa Wates semakin memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan pola hidup sehat, serta memperkuat peran keluarga dalam membentuk generasi yang sehat dan berkualitas.

Dengan demikian, TMMD diharapkan mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, bukan hanya melalui pembangunan sarana dan prasarana desa, tetapi juga melalui peningkatan kesadaran, pengetahuan, dan kemandirian warga. (Agus Kemplu)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600