BeritaInformatikaRagam Daerah

Uji Kelayakan Calon Mahasiswa, Pemkab Tangerang Gelar Seleksi Ketat Wawancara Beasiswa Gemilang

663
Dalam sambutannya Bupati Kabupaten Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid menegaskan, peningkatan kuota tersebut merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda di Kabupaten Tangerang

Kab Tangerang/ secondnewsupdate.co.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelar tahapan seleksi wawancara bagi calon penerima program Beasiswa Gemilang Tahun Anggaran 2026 di Gedung Serba Guna (GSG) Tigaraksa, Selasa (12/5/2026).

Sebanyak 1.570 pendaftar telah mengikuti persaingan ketat sejak tahap administrasi daring. Peserta yang lolos seleksi administrasi kini menjalani tahapan krusial berupa wawancara langsung untuk membuktikan kelayakan menerima bantuan pendidikan dari pemerintah daerah.

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, yang meninjau langsung proses seleksi, mengatakan kuota penerima beasiswa tahun ini meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya.

“Tahun 2025 kita memberangkatkan 235 orang. Tahun 2026 ini naik menjadi sekitar 650 orang, atau meningkat hampir tiga kali lipat. Ini menjadi modal dasar bagi anak-anak kita agar bisa kuliah gratis hingga wisuda,” ujar Maesyal.

Ia menegaskan, peningkatan kuota tersebut merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda di Kabupaten Tangerang.

Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelar tahapan seleksi wawancara bagi calon penerima program Beasiswa Gemilang Tahun Anggaran 2026 di Gedung Serba Guna (GSG) Tigaraksa, Selasa (12/5/2026).

Menurutnya, program Beasiswa Gemilang menjadi komitmen berkelanjutan Pemkab Tangerang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul, cerdas, dan berdaya saing.

“Seluruh proses seleksi dilakukan secara transparan dan murni berdasarkan kualifikasi, tanpa intervensi maupun titipan. Ini penting untuk menjaga integritas program sekaligus memastikan penerima beasiswa benar-benar layak dan berpotensi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Tangerang, Chaidir, menjelaskan proses seleksi diawali dengan tahap pemberkasan selama dua pekan yang berhasil menjaring 1.570 pendaftar secara daring.

“Seleksi wawancara berlangsung selama dua hari di lokasi berbeda. Hari pertama di GSG Tigaraksa untuk calon mahasiswa baru, sedangkan hari kedua di Al-Amjad bagi mahasiswa aktif dan mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyusun skripsi,” jelas Chaidir.

Ia menambahkan, prioritas penerima beasiswa adalah warga Kabupaten Tangerang yang masuk kategori Desil 1, 2, 3, dan 4 atau masyarakat dengan keterbatasan ekonomi.

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, tim seleksi melakukan verifikasi faktual secara ketat, meliputi dokumentasi kondisi rumah tampak depan, samping, belakang, serta pengecekan kapasitas daya listrik maksimal 900 watt.

Saat ini, Pemkab Tangerang juga telah bekerja sama dengan 33 perguruan tinggi dan tengah menjajaki kolaborasi baru dengan Institut Teknologi Bandung guna memperluas pilihan kampus bagi penerima beasiswa.

Salah satu peserta, Daudi Alanury, lulusan SMK Islam Insan Mulia asal Pagedangan, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Sebagai anak yatim yang tinggal bersama ibunya, ia berharap dapat lolos hingga tahap akhir.

“Saya sangat bahagia bisa lolos tahap pertama dan sampai ke tahap wawancara. Persiapan saya adalah terus belajar dan memotivasi diri untuk menghadapi tes akademik berikutnya,” ungkap Daudi.

Melalui program Beasiswa Tangerang Gemilang, Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap dapat membantu memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan sekaligus mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045. (Dia)

Exit mobile version