BudayaEntertainmentGaya hidupInformatikaRagam Daerah

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Chandra, Jadi Dalang Wayang Golek, Pengrajin Lokal Justru Belum Terdata

105
Wakil Walikota Tasikmalaya, Diky Chandra Jadi Dalang Wayang Golek,Senin(23/2/2026). (Foto: Krist)

Kota Tasikmalaya// secondnewsupdate.co.id – Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Raden Diky Candranegara, tampil sebagai dalang dalam pagelaran wayang golek pada kegiatan Musyawarah Pembangunan Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata yang digelar di Gedung Creative Center Kota Tasikmalaya, Senin (23/2/2026).

Penampilan orang nomor dua di Kota Tasikmalaya itu menjadi sorotan. Pasalnya, di tengah komitmen pelestarian budaya yang disampaikan, terungkap bahwa keberadaan pengrajin wayang golek lokal belum sepenuhnya terdata dan terakomodasi secara optimal oleh pemerintah daerah.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menegaskan bahwa wayang golek merupakan warisan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan.

“Wayang dapat melestarikan kesenian tradisional,” ujarnya di hadapan peserta musyawarah.

Pengrajin Keluhkan Bahan Baku dan Biaya Produksi

Di sisi lain, para pengrajin wayang golek di Tasikmalaya mengaku masih menghadapi berbagai kendala serius, mulai dari kelangkaan bahan baku hingga tingginya biaya produksi.

Salah seorang pengrajin, Tedi Rustiadi, mengungkapkan bahwa bahan baku kayu kini semakin sulit diperoleh.

“Bahan baku sekarang ini sangat sulit didapat,” katanya.

Ia menambahkan, tingginya ongkos produksi serta minimnya tenaga ahli membuat regenerasi pengrajin berjalan lambat. 

Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya daya saing dan minat pasar terhadap produk kerajinan wayang golek lokal.

“Kami berharap Pemerintah Kota Tasikmalaya bisa memberikan dukungan dari segi anggaran agar kerajinan wayang golek di Kota Tasikmalaya tetap bertahan,” harapnya.

Anggaran Terbatas, Dukungan Diupayakan

Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota mengakui bahwa dukungan anggaran bagi pengrajin masih terbatas. Meski demikian, pemerintah berupaya mendorong keberlangsungan pelaku seni tradisional agar tidak gulung tikar.

“Kami mendorong para pengrajin wayang golek di Tasikmalaya tetap bisa bertahan walaupun anggaran kita terbatas,” ungkapnya.

Kondisi ini menjadi catatan penting dalam upaya pelestarian budaya daerah. 

Di tengah simbolisasi komitmen melalui pagelaran wayang golek, tantangan riil yang dihadapi para pengrajin lokal menunjukkan perlunya kebijakan yang lebih konkret, mulai dari pendataan, fasilitasi bahan baku, hingga dukungan pembiayaan dan pemasaran. (Krist)

Penulis: Kristianto Editor: Bama
Exit mobile version