BeritaHukumInformatikaRagam Daerah

Wali Kota Cimahi Ngatiyana Geram! Tak Ada Ruang untuk Pemerasan Mengatasnamakan Dirinya, Tegas: Tolak Semua!

513
Wali Kota Cimahi Ngatiyana menunjukkan sikap tegas saat meninjau langsung progres pembangunan Underpass Gatot Subroto, Kota Cimahi.

Jawa Barat, Cimahi l secondnewsupdate.co.id – Wali Kota Cimahi Ngatiyana menunjukkan sikap tegas saat meninjau langsung progres pembangunan Underpass Gatot Subroto, Kota Cimahi. 

Di tengah aktivitas proyek yang tengah berjalan, Ngatiyana memberikan pesan keras kepada jajaran pelaksana agar tidak melayani siapa pun yang datang meminta sesuatu dengan mengatasnamakan dirinya.

Pesan tersebut disampaikan Ngatiyana saat melakukan pengecekan kondisi dan tahapan pembangunan Underpass Gatot Subroto. 

Ia menegaskan, dirinya tidak pernah memerintahkan siapa pun untuk meminta uang, fasilitas, maupun bentuk pemberian lainnya kepada pihak pelaksana proyek.

“Kalau ada yang mengaku orang saya, perintah Pak Wali Kota, atau mengatasnamakan Pak Wali Kota kemudian meminta yang tidak-tidak, tidak ada. Tolak semua. Saya tidak mau seperti itu,” tegas Ngatiyana. Minggu (6/9/2026).

Pernyataan tersebut menjadi penegasan sekaligus peringatan agar seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan tidak mudah percaya terhadap oknum yang membawa-bawa nama kepala daerah untuk kepentingan pribadi.

Ngatiyana meminta komandannya di lapangan maupun jajaran pelaksana proyek untuk segera mengantisipasi apabila terdapat pihak yang datang dan meminta sesuatu dengan mengatasnamakan dirinya.

“Pokoknya kalau ada orang-orang yang ke sini meminta sesuatu, apalagi atas nama Wali Kota, tidak ada. Jangan diberi,” ujarnya.

Fokus Kawal Proyek, Bukan Cari Keuntungan

Dalam kesempatan tersebut, Ngatiyana menegaskan bahwa fokus Pemerintah Kota Cimahi adalah memastikan pembangunan Underpass Gatot Subroto berjalan sesuai tahapan, spesifikasi teknis, kualitas pekerjaan, serta target waktu yang telah ditetapkan.

Ia mengatakan, pengecekan lapangan dilakukan untuk melihat secara langsung sejauh mana perkembangan pekerjaan sekaligus memastikan setiap proses pembangunan tetap berada pada jalurnya.

“Kita mengecek pekerjaan underpass, sampai sejauh mana dan seperti apa pelaksanaan di lapangan. Tahap-tahap pertama mudah-mudahan harus disesuaikan. Kita kawal pembangunannya agar menjadi underpass yang bagus, sesuai spek dan kualitasnya,” kata Ngatiyana.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur bukan semata-mata persoalan menyelesaikan pekerjaan secara fisik. 

Lebih dari itu, kualitas konstruksi harus menjadi perhatian utama karena fasilitas tersebut nantinya akan digunakan dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Karena itu, ia meminta seluruh pelaksana proyek bekerja secara profesional dan tidak tergoda melakukan hal-hal di luar ketentuan.

“Pokoknya kerjakan sesuai dengan spek saja. Kualitas, kita butuh kualitas. Kita jaga bersama. Tidak ada yang aneh-aneh,” tegasnya.

Ngatiyana Ingin Underpass Selesai Tepat Waktu

Selain persoalan kualitas, Ngatiyana juga memberikan perhatian serius terhadap target penyelesaian proyek. Ia berharap pembangunan Underpass Gatot Subroto dapat berjalan lancar dan tidak mengalami kendala berarti di lapangan.

Ia bahkan mengingatkan agar pelaksanaan pekerjaan tidak sampai melewati tahun anggaran apabila masih memungkinkan untuk dikejar sesuai target yang telah ditentukan.

“Semoga tepat waktu. Jangan loncat tahun. Upayakan,” pesannya.

Bagi Ngatiyana, pengawasan langsung ke lapangan merupakan bagian penting dalam memastikan pembangunan infrastruktur strategis di Kota Cimahi benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Ia ingin seluruh tahapan pekerjaan dikawal bersama, mulai dari pelaksanaan konstruksi, kesesuaian spesifikasi hingga kualitas hasil akhir.

Peringatan Keras: Jangan Gunakan Nama Wali Kota

Sikap Ngatiyana tersebut sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Kota Cimahi tidak memberikan ruang bagi praktik-praktik yang berpotensi mencoreng proses pembangunan, termasuk apabila ada pihak yang mencoba mencari keuntungan dengan membawa-bawa nama kepala daerah.

Ia meminta para pekerja dan pelaksana proyek tidak ragu menolak apabila ada permintaan yang tidak sesuai ketentuan.

Pesan tersebut juga diharapkan dapat menjadi langkah pencegahan agar pembangunan Underpass Gatot Subroto tetap berjalan profesional, transparan dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Dengan pengawasan yang dilakukan secara langsung, Ngatiyana berharap proyek tersebut dapat menghasilkan infrastruktur berkualitas dan selesai sesuai target.

“Yang saya harapkan, kita jaga bersama. Jangan ada yang aneh-aneh. Kita butuh kualitas,” pungkasnya. (Bagdja)

Penulis: Bagdja Sukmana Editor: Sinta Sukmana
Exit mobile version