Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
AgamaPendidikanRagam DaerahTeknologi

16 Tahun Berdiri, SPS Muhammadiyah Cisurupan Akhirnya Dapat Revitalisasi Rp289,67 Juta

118
×

16 Tahun Berdiri, SPS Muhammadiyah Cisurupan Akhirnya Dapat Revitalisasi Rp289,67 Juta

Sebarkan artikel ini
Plt Kepala SPS Muhammadiyah Cisurupan, Dedih Heryanto, S.Pd.I., meninjau langsung progres pelaksanaan revitalisasi sekolah di Kampung Cilame, Desa Tambakbaya, Kecamatan Cisurupan, Garut, Rabu (23/9/2026).

Garut, Jabar | secondnewsupdate.co.id — Setelah 16 tahun bertahan dengan keterbatasan sarana dan prasarana, harapan baru kini hadir di SPS Muhammadiyah, Kampung Cilame, Desa Tambakbaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut.

Satuan pendidikan yang berdiri sejak 2009 itu pada tahun 2026 akhirnya mendapat program revitalisasi dari pemerintah pusat dengan anggaran sebesar Rp289.670.000.

Example 300x600

Bantuan tersebut menjadi angin segar bagi sekolah yang selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan fasilitas. 

Salah satu persoalan yang sebelumnya cukup mengganggu kegiatan belajar mengajar adalah kondisi ruang kelas yang mengalami kebocoran dan kerusakan.

Plt. Kepala SPS Muhammadiyah, Dedih Heryanto, mengatakan program revitalisasi mencakup sejumlah pekerjaan sesuai petunjuk teknis (juknis), mulai dari pembangunan ruang UKS, rehabilitasi ruang administrasi dan toilet, hingga penataan lingkungan sekolah.

“Untuk revitalisasi ini ada beberapa menu pekerjaan, yaitu pembangunan UKS, rehabilitasi ruang administrasi, toilet dan penataan lingkungan. Pelaksanaannya sesuai dengan juknis,” ujar Dedih saat diwawancarai, Rabu (23/9/2026).

Memasuki minggu ke-8 atau sekitar dua bulan pelaksanaan, proses revitalisasi masih terus berjalan. Pekerjaan tersebut ditargetkan rampung dalam waktu 90 hari.

Menurut Dedih, pelaksanaan revitalisasi dilakukan secara swakelola dengan melibatkan masyarakat di lingkungan sekolah, termasuk orang tua siswa.

Sedikitnya empat orang terlibat dalam pekerjaan, dengan penambahan tenaga disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

“Alhamdulillah selama pekerjaan berlangsung tidak ada kendala berarti. Untuk pengadaan barang, kami mengambil dari toko atau rekanan yang ada di sekitar sini,” jelasnya.

Ia menuturkan, pelaksanaan program juga mendapatkan arahan dan pendampingan dari pihak terkait, termasuk Dinas Pendidikan dan yayasan. 

Sebagai Plt kepala sekolah, Dedih turut bertanggung jawab memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan.

Setelah 16 Tahun, Baru Dua Kali Mendapat Bantuan

Bagi SPS Muhammadiyah, program revitalisasi tersebut bukan sekadar pembangunan fisik. Bantuan itu menjadi bentuk perhatian yang sangat berarti setelah sekolah berdiri selama 16 tahun.

Dedih mengungkapkan, sejak didirikan pada 2009, SPS Muhammadiyah baru pernah menerima bantuan pemerintah satu kali, yang diperkirakan diterima sekitar 2016 atau 2017.

“Sejak berdiri tahun 2009, sebelumnya kami baru satu kali mendapatkan bantuan. Sekarang baru mendapatkan lagi melalui program revitalisasi dari pemerintah pusat,” ungkapnya.

Ia pun mengaku bersyukur karena revitalisasi tersebut dapat menjawab kebutuhan sekolah, terutama memperbaiki fasilitas yang selama ini kondisinya kurang memadai.

“Ruang kelas sebelumnya bocor dan sudah mengalami kerusakan. Alhamdulillah sekarang ada bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat. Ini sangat membantu kami, terutama agar anak-anak lebih nyaman sekolah dan belajar,” katanya.

Saat ini SPS Muhammadiyah memiliki 26 siswa yang terbagi dalam dua rombongan belajar (rombel).

Dengan pembenahan berbagai fasilitas tersebut, pihak sekolah berharap lingkungan pendidikan menjadi semakin layak, aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik.

Tak Hanya Sekolah, Warga Ikut Merasakan Manfaat

Program revitalisasi juga memberikan dampak bagi masyarakat sekitar. Sistem swakelola yang diterapkan membuka ruang bagi warga dan orang tua siswa untuk ikut terlibat dalam proses pengerjaan.

“Program ini bukan hanya membantu sekolah dan anak-anak, tetapi juga masyarakat sekitar karena kami menggunakan tenaga orang tua siswa dan warga di lingkungan sini. Jadi sekaligus memberdayakan masyarakat,” tuturnya.

Dedih menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas perhatian yang diberikan kepada SPS Muhammadiyah melalui program revitalisasi tersebut.

“Terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada pemerintah. Bantuan ini sangat membantu kami untuk memperbaiki fasilitas yang sebelumnya rusak, sehingga anak-anak bisa belajar dengan lebih nyaman,” pungkasnya. (Asan)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600