Kabupaten Tangerang, Banten | secondnewsupdate.co.id – Pembangunan Underpass Bitung di Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, terus dikebut.
Hingga Jumat (6/11/2026), progres pengerjaan proyek infrastruktur strategis tersebut telah mencapai 70,7 persen.
Untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai jadwal, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), turun langsung meninjau lokasi proyek.
Dalam kunjungan tersebut, AHY didampingi Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid dan Gubernur Banten Andra Soni.
Peninjauan itu turut dihadiri sejumlah anggota DPR RI dan DPRD serta jajaran Kementerian Pekerjaan Umum.
Kunjungan tersebut bertujuan memastikan perkembangan pembangunan sekaligus melihat kesiapan infrastruktur yang diharapkan menjadi solusi untuk mengurai kemacetan kronis di kawasan Bitung.
Dalam keterangannya, AHY mengungkapkan bahwa progres pembangunan Underpass Bitung telah mencapai sekitar 70,7 persen dan masih sesuai dengan target atau jadwal yang telah ditetapkan.
Ia optimistis proyek tersebut dapat diselesaikan sesuai rencana dan memasuki tahap serah terima pertama atau Provisional Hand Over (PHO) pada Februari 2027.
“Intinya, hari ini kita melihat secara langsung proyek Underpass Bitung yang sudah dikerjakan. Sejauh ini progresnya kurang lebih 70,7 persen, sesuai dengan target atau timeline-nya. Insyaallah akan terus dikejar hingga tahun depan, Februari akan ada handover atau PHO,” ujar AHY.
AHY menjelaskan, pembangunan Underpass Bitung merupakan proyek infrastruktur dengan nilai anggaran sekitar Rp87 miliar.
Penanganan proyek memiliki panjang kurang lebih 350 meter, termasuk penataan jalan pendukung menuju underpass.
Menurutnya, kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan mampu mengurangi tingkat kemacetan secara signifikan. Bahkan, tingkat kemacetan yang selama ini mendekati angka 1 atau masuk kategori sangat padat ditargetkan dapat ditekan hingga angka 0,5.
“Ini penting sekali, sangat strategis, karena sudah terlalu lama masyarakat dan aktivitas ekonomi yang melewati jalur Bitung ini sangat terdampak akibat kemacetan. Perlu kita carikan solusi yang lebih permanen, salah satunya melalui pembangunan underpass,” ungkapnya.
Lebih jauh, AHY menegaskan bahwa kelancaran lalu lintas memiliki keterkaitan erat dengan produktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.
Infrastruktur konektivitas yang memadai akan mempercepat distribusi barang dan logistik, memangkas waktu perjalanan, serta mendukung mobilitas pekerja maupun pelajar.
“Konektivitas merupakan urat nadi dari pertumbuhan ekonomi dan pada akhirnya kesejahteraan masyarakat. Ketika perjalanan yang sebelumnya satu jam bisa menjadi setengah jam, tentu akan ada peningkatan kapasitas perjalanan dan efek berganda bagi perekonomian,” jelasnya.
Sementara itu, Maesyal menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan pemerintah pusat serta Pemerintah Provinsi Banten dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur.
Menurut Maesyal, Underpass Bitung menjadi salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat Kabupaten Tangerang karena berkaitan langsung dengan kelancaran konektivitas, mobilitas kendaraan, dan aktivitas perekonomian di kawasan Bitung serta wilayah sekitarnya.
“Pemerintah Kabupaten Tangerang siap berkoordinasi dan berkolaborasi untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, khususnya Underpass Bitung ini. Kami berharap pembangunan ini dapat berjalan lancar, selesai sesuai target, dan segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kelancaran konektivitas dan mengurangi kemacetan,” ujar Maesyal.
Ia berharap sinergi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta seluruh pihak terkait terus diperkuat.
Dengan demikian, pembangunan Underpass Bitung dapat diselesaikan sesuai jadwal, dengan tetap mengedepankan kualitas pekerjaan dan keselamatan para pekerja.
Jika rampung sesuai target pada Februari 2027, Underpass Bitung diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi persoalan kemacetan sekaligus memperlancar arus transportasi dan distribusi logistik di Kabupaten Tangerang. (Dia)
















