Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
AgamaBudayaInformatikaRagam Daerah

Ribuan Jamaah Padati Haul Agung Pusaka Sembah Dalem Purawangi di Garut, Momentum Perkuat Ukhuwah Ulama dan Umara

119
×

Ribuan Jamaah Padati Haul Agung Pusaka Sembah Dalem Purawangi di Garut, Momentum Perkuat Ukhuwah Ulama dan Umara

Sebarkan artikel ini
Tahlil Akbar di Makam Karomah Cilame menjadi ajang mempererat silaturahmi, menjaga tradisi pesantren, dan menguatkan nilai-nilai Islam di tengah masyarakat.

Tahlil Akbar di Makam Karomah Cilame menjadi ajang mempererat silaturahmi, menjaga tradisi pesantren, dan menguatkan nilai-nilai Islam di tengah masyarakat.

Garut/secondnewsupdate.co.id – Suasana religius dan penuh kekhusyukan menyelimuti kawasan Makam Karomah Cilame, Kampung Cilame, Desa Tambakbaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, bertepatan dengan 26 Muharam 1448 Hijriah. Sabtu (11/7/2026).

Example 300x600

Ribuan jamaah dari berbagai daerah memadati lokasi untuk mengikuti Haul Agung Eyang Haji Mula Mula Pusaka Sembah Dalem Ganda Aulia Purawangi yang dirangkaikan dengan Tahlil Akbar para Masyayikh Pendiri Pondok Pesantren.

Kegiatan tahunan yang sarat makna spiritual tersebut berlangsung dengan penuh khidmat dan dihadiri unsur Forkopimcam Kecamatan Cisurupan, para pimpinan pondok pesantren, ulama, tokoh masyarakat, serta Anggota DPRD Kabupaten Garut Fraksi PKB, Luqi Saadillah.

Sejak pagi hari, para jamaah telah berdatangan untuk mengikuti seluruh rangkaian acara. Lantunan ayat suci Al-Qur’an, tahlil, dzikir, hingga doa bersama menggema di kompleks makam, menciptakan suasana yang syahdu sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama dan leluhur yang berjasa menyebarkan syiar Islam di Kabupaten Garut.

Ketua Pelaksana kegiatan, Deden Permana Anugrah, mengatakan bahwa penyelenggaraan haul bukan sekadar agenda rutin keagamaan, melainkan bentuk penghormatan kepada para ulama yang telah mewariskan ilmu, akhlak, dan perjuangan dakwah kepada generasi penerus.

“Haul ini menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antarulama, santri, umara, dan masyarakat sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” ujarnya.

Menurut Deden, warisan para masyayikh harus terus dijaga sebagai pondasi moral masyarakat serta inspirasi dalam membangun kehidupan yang harmonis dan religius.

Dalam tausiyahnya, KH Aceng Abdul Mujib dari Pondok Pesantren Fauzan mengajak seluruh jamaah menjadikan haul sebagai sarana introspeksi diri sekaligus memperkuat keimanan melalui keteladanan para ulama terdahulu.

“Haul bukan hanya mengenang orang-orang saleh yang telah wafat, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mendoakan mereka, mengambil hikmah dari perjuangannya, serta melanjutkan estafet dakwah dengan menjaga persatuan, ukhuwah, dan akhlak yang mulia,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga tradisi pesantren sebagai benteng moral bangsa dan tempat lahirnya generasi yang berilmu, berkarakter, serta memiliki kecintaan kepada agama dan tanah air.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Garut Fraksi PKB, Luqi Saadillah, mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam mengikuti Haul Agung tersebut. Menurutnya, tradisi haul memiliki peran strategis dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus melestarikan warisan budaya dan spiritual para ulama.

“Tradisi haul seperti ini harus terus dijaga karena bukan hanya menjadi media silaturahmi, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter, penguatan nilai-nilai keislaman, serta penghormatan terhadap jasa para ulama yang telah membangun peradaban melalui dakwah dan pendidikan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sinergi antara ulama, pemerintah, dan masyarakat menjadi modal penting dalam menjaga kondusivitas daerah sekaligus membentuk generasi muda yang berakhlakul karimah, berwawasan kebangsaan, dan memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai keagamaan.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin para ulama. Seluruh jamaah memanjatkan doa untuk keselamatan bangsa, keberkahan umat, serta kemajuan Kabupaten Garut agar senantiasa diberikan kedamaian, persatuan, dan kesejahteraan.

Haul Agung Eyang Haji Mula Mula Pusaka Sembah Dalem Ganda Aulia Purawangi kembali membuktikan bahwa warisan perjuangan para ulama tidak hanya hidup dalam catatan sejarah, tetapi terus tumbuh melalui tradisi keagamaan yang mempererat persaudaraan, memperkokoh keimanan, serta menginspirasi masyarakat untuk terus menebarkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin. (Asan)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600