Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaInformatikaRagam Daerah

TPA Jatiwaringin Akhirnya Padam Total! Bupati Tangerang Pastikan Tak Ada Lagi Titik Api, Operasi Water Bombing Resmi Dihentikan

915
×

TPA Jatiwaringin Akhirnya Padam Total! Bupati Tangerang Pastikan Tak Ada Lagi Titik Api, Operasi Water Bombing Resmi Dihentikan

Sebarkan artikel ini
Setelah berjibaku selama 11 hari tanpa henti, upaya penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, akhirnya membuahkan hasil. Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memastikan kobaran api telah berhasil dipadamkan sepenuhnya dan tidak lagi ditemukan titik api, hotspot maupun kepulan asap di lokasi.

Tangerang/ secondnewsupdate.co.idSetelah berjibaku selama 11 hari tanpa henti, upaya penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, akhirnya membuahkan hasil.

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memastikan kobaran api telah berhasil dipadamkan sepenuhnya dan tidak lagi ditemukan titik api, hotspot maupun kepulan asap di lokasi.

Example 300x600

Kepastian tersebut disampaikan Maesyal usai melakukan peninjauan langsung bersama tim gabungan, Jumat (10/7/2026).

Hasil investigasi yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Lingkungan Hidup, serta Kementerian Kehutanan menunjukkan kondisi TPA Jatiwaringin telah benar-benar aman dari ancaman kebakaran.

“Alhamdulillah, berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan hingga pukul 15.00 WIB, seluruh titik api, hotspot maupun asap sudah tidak ditemukan lagi. Setelah dilakukan penyisiran ke seluruh area yang sebelumnya terbakar, kondisinya dipastikan sudah padam total,” ujar Maesyal.

Meski api telah berhasil dipadamkan, Pemerintah Kabupaten Tangerang belum menghentikan seluruh proses penanganan. 

Sesuai rekomendasi BNPB, petugas masih akan melanjutkan proses pendinginan dan pembasahan di area TPA sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi kebakaran susulan akibat bara api yang masih tersimpan di dalam tumpukan sampah.

Menurut Maesyal, kegiatan tersebut akan berlangsung hingga masa tanggap darurat berakhir pada 14 Juli 2026. 

Setelah itu pemerintah akan melakukan evaluasi untuk menentukan apakah status tanggap darurat dicabut atau masih perlu diperpanjang.

“Kami tetap melakukan penyiraman dan pendinginan agar benar-benar dipastikan tidak ada potensi munculnya api kembali. Setelah masa tanggap darurat selesai, kami akan melakukan evaluasi bersama seluruh pihak terkait,” jelasnya.

Keberhasilan memadamkan kebakaran TPA Jatiwaringin tidak lepas dari kerja sama lintas instansi. 

Maesyal menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari BNPB, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, Pemerintah Provinsi Banten, BPBD Kabupaten Tangerang, BPBD Provinsi Banten, BPBD Kota Tangerang, BPBD Kota Tangerang Selatan, BPBD Kabupaten Serang, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, unsur TNI-Polri, Manggala Agni, relawan hingga perusahaan swasta yang turut memberikan dukungan selama proses pemadaman berlangsung.

Ia juga memberikan penghargaan khusus kepada tim helikopter BNPB yang selama delapan hari berturut-turut melaksanakan operasi water bombing, serta personel Manggala Agni yang bekerja siang dan malam di lapangan untuk memastikan api dapat dikendalikan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras tanpa mengenal lelah. Semoga seluruh pengabdian yang diberikan menjadi amal ibadah dan mendapat balasan terbaik dari Allah SWT,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Pendayagunaan Sumber Daya dan Pengamanan Hutan Kementerian Kehutanan, Suharyono, menilai keberhasilan tersebut menjadi contoh nyata sinergi yang efektif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, serta berbagai elemen lainnya dalam menghadapi bencana.

Menurutnya, koordinasi yang terbangun selama proses penanganan mampu mempercepat pengendalian kebakaran sehingga seluruh hotspot berhasil dihilangkan dalam waktu relatif singkat.

“Penanganan kebakaran di TPA Jatiwaringin menjadi contoh kolaborasi yang sangat baik. Semua unsur bergerak bersama di bawah koordinasi yang solid sehingga proses pemadaman berjalan efektif dan berhasil,” katanya.

Senada dengan itu, perwakilan BNPB, Riswandi, memastikan hasil pemantauan menggunakan drone thermal tidak lagi mendeteksi adanya titik panas di kawasan TPA Jatiwaringin. Dengan kondisi tersebut, operasi water bombing resmi dihentikan dan seluruh upaya kini difokuskan pada proses pendinginan agar tumpukan sampah tetap lembap dan tidak kembali memicu kebakaran.

“Alhamdulillah, hasil pemantauan drone thermal menunjukkan tidak ada lagi titik api maupun hotspot. Fokus kami sekarang adalah menjaga kelembapan area melalui pembasahan dan pendinginan agar kebakaran tidak terulang,” ujarnya.

Keberhasilan ini menjadi penutup dari operasi pemadaman yang melibatkan ratusan personel gabungan selama hampir dua pekan. 

Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap penanganan kebakaran TPA Jatiwaringin dapat menjadi model penanganan bencana berbasis kolaborasi yang dapat diterapkan di berbagai daerah di Indonesia. (Dia).

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600