Jawa Barat, Garut I secondnewsupdate.co.id – Lebih dari 100 siswa dan santri di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, diduga mengalami keracunan makanan usai mengonsumsi hidangan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (23/7/2026).
Insiden ini membuat puluhan korban harus mendapatkan perawatan di Puskesmas Cibatu serta sejumlah fasilitas kesehatan lainnya.
Para korban mengalami gejala yang hampir seragam, mulai dari mual, muntah, diare, pusing hingga tubuh lemas. Kondisi tersebut membuat para siswa dan santri berdatangan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa ini mulai terungkap ketika puluhan pelajar dan santri datang ke Puskesmas Cibatu dengan keluhan serupa.
Dalam waktu singkat, jumlah korban terus bertambah hingga dilaporkan mencapai lebih dari 100 orang. Mayoritas korban merupakan siswa sekolah dan santri dari sejumlah pondok pesantren di wilayah Kecamatan Cibatu.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Pemerintah Kabupaten Garut bersama Dinas Kesehatan, Puskesmas Cibatu, serta instansi terkait bergerak cepat memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh korban.
Selain melakukan penanganan medis, petugas juga mendata korban serta mengambil sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, membenarkan adanya kejadian yang diduga merupakan keracunan makanan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa penyebab pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
“Pemerintah meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium agar penyebab kejadian ini dapat diketahui secara pasti,” ujarnya.
Hingga Jumat (24/7/2026), sebagian besar korban dilaporkan dalam kondisi berangsur membaik setelah mendapatkan penanganan dari tenaga kesehatan.
Pemerintah Kabupaten Garut memastikan seluruh korban memperoleh layanan medis yang diperlukan serta akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis agar kejadian serupa tidak terulang.
Perkembangan hasil investigasi dan pemeriksaan laboratorium masih terus ditunggu sebagai dasar untuk memastikan penyebab insiden yang menimpa ratusan siswa dan santri tersebut. (Agung)
















